
🌹VOTEEE YEEE GHAISSS🌹
Vanessa hanya menghela napas saat dimarahi oleh Oma Asih. Wajahnya flat, tidak memperlihatkan sedih, kesal atau menyesal. Vanessa seperti orang bodoh hanya menatap bibir Oma Asih yang terus saja bergerak layaknya mesin.
"Kamu paham gak?!" Tanya Oma Asih kesal.
Tante Metry mencoba menengahi. "Udah, Bu. Kan Vanessa udah berusaha."
"Gak bisa lah, untung bukan Judi yang makan. Kalau Judi yang makan apa kabar?"
"Mas Judi baik baik aja, Oma. Tadi Vanessa telpon dia kok."
Tante Metry menatap tidak percaya dengan jawaban Vanessa. "Van, udah diem kayak tadi," bisik Tante Metry.
"Musibah ini musibah," ucap Oma Asih. "Bencana ini bencana."
"Kenapa, Oma? Ada tsunami?"
"Ya Allah! Metry liat dia! Oon nya sampai ke langit ke tujuh."
Dan saat itulah Judi datang. "Assalamualaikum, kenapa ini? Kok Oma marahin istrinya Judi?"
"Judi……," ucap Oma Asih terlihat sedih. "Istri kamu ini bikinin Oma gado gado mentah pake jahe, bukan kencur. Mana jahenya banyak lagi, terus pake bawang bombai. Dia edaaan kan?"
"Ibu, udah ih jangan gitu! Gak sopan," bisik Tante Metry.
"Oma mau gado gado?" Tanya Judi.
Oma Asih mengangguk.
Tanpa berkata lagi, Judi menggulung kemeja dan membuat gado gado mentah untuk Oma. Hanya dalam hituntan menit, dia sudah selesai dan menghidangkannya di meja.
"Nih, udah ya, Oma. Oma jangan marahin istri Judi kayak gitu, kan dia juga masih belajar. Alangkah baiknya kalau Oma ajarkan dia, jangan memusuhi."
Vanessa hanya menatap dengan mulut terbuka.
"Oma makan duluan saja, Judi sama istri makannya nanti," lanjut Judi kemudian menggenggam tangan Vanessa dan melangkag dari sana.
"Tu… tunggu…..," ucap Oma Asih dengan pelan saat melihat wajah cucunya sedikit mengabaikan, dan Oma Asih tau itu karena amarah.
Apalagi saat melihat Judi membawa Vanessa pergi dengan ekspresi yang belum dia lihat sebelumnya.
"Metry……," adu Oma Asih.
__ADS_1
"Tuhkan, Bu. Kata Metry apa, jangan suka jahat sama orang. Giliran Judi yang jahatin Ibu kan gak enak."
Oma Asih diam. "Makan yuk, temenin Ibu. Abis ini Ibu mau minta maaf sama Ijah."
"Namanya Vanessa, Ibu."
"Iya, sama dia."
"Besok aja, kan Ibu tau gimana sifatnya Judi. Biarin reda dulu, besok baru minta maaf sama Vanessa."
"Yaudah, Ibu nurut aja."
🌹🌹🌹
Sholat maghrib, sholat isya dilakukan di kamar. Judi masih belum bisa diajak keluar dari kamar. Katanya sekalian ngaji nyampe isya.
Saat sedang melipat mukena, Vanessa bertanya, "Mau makan gak?"
"Kamu laper?"
"Ya iyalah orang aku normal. Yuk makan, aku buatin makanannya khususon buat kamu Mas Judi."
Judi menatap sesaat, dia bertanya tanya apakah Vanessa sakit hati dengan kalimat kalimat kasar yang dilontarkan Oma Asih.
"Mau gak nih? Aku laper."
"Oke, yuk turun."
"Nanti nyusul."
Vanessa mengangkat bahunya pertanda terserah.
"Eits, Jah!"
"Apa?" Vanessa berbalik sebelum mencapai pintu. "Kenapa?"
"Itu mau pake baju itu?" Tanya Judi melihat Vanessa memakai gaun dengan tali spaghetti yang panjangnya di atas lutut. "Pake sweater tuh, itu keseksian."
"Bikin mau wik wik ya?"
"Wik wik apaan, pake cepetan."
"Ahahahahaha!" Vanessa malah tertawa kuat. "Jangan jangan kamu lagi nahan ya."
__ADS_1
"Apaan nahan."
"Aih, dasar bocah."
"Bilang apa?"
"Bocah, masih dedek dedek tapi mau dipanggil Mas."
"Sini kamu."
"Ogaaaahhh," ucap Vanessa bergegas membuka pintu.
Vanessa keluar setelah menggoda Judi. Dia menyadari mansion sudah gelap gulita tanda orang orang sudah tidur. "Etdah tidurnya cepet amat, gak ada yang nongki nongki nih?"
Vanessa bicara sendiri. Dia membuka kulkas dan mengambil telur untuk dia goreng.
"Sepi banget dah….., tapi mana mungkin kuntilanak ngikut ke Belanda."
Vanessa menggoreng telur. Karena tidak konsentrasi dan takut ada hantu, Vanessa membuat telurnya gosong.
"Ya ampun! Aduh gosong ini."
Vanessa memindahkannya ke piring. "Yah… gosong…. Gimana dong?"
Dan saat itulah Judi turun. "Udah beres, Jah?"
"Udah…, tapina gosong."
Judi menatap goreng telur yang menghitam. "Enggak kali kalau dimakan tengahnya."
"Buatin lagi mau?"
"Coba dulu yang ini, dibuka. Ambilin minum, Jah."
"Oke."
"Jangan yang ini, yang di atas. Aku beli botol air bagus, bawa gih."
"Asiaaaappp, Kang Mas," ucap Vanessa pergi ke lantai dua.
Dan ketika Judi sedang mengorek ngorek telur gosongnya, Tante Metry keluar dan melihat.
"Ya Allah! Judi! Kok makan arang?! Van! Vanessa! Laki kamu makan arang! Vanessa!"
__ADS_1
🌹🌹🌹
TBC