Istri Untuk Alan

Istri Untuk Alan
Season 2 : Jamu singset


__ADS_3

🌹VOTEEE YEEE GAIS🌹


"Loh, Vanessa nya mana, Jud?" Tanya Tante Metry melihat Judi yang turun sendiri. "Dia masih tidur? Gadang lagi kalian?"


"Iya, Tan," ucap Judi mengucek matanya merasa lelah.


Dan itu berbeda dari pikiran Oma Asih dan Tante Metry. Keduanya berdehem dan menatap satu sama lain penuh makna.


Menyadari itu, Judi segera menggeleng, "Vanessa semalem sumilang, nyeri datang bulan katanya. Jadi gak bisa tidur. Tidur juga baru tadi jam satu pagian."


"Wahhh….., berdarah ya?" Tanya Tante Metry.


"Gak sarapan dulu?" Tanya Oma Asih saat melihat cucunya malah memakai jas.


"Enggak, Oma. Judi telat. Nanti tolong bawain sarapan buat Vanessa ya. Makasih, Assalamualaikum."


"Waalaikum salam."


Sarapan kali ini, hanya Tante Metry dan Oma Asih.


"Jangan dibawa ke kamarnya, biarkan saja suruh turun," ucap Oma Asih terdengar kejam.


Itu membuat Tante Metry menggeleng. "Jangan begitu, Bu. Kan Vanessa lagi sakit."


"Diam saja kamu, Ibu selalu punya rahasia dibalik tindakan. Biar Ibu saja yang urus, kamu berangkat saja."


"Ibu gak akan ngapa ngapain Vanessa kan?"


"Ibu gak doyan wanita macam itu."


"Ibu…..," ucap Tante Metry.


"Ya enggak lah, kamu pikir mau apa? Tumis dia? Ogah kali sepet dagingnya."


"Tapi aku mau liat dia dulu sebelum berangkat ya."


Seperti perkataannya, Tante Metry naik untuk melihat keadaan Vanessa. Sebelumnya dia mengetuk tiga kali dan masuk.


Di sana Vanessa masih terlelap dengan mulut terbuka dengan tersinari cahaya matahari. "Ya ampun itu si cantik," gumam Tante Metry.


Ketika Vanessa membuka matanya pelan, Tante Metry kaget. "Maaf, Van, mau liat keadaan kamu doang. Oke kan?"

__ADS_1


"Oke, Tan, cuma ngantuk," ucap Vanessa kembali memejamkan matanya


"Sarapannya mau dibawa ke sini gak?" Tanya Tante Metry tidak tega melihat keadaan Vanessa yang sangat memprihatinkan. Apalagi wajahnya kusut.


"Gak usah, Tan. Nanti turun kok."


"Itu wajah kamu item gitu dipukul apa gimana?"


"Skincare mata aku luntur," jawab Vanessa malas.


"Oh… yaudah, Tante pergi ya. Ada apa apa minta bantuan Oma kamu ya."


"Sip," jawab Vanessa kembali terlelap dengan mulut terbuka. 


🌹🌹🌹


Ketika membuka matanya, kening Vanessa berkerut. Rasanya begitu panas, dia berkeringat panas dingin.


Ternyata, ini sudah pukul dua belas siang. Vanessa yang sadar mulutnya terbuka segera mengatupnya. "Astaga, ini siang."


Dengan tubuh pegal dan terasa remuk, Vanessa berdiri. Dia merasa sangat lelah telah bertarung dengan rasa sakit semalam. Dia berdiri pelan dan menatap ranjang. "Aissshhhh! Gue lupa pake pembalut," ucapnya melihat kasur yang merah karena darah.


"Dipikir pikir juga gue gak punya pembalut."


Meski dipanggil dengan nama aneh, tapi Vanessa senang memiliki orang orang di sekitarnya.


Setelah mandi, Vanessa keluar. Dan saat melihat ada salah satu pelayan di lantai dua, Vanessa memanggilnya.


"Ada apa, Nyonya?"


"Bereskan kamar ya, tolong."


Kata terakhir sangat berat Vanessa ucapkan, karena dia tidak terbiasa dengan itu.


"Baik, Nyonya."


"Dan…."


"Ada lagi, Nyonya?"


"Terima kasih," ucap Vanessa lalu bergegas pergi dari sana.

__ADS_1


Membuat kening pelayan itu berkerut. 


Vanessa melangkah menuju ruang makan, dia merasa sangat lapar.


"Ijah!"


Vanessa berbalik. "Oma memanggilku?"


"Lalu? Siapa lagi yang namanya Ijah?"


Vanessa mendekat. "Ada apa, Oma?"


"Kau tidur seperti kebo," ucap Oma Asih kesal. "Jam segini baru bangun?"


"Baru ngerasa panggilan alam, Oma."


"Hah? Panggilan apa?"


"Panggilan alam, mules maksudnya."


Oma Asih membuat wajah mual. "Sini duduk."


Vanessa malas duduk, dia tidak memakai pembalut mengingat tidak punya. 


"Duduk, Ijah."


"Iya, Oma," ucap Vanessa duduk dengan ragu ragu. Dia berdehem. "Kenapa, Oma?"


Oma Asih membuka penutup gelas. "Ini jamu, minumlah. Ini aman saat kau sedag haid, Oma sendiri yang membuatnya."


Vanessa menatap lama, dia tidak terbiasa minum jamu. Minuman sehari harinya seja kecil adalah hal hal manis, bukan yang pahit.


"Minum."


"Eum… pahit. Ini ramuan singset, Oma? aku udah singset."


"Dasar Ijah, ini bisa membuatmu cepat hamil."


"Benarkah?" Tanya Vanessa antusias. Dia segera mengambilnya dan meminumnya dalam beberapa teguk. "Alamaaakk, pahit!"


🌹🌹🌹

__ADS_1


TBC


__ADS_2