
🌹Vote yaaa ghais, ajak yang lain baca ini juga napa, ehehehe. Mau itu mantan atau pacarnya mantan, ajak aya jak.🌹
🌹Jangan lupa follow ig emak : @Redlily123🌹
🌹Emak syang kalian🌹
Mile mendapatkan telpon dari Tante Metry yang merupakan majikannya juga. Dia segera mengangkatnya.
“Hallo? Hallo?”
“Iya, Nyonya?”
“Hallo, Mile? Kenapa tidak ada suaranya?”
“Saya di sini, Nyonya.”
“Hallo? Hallo bandung?”
Dan saat itulah Mile sadar dia tidak sengaja menekan tanda mute. Dia segera mengaktifkannya.
“Maaf, Nyonya. Barusan ada kendala.”
“Oh, tidak apa. Bagaimana dengan Vanessa?”
“Dia sudah bersama dengan Tuan Judi.”
“Serius?” tanya Tante Metry terdengar sangat antusias.
“Iya, Nyonya. Tuan sudah membawanya, kini mereka berada di kamar sedang bicara. Saya akan menghubungi anda jika Nyonya Vanessa bisa menghubungi anda.”
“Ah oke, terima kasih, Mile.”
“Baik, Nyonya.”
Mile mnutup telponnya, dia memasukannya ke dalam tas. Hal lain yang diperintahkan Judi adalah mencari ponsel untuk istrinya.
Mile memanfaatkan waktu dengan baik, dia segera turun ke lantai bawah dan menaiki mobilnya untuk membeli ponsel.
__ADS_1
Ponsel sebelumnya juga didapatkan kembali oleh Mile, hanya saja layarnya retak karena pemilik toko tidak sengaja menjatuhkannya. Kini dia hanya perlu memindahkannya.
Dan saat dia turun dari mobil menuju toko di pinggir jalan, tidak sengaja seseorang menyenggol bahu Mile.
“Astaga, maafkan aku.”
“Tidak apa.”
Dan orang itu adalah Andria. Karena dia pernah bekerja sama dengan Judi, jadi dia mengenal Mile.
“Oh, Mile?”
“Siapa?” tanya Mile.
“Aku temannya Judi. Senang bertemu denganmu, apa dia di sini?”
Tahu itu temannya Alan, Mile menggeleng. “Tidak, dia tidak di sini. Permisi.”
Dan saat Mile pergi, Andria menggeleng tidak percaya.
🌹🌹🌹🌹
Vanessa mendorong pelan Judi, dia merasa gugup saat suaminya itu memeluknya, apalagi mengatakan hal itu dengan sangat hangat. Dia tidak bisa berkata kata, sampai akhirnya Vanessa berpaling.
“Kamu mau apa sih sebenernya, Jud?” tanya Vanessa yang tidak ingin terbawa arus suasana.
“Mau apa? Tentu saja menjemput istrinya yang kabur. Van, apa yang kamu lakuin itu gak baik. Kamu pergi tanpa izin, ninggalin suami kamu. Itu dosa loh. Kamu mau aku laknat?”
“Kan aku udah bilang alesannya, Judi,” ucap Vanessa dengan suara tercekat menahan tangisan. “Aku kemungkinan besar gak akan bisa punya anak.”
Judi menatap tidak percaya. “Van, kita bahkan belum coba. Kenapa udah mikirnya jauh?”
Seketika wajah Vanessa memerah, dia kembali mendorong pelan tubuh Judi saat mendekat lagi. “Kata dokter gitu.”
“Ya harusnya kita usaha dulu, jangan cuma karena perkataan seseorang jadi bikin kamu loyo. Kalau ada yang bila kemungkinan kamu gak panjang umur gimana? Kamu mau bunuh diri sekarang aja? Mempersingkat waktu dan keadaan?”
“Gak gitu juga.”
__ADS_1
“Ya sama aja keadaan kamu ninggalin aku kayak gitu.”
Vanessa diam sesaat, dia menarik napas dalam. “Emang kamu mau selamanya sama aku? Kamu mau tua sama aku gitu? Kayak orang yang nikah normal lainnya?”
“Ya kenapa enggak? Kita nikahnya juga normal, gak abnormal.”
“Tapi kita gak kayak orang normal lainnya yang pacaran dulu, jatuh cinta dulu, jalan jalan ngabisisn duit cowoknya.”
“Kamu bisa lakuin itu sekarang. Mau pacaran sekarang? Ngabisin duit aku? Ayo.”
“Bukan gitu,” ucap Vanessa kembali mendorong dada suaminya.
“Terus? Kamu pikir apa? Aku bakal ninggalin kamu suatu saat gitu?”
“Kamu gak cinta sama aku,” ucap Vanessa duduk di pinggir ranjang.
“Siapa bilang?” tanya Judi yang membuat Vanessa mengerutkan keningnya.
“Huh?”
“Siapa bilang aku gak cinta sama kamu?”
“Emang iya? Kamu cinta sama aku?” tanya Vanessa dengan nada bergurau.
Dan tanpa diduga, Judi menjawabnya dengan anggukan kepala.Â
“Jangan bercanda, Judi.”
“Kamu pikir aku bercanda.”
“Judi…..,” ucap Vanessa hendak berpaling saat suaminya mendekat lagi. “Kamu berhak jatuh cinta, nemuin wanita yang lebih yang bikin kamu nyaman. Aku tau kamu nikahin aku karena Inanti, aku gak bakalan gangguin dia. Jadi, please……, jalani hidup kamu dengan tenang, dengan penuh rasa bahagia. Temukan wanita yang bikin kamu nyaman.”
“Aku nyaman sama kamu, Van. Aku sayang sama kamu dan aku gak bisa jauh dari kamu. Kenapa? Butuh bukti? Ayo bikin anak sekarang, biar rumah kita rame.”
🌹🌹🌹🌹
To Be Continue alias bersambung
__ADS_1