
🌹VOTEEE YEEEE GAISS🌹
🌹MY IGEH IS : @Redlily123🌹
"Kok bisa ilang?" Tanya Inanti untuk yang kesekian kalinya. Menatap Alan yang menggendong Nadia sambil memainkan jemarinya. "Mas?"
"Digeleng sama si Rizki."
"Digeleng?"
"Dia bilang ada kecoa karena dia gak langsung cuci, terus dibanting, terus digeleng."
"Ya allah," gumam Inanti tidak bisa membayangkan.
"Maaf, Yank. Beli lagi yu, aku yang bayarin."
"Bukan masalah belinya, tapikan kamu yang harus jaga dengan baik loh."
"Iya, maaf ya? Nanti mah gak gitu lagi?"
Inanti menimang jawaban, membuat Alan mengadah pada istrinya yang berdiri. Mereka berada di meja memasak di dapur, hanya terhalang meja, di mana posisi Alan adalah duduk. "Maafin ya?"
"Lain kali jaga kalau benda benda lainnya loh."
"Iya janji, Yank."
"Yaudah, sini Nadia mau aku mandiin, udah sore."
Alan malah memeluk putrinya semakin erat. "Aku aja ah yang mandiin."
"Dia sekarang motah banget loh, Mas. Yakin mau?"
Alan tersenyum. "Kamu temenin yah?"
"Iya deh."
"Gak mau bongkar dulu oleh oleh?"
"Nanti aja ah, kagok udah mau ashar."
"Mau mandi bareng sama aku?"
"Mas!" Inanti melotot yang mana malah membuat Alan tertawa tengil. Dia bermain bersama Nadia sementara Inanti menyiapkan air untuk bayinya.
"Anak Papa cantik banget sih? Kok mirip Papa ya, De? Sun sini."
Alan begitu gemas dengan pipi chubby bayinya, apalagi Nadia selalu merespon dengan tawa. "Ih… ompong! Dede ompong! Ha ha ha."
Geli digelitik oleh ayahnya, Nadia tertawa kuat.
"Dede perutnya buncit sih, sini sun sama Papa. Muachhhh!"
__ADS_1
"Mas?! Udah siap nih airnya."
"Yu…. Anak Papa mandiin sama Papa."
Sore itu, Alan dan Inanti memandikan putri mereka bersama sama. Sambil bercanda tawa, apalagi saat Nadia menangis yang tidak ingin beranjak dari air.
"Angkat aja, Mas."
"Kasian nanti nangis, Yank."
"Kalau gak gitu gak selesai selesai. Lagian takut masuk angin. Udah aja."
Dan benar saja, saat Alan mengangkatnya, Nadia menangis menjerit.
"Adawwwww, Dede kok kalau ngamuk mirip Mama banget sih."
🌹🌹🌹
"Dee…., Ayo tidur," ucap Alan menatap bayi di pangkuannya. Isya sudah lewat, tapi Nadia belum memejamkan mata. Alan sudah mengaji cukup lama, bahkan membuatnya serak.
"Dede gak mau tidur gituh?"
Nadia malah tersenyum. "Aduhh… De, tidur dulu ya, kan Mama sama Papa mau bikin temen buat dede."Â
Kenyataannya itu tidak berarti bagi Nadia, bayi yang terbaring di pangkuan Alan itu malah menatap Papanya dengan mata bulatnya.
Alan sengaja meminta Inanti membuatkan popcorn, dia ingin berduaan menonton film bersama istrinya.
"Ya?" Alan menengok terkejut ke pintu. "Apa, Yank?"
"Udah tidur?"
"Belum."
"Sini, aku kasih mimi deh, kamu makan aja popcorn nya, udah jadi kok."
"Bikinin jus mangga juga, Yank. Nadia udah aku kasih mimi dari sisa asi tadi, jadi kayaknya udah kenyang deh."
"Yaudah, aku bikin jus dulu."
Alan menghela napas lega. Pasalnya jika Inanti yang tidur di samping Nadia, dia akan ikut terlelap sampai akhirnya malam berduaan tidak terjadi.
"De, Papa ngaji lagi ya. Dede tidur, oke?"
Alan mulai mengaji kembali, kali ini dengan suara lebih pelan. Dan kenyataannya itu berhasil, akhirnya Nadia memejamkan matanya.
Alan tersenyum senang. "Makasih, De."
Dia mencium kening putrinya, dan menidurkannya di sana.
Bersamaan dengan Alan yang keluar kamar, Inanti hendak masuk.
__ADS_1
"Astagfirullah, Mas!"
"Kaget ya liat yang ganteng?"
"Nadia bobo?"
"Iya, yuk makan di sana."
"Aku mau liat dulu deh."
"Gak usah, aku bawa monitor nih. Jadi aman, Yank. Udah yuk."
Inanti terpaksa mengikuti suaminya, mematuhi instruksi suaminya seperti duduk di sampingnya sambil makan popcorn dan menonton televisi yang menampilkan film comedy romantis milik Hollywood.
Inanti merasa ada yang janggal. "Kamu besok yakin gak ngantor, Mas?"
"Enggak, Yank. Jadi bebas."
Inanti tahu lambat laun suaminya akan minta jatah padanya, dan dia tidak ingin kesiangan besok. Pasalnya mertuanya akan datang mengambil oleh oleh dari Jambi.
"Mas, aku gak mau besok kesiangan."
"Emang kenapa?"
"Mamah sama Papah kan mau ke sini."
"Gak papa, nanti aku suruh pulang lagi."
"Mas ih!"
"Aku belum pernah kencan sama kamu, Yank. Mau ngajak nonton sekarang kan ada ekor, masa Nadia di bawa. Jadi…., Berduaan aja dulu, nanti bobo barengnya agak maleman."
"Sekarang aja," rengek Inanti.
"Cieee…., Gak tahan ya?"
"Bukan gituh ih apasih! Orang besok ada tamu ke sini."
Alan menyeringai tengil. "Yakin nih sekarang?"
Inanti mengangguk malu malu.
Dan ketika Alan mendekat hendak mencium bibirnya, bel berbunyi.
Seketika Alan menengok ke layar monitor. Di sana ada Madelle, Riganta, Ayaza dan Abigail.Â
Kemudian di susul dengan notifikasi pesan.
Mamah : Bang, Mamah mau pada nginep. Soalnya mau pulang juga hujan. Abis ada acara tadi. sekalian mau ambil oleh oleh.
🌹🌹🌹
__ADS_1
TBC.