
🌹VOTEEE YEEE GAISSS🌹
"Ya allah, Van. Di sini gak ada kuntilanak, mana ada begituan. Bikin telur nyampe gosong."
"Abis takut, Tan," ucap Vanessa cekikikan. "Lagian ni rumah belum juga jam sembilan udah pada tidur."
"Dasar ya kamu, tinggal nyalain lampu masa," ucap Tante Metry masih greget dengan tingkah Vanessa. "Untung aja Judi pinter masak."
Vanessa menoleh menatap suami mudanya, dia sedang memasak sembari memakai apron. Terlihat sangat seksi dan menggairahkan baginya. Judi bisa memasak, suka olahraga dan pandai agama. Benar benar suami idaman.
"Ya ampun……, si bule itu ganteng banget ya, Tan."
Tante Metry berdecak. "Gak sadar kamu juga bule?"
Masih dengan menatap punggung Judi yang sedang memasak, Vanessa berucap, "Kebayang gak, Tan?"
"Apa? Kebayang apa? Makan telur arang punya kamu?"
"Kebayang kalau aku sama Mas Judi punya anak, duhhhh ganteng dan cantik."
Tante Metry tersenyum. "Makannya nih kalau mau cepet cepet hamil sering tahajud. Biar berduaan sama Allah."
"Berduaan gimana?" Tanya Vanessa kini menatap mata Tante Metry. Dia ingin penjelasan lebih dalam.
"Ya berduaan maksudnya kan kalau sholat tahajud yang bangunnya cuma kamu doang, jadi Quality time gitu sama Allah S.W.T."
Kening Vanessa berkerut. "Masa berduaan? Kan kalau jam sembilan pagi semuanya pada bangun."
"Itu sholat dhuha, Van. Ini tahajud."
"Ohhhhh! Tahajud yang malem itu, yang mau subuh ya?"
"Iya tuh, yang itu. Nanti kamu sholat tahajut, terus berdoa sama Allah. Minta apa aja. Soalnya waktu sholat tahajud adalah waktu terbaik, biar doa doa kamu mustajab."
Vanessa terlihat senang. "Langsung dikabulkan, Tan? Masa sih? Instant?"
"Gak ada yang instan, asal kamu berusaha dan berdoa."
"Tapi kenapa waktu tahajud itu terbaio buat berdoa?"
"Soalnya hanya orang orang tertentu yang terjaga, jadi Allah bisa denger jelas suara kamu. Kan yang lain pada tidur, jadi kamu bisa berduaan sama Allah."
Vanessa menyeringai, dia merencanakan untuk bangun di sepertiga malam nanti.
__ADS_1
"Yaudah ya, Tante ngantuk, Van." Tante Metry menguap lebar. "Jud! Tante mau tidur ah!"
"Gak mau nasi goreng, Tan?"
"Gak mau, maunya nasi bagus. Udah ah, byeeee."
Dan saat itulah Judi selesai memasak, dia menyimpan dua piring itu di meja. Tapi bukannya melihat makanan, mata Vanessa tertuju pada suaminya.
"Kenapa liatinnya kayak gitu?"
"Ganteng banget sih, dasar berondong."
"Berondong? Kamu pengen jagung popcorn?"
Vanessa berdecak, dia mengambil sendok. "Beda ya kalau ngomong sama anak kecil."
"Apa? Anak kecil?"
Judi dan Vanessa duduk berhadapan.
"Iya lah anak kecil, wong umurnya jauhhhhhh di bawah."
Dengan penuh penekanan dan wajah sabar, Judi berkata, "Gini gini juga pemimpin keluarga."
"Ohhh…. Iya lupa, Mas Judi Tersayang."
Vanessa mengerucutkan bibirnya. "Lagian kalau keluarga itu harus ada anak anak, ini mah gak ada."
Judi memilih memakan bagiannya.
"Mas Judi! Woy! Kapan kita bikin anak?"
"Diem, Ijah."
Vanessa menyandarkan punggungnya frustasi. "Kok masih Ijah sih? Kapan jadi Queen nya?"
"Sok pengen jadi Queen, Ijah masih nempel tuh."
🌹🌹🌹
"Jud, tidurnya di atas aku aja ya."
"Mas… manggilnya Mas… yang sopan sama kepala keluarga."
__ADS_1
Vanessa berdecak. "Lagian kamu muda, dipikir pikir aneh kalau manggil Mas. Jadi gemanaaaaa getoh."
"Mau manggil Mas atau terus dapet predikat Ijah?"
"Iya deh, Mas Judi. Tidur sini."
Judi yang selesai berbenah diri masuk ke dalam selimut di samping Vanessa. Meski tidur mereka mulai satu ranjang, Judi belum menyentuh istrinya.
"Yuk kita wik wik."
Judi malah memejamkan matanya sambil tidur menghadap langit langit. "Udah tidur."
Vanessa mengerucutkan bibirnya kesal.Â
"Mas Judi, udah tidur?"
Tidak adanya jawaban dari Judi membuat Vanessa ikut mengantuk. Hingga akhirnya dia juga terlelap dalam tidur nyenyak.
Selama terlelap, tidur mereka damai. Sampai jam jam mulai terlewati, mata Vanessa terbuka begitu saja.
Alam seolah membantunya. Vanessa segera melihat jam. "Yes, masih jam tiga," ucapnya.
Vanessa beranjak dari ranjang untuk ke kamar mandi. Karena akan berduaan dengan pencipta-Nya, Vanessa sengaja mandi dan mempercantik diri dengan wewangian.
Vanessa terkekeh. "Berduaan sama pacar aja wangi, masa sama pencipta jelek. Malu kan," gumam Vanessa yang memakai mukena.
Namun, saat hendak memulai, Vanessa lupa dengan niatnya.
"Aduh, niatnya gimana ya?" Gumam Vanessa.
Dia melangkah mencari ponselnya dan mencari tahu niat sholat tahajud. Namun, ponselnya tiba tiba saja mati karena habis baterai.
"An-- Astagfirullah, inget inget Allah liatin," ucapnya.
Vanessa melangkah menuju suaminya untuk menanyakan. Dia menggoyangkan pelan tubuh Judi.
"Mas… mas….," Panggil Vanessa.
Namun, saat itu Judi tengah bermimpi buruk. Dan ketika dia membuka mata dan melihat sosok mirip pocong.
"Astaga! Ijah! Ijah!"
Vanessa ikut terkejut. "Ini Ijah, ini Ijah."
__ADS_1
🌹🌹🌹
TBC