
🌹VOTEEE YEEE GAISSSS🌹
"Gampang, Van," ucap Tante Metry. "Nih, sembari makan kue nya."
Vanessa melakukannya, dia memakan kue sambil mendengarkan penuturan Tante Metry bagimana cara agar suami betah lama lama di ranjang.
"Kamu sering pake pakain seksi?"
Vanessa menatap dirinya sendiri yang kini juga hanya memaka hotpants dan sport bra. "Iya, Tan."
"Harusnya di minimalisir, biar pas kamu pake pakaian seksi jadi pangling."
"Jadi keliatan beda gitu ya, Tan?"
"Iya, supaya pas sekalinya liat kamu seksi, si Judi kesemsem."
Vanessa cemberut. "Terus sehari haru aku pake apa dong, Tan?"
Tante Metry menatap dirinya sendiri sebagai isyarat. Yang mana membuat Vanessa memelotokan matanya. Masa iya dirinya memakai gamis kebesaran dengan jilbab yang mirip mukena.
"Pake gamis gitu yang gede gede?"
"Gak usah gamis juga gak papa, asal tertutup."
"Tan….," Ucap Vanessa tertarik pada hal lain. "Itu Tante pake gamis sama kerudung gede gak gerah?"
"Enggak, kalau awal awal emang iya."
"Kenapa di sini gak pake semacam daster aja? Kan di sini pelayannya cewek semua."
"Nah itu dia…. Suami akan merasa special jika kita melakukan atau menunjukan apa hanya di depan dia aja. Kayak Tante kan seksi nya cuma di depan suami, itu si suami nanti merasa special."
Vanessa diam berpikir, apa yang belum pernah dia lakulan di depan orang lain?
"Kayaknya aku gak punya sesuatu yang special deh, Tan."
"Masa iya gak punya, pikir pikir dulu. Biar si Judi nantinya merasa speciaaaaallll gitu," ucap Tante Metry sambil merentangkan tangannya.
Dan ketika sedang asyik bercerita sambil makan, Oma Asih memanggil dengan suara menggelegar. "Metry! Metry! Bukannya kamu harus pergi?"
"Iya, Bu! Ini mau berangkat!" Teriak Tante Metry.
Membuat Vanessa bertanya, "Mau ke mana, Tan?"
"Itu, mau ke butik. Toko toko Tante kan pindah ke daerah sini biar deketan sama Ibu. Kamu mau ikut gak?"
Vanessa diam sejenak, dia ingat perkataan Judi untuk tidak pergi ke mana pun. "Enggak deh, Tan. Aku di sini aja."
__ADS_1
"Lah, kamu belum liat liat Amsterdam loh, jalan jalan bentar mah gak kenapa napa kali. Kenapa? Si Judi takut kamu diculik bule Belanda?"
Vanessa tertawa. "Gak tau, Tan. Lagian aku males keluar. Nanti aja sama Mas Judi."
Tante Metry menggeleng sambil berdecak.
"Kenapa, Tan?"
"Enggak, Gak nyangka aja ada yang bakalan manggil Mas sama si Judi."
Vanessa tertawa. "He he, lagian biar gak menciri'i kalau aku lebih tua, Tan. Faktanya kan wajahnya lebih boros dia."
"Bener sih, tinggi banget dia."
"Metryyyyy!" Oma Asih kembali memanggil.
Membuat Tante Metry menghela napas. "Yaudah ya, berangkat dulu."
"Iya, Tan."
"Assalamualaikum."
Vanesaa diam sejenak sebelum menjawab. "Waalaikum salam."
Dan saat Tante Metry turun ke lantai satu, dia mendapat pukulan dari Oma Asih di punggungnya.
"Aduh, Ibu! Sakit!"
"Tertular apanya?"
"Barong kayak dia."
"Barong? Barong apaan?"
🌹🌹🌹
Mile memberikan berkas terakhir untuk ditanda tangan.
"Mile, tolong pesankan makan siang dari restaurant China."
"Baik, Tuan."
Mile pergi dari dalam ruangan, meninggalkan Judi yang telah selesai menandatangani berkas.
Pekerjaannya di sini lebih banyak meeting, diskusi dengan pengusaha asing untuk bekerja sama.Â
Judi melihat perusahaannya di sini sudah stabil, tapi di Indonesia belum sebaik ini. Para pekerjanya masih ada yang sering menyalahgunakan kuasa.
__ADS_1
Dia ingin kembali ke Indonesia, tapi Vanessa menjadi penghalang.
Ingat dengan istrinya, Judi menelpon.
Dan saat mengangkat, Vanessa berkata, "Hallo, Mas Judi Tersayang….. Aaakkkkhhhhh, rindu ya sama aku?"
Judi menelan ludahnya. "Assalamualaikum, Ijah. Gitu dulu."
"Oh, waalaikum salam. Abis jawab gimana, Mas?"
Kesal dengan suara suara sensual, Judi menaikam nada bicaranya. "Jangan gitu napa, Jah."
"Ha ha ha ha! Enak kan! Terangsang kan?!"
"Mana ada terangsang. Udah sholat belum?"
"Sholat apaan lagi?"
"Ya Allah!" Judi tidak percaya. "Liat jadwal yang udah aku bikin. Liat jam nya. Sholat dzuhur cepatan."
"Iya iya."
"Jangan bohong."
"Kapan aku bohong sama Mas Judi yang menggoda?"
Judi berkedip. "Yaudah, nanti kalau udah ditelpon. Aku pulang di tes lagi. Apalin yang tadi, Jah."
"Iya, Mas Tersayang."
"Assalamualaikum."
"Waalaikum salam. Bhyeeeee, akkkhhhh…."
Judi memijat keningnya saat sifat sensual Vanessa semakin menjadi jadi. Dan saat itu pintu ruangannya diketuk, Mile masuk ke dalam. "Ini makan siang anda, Tuan."
"Simpan di sana."
"Baik."
Dan ketika Mile menyusun makan siangnya, Judi teringat sesuatu. "Apa kau sudah mencari tahu tentang kabarnya?"
"Iya, Tuan." Mile berbalik. "Yang saya dapatkan dari salah satu temannya, hubungan Tuan Alan dan Nyonya Inanti semakin membaik tiap harinya. Dan dari salah satu adiknya yang berteman dengan adik saya, dia mengatakan Tuan Alan memecat semua anggota keluarganya dari perusahaan karena menyakiti istrinya."
"Terima kasih, kau boleh keluar."
Mile melakukannya. Saat sekretarisnya pergi, Judi tersenyum bahagia. "Akhirnya kamu bahagia, Nan…. Tetaplah seperti ini, bahagia dan tertawa bersama orang yang kamu cintai."
__ADS_1
🌹🌹🌹
To Be Continue….