
🌹JANGAN LUPA KASIH EMAK VOTE YA ANAK ANAK KESAYANGAN EMAK.🌹
🌹IGEH EMAK JUGA DI FOLLOW DI : @REDLILY123.🌹
🌹EMAK SAYANG KALIAN, SELAMAT MEMBACA.🌹
Vanessa keluar dari sana dengan wajah linglung, supirnya yang melihat itu menjadi khawatir. “Nyonya, apa anda baik baik saja?”
Vanessa tidak menjawab, dia masuk ke mobil begitu saja dengan tatapannya yang kosong. Sepanjang perjalanan dia diam, membuat supirnya khawatir. Apalagi majikannya seolah menahan rasa sesak dan tangisan.
Sementara Vanessa mencoba mencerna kata kata yang diberikan petugas tadi. Mengatakan kalau ayahnya telah meninggal akibat berselisih dengan narapidana lain hingga menimbulkan keributan. Narapidana tersebut sudah dipindahkan dan dituntut oleh Judi sehingga hukumannya bertambah.
Sedangkan ayahnya sudah dikuburkan. Dan itu terjadi sebulan yang lalu? Vanessa merasa tidak percaya, jika benar ayahnya meninggal sebulan yang lalu, maka suaminya tega telah menyembunyikan fakta ini.
“Nyonya, apa anda baik baik saja?”
“Pergi ke pemakaman di jalan XXXX.”
“Baik, Nyonya.”
Sebelumnya petugas tersebut memberitahukan kalau ayahnya dikuburkan di pemakaman keluarga milik suaminya. Dan Vanessa ingin memastikan sendiri ke sana.
Tidak butuh waktu yang lama, akhirnya Vanessa sampai.
Dadanya sesak ketika kakinya menginjak tanah.
“Perlu saya temani, Nyonya?”
__ADS_1
“Tidak,” jawab Vanessa dengan datar.
Dia berjalan begitu saja memasuki pemakaman keluarga itu. Jantungnya berdetak kencang, matanya menatap sekeliling untuk mencari apa yang tidak ingin dia temukan.
Dan satu air mata jatuh tatkala melihat ada makam baru. Semakin Vanessa melangkah, air matanya jatuh semakin deras. Apalagi saat nama yang tertulis di nisan semakin jelas. Tubuhnya bergetar menahan tangis.
“Ayah,” ucapnya dengan suara parau dan akhirnya tertunduk di atas tanah. Gamisnya kotor akibat tanah becek karena hujan.
Tapi Vanesa tidak mempedulikannya, tangannya mengusap nisan itu dengan hati yang sesak.
“Ayah…. Ayah…. Ayah….” Itulah yang Vanesa katakana selama berulang ulang.
Di sisi lain, supir pribadi keluarga Judi menunggu di sana. Dia menatap jam tangannya saat merasakan kalau majikannya pergi begitu lama, dan cuaca mulai mendung.
Karena suara guntur mulai mengendalikan, supir itu segera menyusul Vanessa ke dalam pemakaman dan mencari keberadaannya. Sampai dia menemukan majikannya sedang tergeletak tidak sadarkan diri.
“Astagfirullah, Nyonya!”
🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sambil menunggu, Tante Metry kembali mencoba menghubungi Mile untuk menanyakan keberadaan Judi.
“Hallo, Mile?”
“Iya, Nyonya?”
“Dimana Judi?”
__ADS_1
“Tuan Judi pergi dengan temannya.”
“Kemana?” tanya Tante Metry panic.
“Saya tidak tahu, mereka bilang akan pulang pagi nanti.”
“Astaga, Mile. Kau tahu apa yang terjadi bukan? Tolong cari dia dan bujuk supaya kembali ke Indonesia supaya menyelesaikan masalahnya dengan istrinya.”
“Akan saya coba sebisa saya, Nyonya.”
“Tentu saja, jangan biarkan dia bergabung dengan anak anak itu. Judi mudah terpengaruh jika bersama dengan temannya.”
“Saya paham, Nyonya.”
“Dan aku tidak mau tahu, besok kau harus membawanya kembali ke Indonesia.”
“Saya lakukan yang terbaik.”
Tante Metry benar benar frustasi, Judi kini bertemu dengan teman yang pernah menjadikannya nakal saat di Belanda, teman masa kecilnya. Itu membuatnya khawatir.
Saat mendapatkan telpon, Tante Metry bahagia, dia pikir itu Mile atau Judi, tapi ternyata itu adalah Oma Asih.
Ini yang selalu membuat jantungnya tidak karuan. Dirinya juga diteror oleh ibunya.
“Hallo, Assalamualaikum, Bu?”
“Waalaikum salam. Met, kasih tau Judi, Vanessa tau semuanya, dia pingsan sekarang di rumah sakit.”
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
TO BE CONTINUE