Istri Untuk Alan

Istri Untuk Alan
Season 2 : Kebohongan pertama


__ADS_3

🌹Jangan lupa kasih emak vote ya anak anak kesayangan emak.🌹


🌹Follow igeh emak juga di : @REDLILY123.🌹


🌹Emak sayang kalian, selamat membaca anak anak kesayangan emak.🌹


Pada akhirnya, Judi melakukan Video Call dengan sang istri setelah keputusannya untuk pergi ke Belanda sebentar. Di sana Vanesa mendengarkan dengan seksama penjelasan dari sang suami. Akhirnya Judi mengatakan semuanya, kecuali keharusannya untuk pindah ke Belanda jika di Indonesia sudah tidak memungkinkan lagi.


“Gak papa, Mas,” ucap Vanessa. “Mas berangkat aja ke Belanda. Jangan khawatir. Tapi tetep hati hati ya, hubungi aku kalau ada waktu luang. Terus jangan banyak pikiran, kita akan baik baik saja oke?”


Judi tersenyum mendengar nasihat sang istri. Memang Vanessa selalu bersikap dewasa di waktu yang tepat, dia selalu menjadi pendorong nomor satu dirinya.


“Kapan berangkatnya?” tanya Vanessa.


“Kemungkinan besok, tapi gak papa ya aku gak pulang dulu?”


“Gak papa, Mas. Sama Mile ‘kan?”


Judi mengangguk. “Aku juga nginep di rumah Oma Asih kok.”


“Udah minta izin?”


“Gak mungkin dia gak izinin kan?”


“Tapi harus ada tatakrama ‘kan?”


Judi malah tertawa. “Iya nanti aku nelpon Oma.”


“Oma lagi nonton tv kok di bawah, mau aku samperin.”

__ADS_1


“Jangan,” tahan Judi tidak mau istrinya naik turun tangga, apalagi dalam kondisi hamil. “Kamu lagi hamil.”


“Lah emang iya.”


“Jangan kecapean.”


“Mas….,” ucap Vanessa yang mulai lelah menjelaskan kalau kandungannya sehat, apalagi tadi habis dari doker kandungan. 


“Jangan keseringan naik turun tangga, Yank. Kalau bisa jalan jalan di tempat datar. Paur tau,” ungkap sang suami. “Tapi jenis kelaminnya belum keliatan?”


“Sengaja aku gak mau liat.”


“Loh?”


“Biar kejutan dong, Mas.”


Judi menelan ludahnya. “Yaudah deh, aku mau nelpon Oma dulu ya. Kamu istirahat.”


“Iya, Sayang. Kiss nya mana?”


Malu malu, Vanessa memberikan flying kiss pada sang suami.


“Ih pinter, bobo yang nyenyak ya. Jangan kangen sama Mas Judi. Assalamualaikum.”


“Waalaikum salam.”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Hari ini adalah hari keberangkatan Judi ke Belanda, dia menunggu Mile menjemputnya di caffe sambil bermain game. Mungkin istrinya benar, jangan terlalu dipikirkan. Bekerja secukupnya, bermain secukupnya, ibadah seterusnya.

__ADS_1


Setelah bermain game, Judi menyempatkan membaca beberapa artikel yang mampu mendinginkan hati. Dia juga membaca novel online yang bertemakan islami dan memiliki bahasa Inggris untuk terus melatih kosakatanya.


Meskipun Judi sudah fasih berbahasa Inggris, tapi dia ingin terus belajar.


Sampai akhirnya tidak terasa sudah banyak bab yang di abaca, Mile akhirnya muncul.


“Tuan,” ucap Mile mendekat dan duduk di kusri lain.


“Mile, kau terlambat, tidak biasanya. Ada apa? Jangan bilang ada masalah.”


“Ada kabar duka,” ucap Mile membuat Judi seketika menyimpan ponselnya.


“Katakan padaku.”


“Ayah mertua anda meninggal, seorang narapidana lain menikamnya. Sebelumnya terjadi perkelahian.”


“Inallilahi,” gumam Judi, dia tidak menyangka akan mendapat kabar seperti ini saat kondisinya sedang genting seperti ini. “Apakah…. Vanessa tahu?”


Mile menggeleng. “Saya sudah meminta pihak kepolisian untuk menghubungi saya jika sesuatu terjadi.”


“Jadi dia tidak tahu?” tanya Judi.


Mile mengangguk, membuat Judi menarik napasnya dalam. “Jangan beritahu dia, simpan semuanya. Aku yang akan bicara dengannya nanti.”


“Tapi, Tuan…. Saya pikir itu bukan ide yang bagus.”


“Aku takutakan terjadi sesuatu pada kandungannya, jadi jangan beritahu dia dahulu.”


“Baik, Tuan,” ucap Mile menuruti apa kata majikannya.

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


TO BE CONTINUE


__ADS_2