
🌹Jangan lupa kasih emak vote yaa ghaisss.🌹
🌹Jangan lupa juga follow igeh emak di : @RedLily123.🌹
🌹Selamat membaca dan emak sayang kalian yah.🌹
Vanessa menunggu suaminya membawakan makanan kesukaannya, tapi karena lama, akhirnya Vanessa makan nasi goreng buatan Bibi Pembantu di sana.
Saat mendengar suara mobil suaminya, Vanessa bersiap siap untuk memperlihatkan wajah kesalnya pada sang suami.
Namun, saat hendak marah, Vanessa terkejut melihat ada penampakan di dalam mobil yang begitu mirip dengan Oma Asih.
“Astagfirullah, Mas! Aku liat Oma Asih di dalam tau!” teriak Vanessa kaget, dia memegang dadanya yang berdetak kencang. “Mas! Aku lihat dia!”
Judi hanya tersenyum saat keluar dari mobil dengan menatap wajah terkejut istrinya, Vanessa terlihat sangat lucu saat terkejut. Membuat Judi tidak tahan dan malah mencubitnya.
“Mas! Lihat! Aku gak salah lihat! Itu jin apa yang menyerupai Oma!”
Dan Oma yang ada di dalam sana malah diam saja, dia hanya berkedip menatap Vanessa yang terlihat ketakutan.
“Mana? Gak ada,” ucap Judi melihat ke arah yang sama dengan istrinya. “Gak ada, Sayang.”
“Itu apa itu?” tanya Vanessa dengan mata melotot.
Tidak tahan dengan pikirannya, Vanessa berjalan mendekati mobil hendak membuka pintu mobil untuk memastikan.
Dan saat dibuka, Oma Asih berkata, “Baaa!”
“Astagfirullah! Jin apa ini!”
BUK.
Oma memukul bahu Vanessa yang membuat Vanessa diam, matanya melotot. “Oma?”
__ADS_1
“Kamu pikir siapa? Jin?”
“Loh kok Oma di sini sih?” tanya Vanessa terkejut.
“Judi yang maksa Oma ke sini, katanya takut kamu makan besi.”
Bukannya marah, Vanessa malah tertawa tawa, dia memeluk Oma Asih dengan erat kemudian membantu Oma Asih keluar.
Judi menatap istrinya begitu bahagia di sana. “Kok Oma gak bilang bilang sih?”
“Tadinya mau bikin kejutan, tapi keburu disangka setan.”
Vanessa tertawa, dia memeluk Oma Asih saat berjalan masuk.
“Mas, ngapain berdiri di sana? Itu bawaan Oma Asih banyak.”
Judi menghela napas. “Gini ya rasanya dikacangin.”
“Judi koper Oma bawa.”
🌹🌹🌹🌹🌹
Setelah Oma Asih datang, Vanessa terlihat sangat senang. Wajahnya bersinar, bahkan dia selalu berada di sekitar Oma dan enggan berhenti bicara.
Judi menatap istrinya dari daun pintu sambil tersenyum, dia sangat antusias membantu Oma merapikan barang barangnya.
“Oma tau tidak? Kemarin aku membuat pecel, rasanya lumayan enak.”
Oma Asih yang pusing itu malah merebahkan dirinya. “Judi!”
“Aku di sini, Oma.”
“Oma kenapa?”
__ADS_1
“Judi istrimu terus saja bicara.”
“Oma, aku hanya ingin berbagi cerita bersama Oma, apa ini bukan waktu yang tepat?” tanya Vanessa.
“Bawa istrimu, Judi.”
Judi segera datang, dia meletakan barang yang dipegang istrinya. “Biar nanti Bibi Pembantu saja yang merapikannya.”
“Gak papa biar aku aja, Mas. Oma, aku janji nggak akan bicara apa pun.”
Judi takut istrinya tersinggung, mengingat orang hamil dan wanita haid selalu seperti itu. Judi mempelajarinya dari internet sendiri. “Nanti saja, Oma sedang lelah. Kita biarkan dia beristirahat ya.”
Vanessa puu mengangguk. “Oke, kita makan aja yuk.”
Judi mengangguk.
“Oma mau makan sekarang?”
“Ah, Judi istri kamu berisik!”
Judi yang malah merasa bersalah, dia menggenggam tangan istrinya. “Oma kayaknya nanti aja ya, kita aja dulu. Tolong siapin makanannya ya.”
Dengan ceria, Vanessa mengangguk. “Oke.”
Dan setelah Vanessa keluar, Judi menatap Oma Asih dengan tatapan datarnya. “Oma,” ucap Judi meminta pengertian.
Oma langsung duduk seketika dan menatap Vanessa yang menjauh. Oma menggeleng gelengkan kepalanya heran. “Lihat, dia bar bar meski sedang hamil. Dia kuat, Judi. Jangan khawatirkan apa pun, bahkan emosinuya.”
Judi yang paham dengan tingkah Oma itu langsung marah dan kesal. “Oma seharusnya tidak seperti itu. Jangan permainkan orang hamil. Astaga Oma.”
Dan saat Judi pergi, Oma menggeleng tidak percaya. “Sepertinya akan lebih buruk jika Judi yang merasakan efeknya.”
🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
TO BE CONTINUE