Istri Untuk Alan

Istri Untuk Alan
Season 2 : Manusia yang Rindu


__ADS_3

🌹Jangan lupa kasih emak vote ya anak anak kesayangan emak yang emak cintai.🌹


🌹Jangan lupa juga follow igeh emak di : @RedLIly123.🌹


🌹Selamat membaca, emak sayang kalian sekali.🌹


Judi terbangun dari tidurnya, dia melihat jam yang masih menunjukan pukul satu malam. Dia tidak mengantuk sehingga memutuskan untuk turun ke lantai bawah. Saat hendak membawa soda di kulkas, Judi merasa dirinya melihat sebuah bayangan di belakangnya.


Dan saat dirinya menengok. “Astaga, Oma!” teriak Judi kaget. “Oma ngapain di situ hah?”


“Duduk.”


“Maksudnya jam segini ngapain di sini, Oma?”


“Duduk, emang kamu gak liat Oma lagi duduk?”


Judi menarik napas dalam. “Oma, kenapa bangun?”


“Gak ngantuk.”


“Selain duduk Oma ngapain lagi?”


“Lagi mikir.”


“Mikir apa?” tanya Judi yang penasaran, dia ikut duduk di sofa samping Oma. Bahkan Judi menyalakan lampu duduk supaya mereka berdua tidak bicara dalam kegelapan. “Oma.”


“Apa?” tanya Oma Asih malas, dia masih setengah sadar, dan sekarang sudah mulai mengantuk kembali. “Mau ngomong apaan?”


“Itu…. Besok Judi harus keluar kota, ada masalah sama kantor cabang. Pemilik sebelumnya nyari masalah, bahkan melibatkan polisi.”


“Yaudah pergi aja.”


“Judi titip Vanessa ya.”


“Tenang, serahin semuanya sama Oma.”


“Tapi hari minggu ini mungkin Vanessa minta dianter ke lapas Papahnya, soalnya minggu kemaren enggak. Tolong anter ya, Oma.”


“Jangan khawatir, lagian itu si Delisa juga bawahannya Mile.”


“Serius?”

__ADS_1


Oma Asih mengangguk. “Jadi jangan khawatir, gak akan ketemu siapa siapa lagi. Kalau pun ada yang julid, nanti Oma yang jaga kok.”


Dan saat mereka berdua sedang bicara, terdengar suara panggilan. “Mas?” panggil Vanessa.


Dan Judi melihat sang istri keluar dari kamar, yang mana membuatnya segera berlari ke sana. Judi khawatir apalagi melihat lampu tangga yang mati.


“Sayang, kalau mau ke sini lampunya nyalain dulu.”


“Lagi ngapain?”


“Enggak, ngajak ngobrol Oma doang.”


“Omanya mana?”


“Udah ke kamar lagi tuh,” ucap Judi menunjuk dengan tatapan, melihat pintu kamar Oma yang tertutup kembali.


“Aku lupa belum siapin baju kamu, Mas.”


“Gak papa besok aja.”


“Besok bakalan ribet, sekarang aja. Lagian aku nggak ngantuk,” ucap Vanessa sambil melangkah kembali masuk ke dalam kamar.


Diikuti oleh sang suami yang memegang erat pinggangnya.


“Kenapa, Mas?”


Dan saat tatapan mereka bertemu, Judi berdehem.


“Hah?” tanya Vanessa yang belum paham.


“Buat bekel, Yank.”


🌹🌹🌹🌹🌹


“Jangan kangen ya, Sayang,” ucap Judi saat mereka masih berada di kamar.


Suaminya sudah siap dengan pakaian yang rapi, koper dan juga wajah tampannya.


Vanessa mengangguk. “Cuma satu minggu kan?”


“Doain aja, semoga masalahnya nggak serius.”

__ADS_1


“Aamiin,” ucap Vanessa.


Untuk yang kesekian kalinya, Judi merentangkan tangannya meminta pelukan.


Vanessa terkekeh melihat itu, dia akhirnya mendekat dan memeluk sang suami.


Tidak lupa Judi juga mengusap ngusap perut membuncit istrinya untuk mengucapkan selamat tinggal pada calon bayi mereka.


“Suamimu ini akan segera pulang, jadi jangan terlalu merindukannya.”


Vanessa terkekeh, dia mengangguk anggukan kepalanya. “Okey.”


“Dan, Nak, kau juga jangan sedih, ayah akan segera pulang menemui bundamu.”


Vanessa semakin terkekeh mendengar panggilan itu.


Saat sedang berpelukan, terdengar suara ketukan. “Tuan, Nyonya, maaf mengganggu. Tuan Mile sudah datang.”


“Oke, Bi,” jawab Vanessa sembari melepaskan pelukan sang suami. “Mas, itu Mile udah nunggu. Nanti ketinggalan pesawat.”


Judi menghela napas berat, dia keluar kamar sambil membawa koper dan menggenggam tangan sang istri.


“Biar saya saja, Tuan,” ucap Mile mengambil alih koper.


Seperti biasa, Judi memeluk Oma Asih untuk berpamitan. Dan saat memeluk sang istri, Judi kembali berbisik, “Jangan merindukanku, aku akan segera pulang.”


“Baik.”


“Assalamualaikum.”


“Waalaikum salam,” jawab Vanessa dan Oma Asih.


Ketika masuk ke mobil, Judi menyempatkan diri mengeluarkan kepalanya dari jendela mobil kemudian berkata, “Jangan rindu.”


Vanessa tertawa, dia melambaikan tangannya pada kepergian sang suami.


Dan beberapa saat kemudian ketika Oma Asih dan Vanessa masuk ke dalam rumah, Vanessa mendapatkan pesan dari sang suami yang berisi : ‘Jangan rindu, Sayang. Aku akan segera pulang.’


“Astaga,” gumam Vanessa. “Siapa sebenarnya yang rindu?”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


TO BE CONTINUE


__ADS_2