
🌹VOTE YA GAIS🌹
SELAMAT DATANG DALAM CERITA ABANG JUDI DAN IJAH.
🌹HAPPY READING🌹
Amsterdam, Belanda.
Sampai di bandara, Vanessa berjalan menuju caffe tanpa sepengetahuan Judi.
"Ijah, lu mau ke mana?"
"Haus. Bayarin dong."
Judi terpaksa mengikutinya. "Nanti minum aja di rumah."
"Kagak mau," ucap Vanessa penuh penekanan. Dia memesan pada pelayan di sana beberapa menu besar.
"Lu mau minum apa makan?"
"Dua duanya lah, lu kan kaya."
Judi menghela napas dalam, dia duduk di depan Vanessa. Rasa risih terjadi saat Judi melihat belahan dada Vanessa yang berwarna kecokelatan. Kulit Vanessa eksotis.
"Dada nya tutupin."
Vanessa menyeringi. "Lu mau kan? Bayangin kepala lu masuk sini."
"Amit amit," ucap Judi seketika.
"Halah, nanti lu ketagihan tau, Jud." Vanessa tersenyum eksotis. "Dasar berondong, belum pernah kan nyungseb di dada cewek?"
"Amit amit."
"Dasar anak polos."
Saat itulah makanan datang, Vanessa bersiap memakannya.Â
Namun Judi menahan tangan istrinya. "Berdoa dulu."
"Bismillah."
"Jangan setengah setengah gitu, nanti lu mau kalau wik wik gue masukin setengahnya aja?"
__ADS_1
Vanessa menggeleng seketika. "Kagak mau. Bissmillahirahmanirrahim."
"Nah gitu."
"Nanti kalau wik wik masukin semua ya."
"Makan dulu, Ijah. Pikiran lu kotor mulu."
🌹🌹🌹
"Sudah sampai, Tuan," ucap Mile --Pengacara Pribadi-- Judi yang selama ini menemaninya.
Judi menyimpan ponsel yang selama ini dia mainkan, dia menengok menatap perempuan di sampingnya yang tertidur.Â
"Keluarlah lebih dulu," ucap Judi pada Mile.
"Baik, Tuan."
Setelah Mile keluar dari mobil, baru Judi menggeser tubuhnya dimana Vanessa yang menyandar padaya tidak lagi mendapatkan sandaran.
"Aduh!" Vanessa bangun saat kepalanya terpentuk kursi mobil, dia membuka matanya. "Udah nyampe?"
"Bangun, apus tuh iler."
"Iler iler, mana ada cewek cantik kayak gue ileran," ucap Vanessa kesal. Kenyataannya dia mengusap bibirnya menyeka air liur yang sempat keluar.
"Enak aja lu. Awas aja ya, Jud. Kalau lu udah liat body gue, lu sujud di bawah kaki gue."
"Ogah! Kaki lu kekeongeun!" Ucap Judi keluar mobil lebih dulu.
"Judi!" Vanessa ikut keluar, dia baru sadar dirinya sampai di sebuah mansion besar. "Woooowww, ini rumah lu?"
"Rumah Oma gue."
"Tapi gue gak bisa bahasa Belanda."
"Oma gue orang Indo, kalem aja. Makannya lu harus sopan sama dia."
"Asal kasih wik wik ya, Jud."
"Ogah!"
Segera Judi melangkah ke dalam, diikuti Vanessa di belakang. Saat Vanessa masuk, dia melihat ada beberapa pelayan menyambut dengan bahasa Indonesia. Salah satu dari mereka mengatakan Oma sedang istirahat.
Jawaban itu membuat Judi naik ke lantai atas yang diikuti Vanessa. "Tunggu napa, Jud!"
__ADS_1
"Cepetan, Ijah. Kaki lu panjang gak ada guna."
"Gunanya buat wik wik sama lu."
Judi menggeleng malas.Â
Saat masuk kamar, Vanessa langsung membuka pakaiannya dan menyisakan pakaian dalam. Yang mana membuat Judi melotot.
"Pake baju, Ijah!"
"Geraaaaahhhh, enak banget AC nya ampun."
"Pake baju!" Perintah Judi lagi.
Membuat Vanessa menyipitkan matanya. "Lu kegoda kan? Gue seksi kan?"
"Mana ada! Ayo ke kamar mandi."
Vanessa segera berdiri. "Mau wik wik di kamar mandi?"
"Wudhu, Ijah! Lu belum sholat ashar."
"Tadi udah."
"Tadi dzuhur."
"Sholat kok banyak amat sih?"
"Mau wik wik gak?"
Saat itulah Vanessa langsung ke kamar mandi.Â
"Pake baju."
"Abis sholat wik wik?"
"Gak segampang itu bisa wik wik, kalau ngaji lu lancar baru."
"Seabad kali!"
"Makannya cepetan wudhu."
"Lu gak cape? Istiraha dulu napa, rehat bentar."
"Ijah……," panggil Judi halus. "Lu kalau jalan ke neraka gak ada rehat. Cepetan!"
__ADS_1
🌹🌹🌹
TBC