Istri Untuk Alan

Istri Untuk Alan
Season 2 : Rayuan


__ADS_3

🌹Voteee sebelum membaca ya kalian semua ghaisss🌹


🌹Jangan lupa buat follow ig emak di : @REDLILY123🌹


“Ibu, kita mau kemana sih?” tanya Tante Metry saat dia harus pergi ke pasar di siang terik seperti ini. 


Dan sialnya Oma Asih lebih energic di pasar tradisional, dia berlegak legok mencari rempah rempah dengan sangat lincah.


“Ibu….,” rengek Tante Metry merasa frustasi harus mengikuti Ibunya.


Air yang dibelinya saja sudah hampir habis.


“Ibu, bicaralah padaku.”


“Anak anakan, kalau Ibu bicara nanti kau akan semakin merasa lelah.”


“Ibu, kita mencari apa lagi? Kita bisa memesan dan menyuruh orang mencari ini itu.”


“Cobalah untuk tidak merepotkan orang lain, Met.”


“Bukannya merepotkan orang, Bu. Tapikan nanti kita lelah sendiri, apalagi perjalanan masih panjang ke tanah Jawa.”


“Ibu harus cari kencur.”


“Nanti Vanessa tidak akan tau bagaimana cara membuat jamu.”


“Ibu yang akan membuatkannya.”


Tante Metry menatap semakin tidak percaya. “Ibu bercanda?” tanya dia dengan nada tinggi. “Nanti kita sewa blender di hotel gitu?”


“Ya enggak lah, Met. Kamu gak mikir apa, ya Ibu tau tempat pembuatan jamu. Sekalian nulis nulis resep.”


“Nanti kesorean kita ke tempat Judi.”


“Yak an gak papa.”


“Nanti malamnya mereka pergi.”


“Aaaaaa!” teriak Oma Asih saat melihat banyaknya rempah rempah. “Subhanallah, liat, Met. Banyak sekali rempah.”


Dan Tante Metry hanya bisa pasrah.

__ADS_1


“Gak usah banyak banyak, Bu.”


“Biar dia subur lah. Udah jangan ganggu, nih bawa kantong ini.”


Sudah ada empat kantong di tangan tante Metry, dan kini bertambah lagi.


🌹🌹🌹🌹


Sepanjang sisa perjalanan, Vanessa lebih banyak diam dan menatap kosong. Dan Mile menyadari itu, dia tidak lagi melihat majikannya yang ceria seperti sebelumnya.


“Apa anda baik baik saja, Nyonya?”


Vanessa menarik napas dalam saat mendengar pertanyaan itu. “Ya, aku baik baik saja.”


Dan sisa perjalanan menuju rutan hanya ada kedamaian atau lebih tepatnya keheningan.


Saat sampai, Mile yang masuk lebih dulu dengan Vanessa yang ada di belakangnya. Segala keperluan dilakukan oleh Mile, Vanessa hanya duduk menunggu di kursi. 


Jarak antara dirinya dan ayahnya nanti hanya terhalang oleh kaca.


Tangannya menggenggam kue yang tadi dibeli.


Sebelum keluar, Mile berkata, “Saya ada di luar jika anda membutuhkan saya, Tuan.”


Selanjutnya Vanessa hanya menunggu. Dan di sana dia melihat ayahnya masuk ke ruangan itu dan duduk di depannya. Kaca penghalang memisahkan mereka.


Ayah Vanessa terdiam melihat penampilan putrinya yang tampak berbeda dengan jilbab yang menempel pada tubuhnya. Jadi dia hanya diam saja.


“Ada apa, Papah? Ada yang aneh dengan diriku?”


“Kau berhijab,” ucap ayahnya sambil tertawa. “Apa pria itu baik padamu?”


Dan kalimat terakhir membuat Vanessa tertegun. Itu bukanlah tawa bahagia, tapi tawa yang menyedihkan dan memperlihatkan jelas kesedihannya.


“Dia sangat baik, dia mengajarkanku segalanya. Tentang agama, Tuhan, dan juga kebaikan kebaikan yang seharusnya kita lakukan untuk mendapatkan kedamaian.”


Ayahnya tertegun, dia menunduk. “Mungkin seharusnya aku juga dulu begitu.”


Vanessa menarik napas dalam, dia mencoba mengalihkan perbincangan. “Apa Papah sudah makan? Aku bawakan kue.”


“Jangan datang lagi,” ucap Ayahnya pelan.

__ADS_1


“Apa maksud papah?”


“Jangan datang lagi ke sini. Berbahagialah dengan suamimu, memang dia yang kau butuhkan. Jangan buat keberadaanku menjadi aib bagimu.”


“Aku minta maaf pernah berkata seperti itu, Papah.”


“Tidak kau benar. Aku ini aib, jangan sampai mencoreng nama baik suamimu. Sudahi ini.” Kemudian ayahnya menatap sipir di sampingnya. “Aku sudah selesai.”


“Tapi, Papah,” panggil Vanessa yang tidak dihiraukannya.


Yang mana membuat Vanessa memberikan kue itu kepada sipir di sampingnya. “Tolong berikan ini padanya.”


“baik.”


“Terima kasih, tolong jaga dia dengan baik.”


Kemudian Vanessa keluar, tapi ketika dia melangkah keluar, Vanessa terkejut melihat kedatangan Judi di sana.


Keningnya berkerut. “Kok kamu di sini sih, Mas?”


“Mile bilang kamu diem mulu. Ini kenapa matanya bengkak gini? Kamu nangis?” tanya Judi dengan tangan terus mengusap kelopak mata istrinya.


“Rapat kamu udah selesai?”


“Udah, ini mata kenapa, Yank?”


“Gak papa, tadi kelilipan doang.”


“Kelilipan apaan bisa nangis nyampe idung merah? Anak gajah?”


Dan Vanessa sedikit rishi dengan Judi yang terus mengusap wajahnya. “Nggak, Mas. Di mobil jangan disini ngomongnya yuk.”


“Kamu boongkan? Kenapa sih, Yank? Papah kamu marahin kamu? eh⸻tapi Mile bilang dari jalan juga udah gini. Kenapa? Bilang sama aku.”


“Enggak, kelilipan doang.”


“Yank…..,” ucap Judi yang melangkah ditarik Vanessa menuju mobil. “Kenapa? Atau tadi kamu dimarahin tukang parkir?”


“Kok tukang parkir sih? Udah jangan nebak.”


“Kan bener dimarahin tukang parir.” Kemudian Judi memanggil Mile. “Mile, lainkali jika parkir, parkirlah di tempat legal, jangan kawasan illegal.”

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


TBC


__ADS_2