
🌹VOTEEE YEEE GHAISSS🌹
Berlatih setiap hari, dari siang sampai sore Inanti habiskan untuk persiapan lomba. Dengan dibantu Madelle dan Chef Tuti, Inanti siap untuk lomba besok hari Sabtu.
Saat Chef Tuti sudah kembali, Madelle membungkus beberapa masakan buatannya. "Nan, Mamah bawa ini gak papa?"
"Bawa aja semuanya, Mah. Inanti tadi kan bikin banyak."
"Serius nih?"
"Iya," ucap Inanti yang sedang menghidangkan makan malam untuk suaminya. "Mamah mau makan malam di sini?"
"Enggak, kasihan Bapaknya si Abang sendirian," ucap Madelle yang selesai membungkus makanannnya. "Mamah mau main dulu sama Nadia ya."
"Iya, Mah."
Inanti tersenyum melihat putrinya tidak rewel. Cukup ditudurkan dengan mendengarkan suara mengaji dari MP3. Nadia paling menangis jika haus atau tengkurap dan tidak bisa berbaring lagi.
Setelah bermain main dengan cucunya, Madelle mengakhirinya. "Dada kesayangan Mbah Putri, jangan kangen ya. Besok ke sini lagi, dede Nadia doain Mama biar juara oke?"
Nadia tertawa seolah paham.
"Uh…. Pinter banget cucunya Mbah Uti. Makin sayang deh."
Inanti tersenyum melihat kedekatan mereka.
"Mamah pulang ya, Nan."
"Hati hati, Mah."
"Assalamualaikum."
"Waalaikum salam."
Setelah beres menyiapkan hidangan, Inanti mendekati Nadia. "Uh…. Anak Mama Sayang. Mandi yuk…. Biar cantik nanti di sun Papa."
Sambil mandi, Inanti juga memandikan Nadia. Dia bersama bayinya dalam bathub bermain main. Inanti tidak tahan dengan pipi gembul Nadia yang membuatnya gemas sekali.
Saat selesai mandi, Inanti mendahulukan memakaikan baju pada Nadia. Sementara dirinya masih memakai handuk.
"Cuppp cupppp anak cantik Mama. Bentar ya, dede diem dulu jangan guling guling sini."
Saat Inanti sedang memilih baju, Alan datang diam diam. Alan mencium Nadia dahulu sebelum mendekat pada istrinya dan memeluknya dari belakang.
__ADS_1
"Astagfirullah! Mas!"
Alan malah tertawa setelah memeluk istrinya dan mendapat cubitan. "Kaget tau!"
"Seksi banget sih kamu, Nan. Montok, pipinya gede, kiss dong."
"Nanti kalau kamu udah mandi."
"Sekarang aja lah. Suka banget aku kalau ngurung kamu kayak gini."
Inanti menciut malu saat tangan suaminya mengurung pergerakannya.
"Kenapa, Yank? Malu? Masa malu, kan liat punya aku udah."
"Mas ih jangan vulgaran napa!"
🌹🌹🌹
Alan mencoba menghubungi istrinya sebelum perlombaan di mulai.
"Hallo assalamualaikum, Yank?"
"Waalaikum salam, Mas."
"Yank….."
"Gak papa, Mas. Kamu udah nyampe?"
Alan mengangguk di sana. "Ini lagi di hotel, lagi istirahat. Maaf ya aku gak bisa nemenin kamu."
"Iya gak papa ih, Mas. Kan apa Mamah, ada Papah, ada adik adik kamu juga."
"Nadia lagi ngapain?"
"Lagi main sama Ayaza sama Alden juga."
"Udah mau berangkat?"
"Iya, siap siap buat berangkat ke sana."
"Hati hati ya."
"Doain aku ya, Mas."
__ADS_1
"Pasti sayang. I Love You."
"I love you too. Assalamualaikum."
"Waaalaikum salam."
Alan menarik napasnya saat panggilan terputus, ada pekerjaan yang harus dia selesaikan bersama dengan Andria seperti biasa.
Dan jika Inanti tidak menang, Alan akan membawa istrinya ke rumah baru mereka yang kata Andria sudah siap huni.Â
Bukannya Alan pesimis, tapi saingan Inanti adalah lulusan sekolah memasak ternama. Yang membuatnya memilih untuk mempersiapkan hadiah untuk menghibur istrinya.
Melihat jam, Alan harus bersiap.
Andria sudah menunggu di lobi.
"Al, lu tau gak?"
"Apaan?"
"Delisa pindah, apartemennya gak disamping gue lagi. Gak apel deh gue."
"Pindah ke mana?"
"Gue denger sih ke Bandung, di rumah dekat Vanessa katanya."
"Jangan ngomongin cewek itu lagi," ucap Alan yang enggan berurusan dengan Vanessa lagi.
Sambil berjalan menuju mobil yang akan mengantar mereka ke lokasi, Andria kembali bicara. "Yeee, gitu gitu juga yang pernah isi hati lu. Jangan gitu kali, Al. Semua akan ada karmanya, sekarang aja Vanessa nikah sama cowok yang cinta mati sama bini lu. Tersiksaaaaa dia."
Alan diam.
Dan sepanjang pertemuan dengan pemilik lahan yang akan dibangun, Alan mengandalkan Andria. Dia khawatir dengan istrinya, kegundahannya melanda.
Judi saja sangat mencintainya sampai rela menikahi wanita yang membenci Inanti. Tidak bisa dibayangkan Alan jika Inanti akan pergi ke luar sana dan membuat semua pria terkagum kagum.
Apalagi ketika Alan mendapat pesan :
Ayaza : Abaaaaaangggg! Mbak Inan masuk tiga besar🥳🥳🥳 Dia juara ketig! Jangan lupa oleh oleh, makan makan juga pas nanti pulang.
Saat itulah Alan terasa lunglai tidak bertenaga. Karena, yang masuk tiga besar akan mendapatkan study gratis ke luar negri.
🌹🌹🌹
__ADS_1
TBC