Istri Untuk Alan

Istri Untuk Alan
Season 2 : Keganasan Vanessa


__ADS_3

🌹🌹🌹🌹Vote ya Ghaisss🌹🌹🌹🌹


🌹🌹🌹🌹Jangan lupa ajak antek antekmu baca ini juga yaa… mantan pacar dan pacarnya yang sekarang juga boleh tuh diajak, biar rame, ehehehehe.🌹🌹🌹🌹


🌹🌹🌹🌹Follow ige emak ya : @RedLily123🌹🌹🌹🌹


Dan ciuman mereka harus terhenti tatkala Judi mendengar suara ketukan, dia yakin itu adalah Mile yang mengingatkannya untuk segera pergi dan berpindah tempat.


Judi manjauhkan dirinya dulu dari Vanessa kemudian membuka pintu. 


“Kita jadi pindah sekarang, Tuan?”


“Tunggu lima menit lagi.”


“Baik.”


“Tunggu sebentar,” ucap Judi masuk ke dalam dan mengambil beberapa koper untuk dibawa oleh Mile. “Bawa ini dan tunggu di bawah.”


“Baik, Tuan.”


Setelah itu baru Judi menutup kembali pintu. Saat dia membalikan badan, Judi sudah mendapati istrinya sudah duduk dan membereskan meja.


“Keluar sekarang?”


“Iya, lanjutinnya di sana aja nanti.”


Vanessa menatap tajam Judi yang hanya mengatakan itu dengan datar. Ini aadalah ciuman pertamanya, dalam imajinasinya dia akan dimanja bagaikan putri tercantik di dunia, tapi kenyataannya beda.


“Ayo, ngapain diem?” tanya Judi dengan kening berkerut. “Nanti di sana juga dapet lagi, Van.”


Vanessa berdecak, dia mendorong Judi agar memberi jarak. 


“Kok jadi kesel gitu sih?” tanya Judi bingung.


“Ayo katanya mau pindah, biar dilanjut lagi kegiatan barusan,” ucap Vanessa sambil meninggalkan tempat itu.


Yang mana Judi berdiri di sana. Setelah Vanessa keluar, Judi menelan ludahnya kasar. Dia tidak bisa mengintimidasi Vanessa dan mengambil alih pemikirannya, perempuan yang umurnya lebih tua itu masih melihat Judi sebagai anak kecil. Tatapannya barusan menjelaskan.


“Kapan dia akan menatapku penuh kekaguman? Kenapa dia selalu memperlihatkan mata malas layaknya melihat anak kecil?”


“Mas Judi!” teriak Vanessa dari lorong. “Cepetan! Katanya mau dipanggil Mas!”


“Malu maluin,” ucap Judi mendengar istrinya berteriak teriak di lorong.


Yang mana membuatnya segera keluar dan menyusul. Vanessa ternyata sudah masuk lebih dulu ke dalam mobil.


“Gak baik ninggalin suami tau,” ucap Judi memperingatkan.


“Kan katanya mau cepet cepet lanjutin yang tadi.”


“Shuuuuut,” bisik Judi mengingat ada Mile di sana.


Membuat Mile yang mendengarnya berdehem, dia merasa menjadi obat nyamuk.

__ADS_1


Tapi Vanessa yang memiliki campuran percaya diri dan bodoh segera mengatakan, “Jangan begitu aneh, Mile. Cobalah untuk mencari pacar sebelum kau mendengar hal hal aneh jika mengangkut kami.”


“Van.”


“Apa? Aku gak salah kan?”


“Suruh langsung aja nikah, kenapa pacaran? Mau jadinya zina?”


“Oh iya. Mile, lebih baik kamu menikah saja.”


Dan di sana Mile terdiam tanpa ekspresi, hanya tangannya yang bergerak mengendarai mobil.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Namun kenyataannya, saat mereka sampai di hotel yang baru, keduanya tidak melakukan apa pun. 


Judi keluar untuk membereskan beberapa hal. Dan saat kembali dia mendapati istrinya sudah terlelap. Vanessa hanya bangun saat dzuhur untuk makan, kemudian tidur lagi dan tidak memberikan waktu untuk Judi menghabiskan waktu bersamanya.


Begitupun saat sore menjelang, dia hanya terbangun saat sholat kemudian kembali tidur. Hal itu tidak terkontrol, apalagi saat itu Judi keluar karena ada urusan penting.


Dan sekarang, saat Judi pulang dia masih melihat istrinya terlelap.


“Van…, Van bangun…..,” ucap Judi menggoyangkan tubuh istrinya. “Van….”


“Heum?” tanya Vanessa mulai membuka matanya. “Laper…”


“Makannya bangun dong.”


“Jam berapa sih?”


“Apa?” tanya Vanessa kaget, dia menatap jam. “Ih, kok udah jam segini sih?”


“Bangun, mandi abis itu sholat.”


“Aku lapar loh, Mas,” ucap Vanessa cemberut.


“Yaudah makan dulu, tapi bentaran. Kan mau maghrib, kamu belum mandi lagi.”


“Iya ngerti,” ucap Vanessa memamerkan senyumannya.


Sampai akhirnya dia mendapat makanan hanya sebagai pengganjal perut saja. Vanessa juga rindu mengaji bersama dengan Judi.


Setelah rasa laparnya cukup berkurang, Vanessa mandi lalu wudhu. Dia senang bukan main akan kembali mengaji bersama Judi.


Di sela sela mengajinya, Vanessa bertanya, “Lancar kan?”


“Iya, terusin. Atau mau udah?”


“Tanggung bentar lagi isya, terusin aja ya?”


Judi mengangguk sebagai jawaban. Hingga akhirnya Vanessa mengaji lalu menyambung ke isya. 


Setelah sholat isya, dia berencana kembali makan. Namun Judi tiba tiba malah memeluknya dari belakang.

__ADS_1


“Van, ak⸻”


KRUYUUUUKKKKKK˜~


Kalimat Judi terhenti saat mendengar suara perut Vanessa. Dan Vanessa yang polos berkata, “Mau makan lagi deh. Kamu mau gak?”


“Eum… enggak.”


“Aku abisin ya.”


“Abisin aja.”


Dan karena Vanessa makan terlalu lama, akhirnya Judi tertidur lelap. Padahal Vanessa sadar jika Judi ingin bersamanya, dia juga gugup dan malu. Berbeda dengan saat pertama kali. “Body nya aduhaiiii, tapi malu.”


Saat itulah Oma Asih menelpon. Sambil mengunyah burger, Vanessa pergi ke balkon untuk mengangkatnya.


“Hallo Assalamualaiku, Oma. Ada apa?”


“Waalaikum salam. Van, kamu masih sama Judi kan?”


“Iya, Oma.”


“Jangan ninggalin dia ya,” ucap Oma Asih terdengar menahan tangisan.


Yang mana membuat Vanessa bingung. “Oma, Oma kenapa? Kok nangis sih? Aku di sini kok, Judi lagi tidur.”


Dan saat itulah Oma Asih menceritakan bagaimana bagian kelam Judi bisa mendarah daging dalam dirinya. Bagaimana Judi depresi dengan kepergiannya, membuat trauma akan masa lalunya kembali bangkit.


Itu membuat Vanessa mendengarkan dengan seksama, dia menatap Judi yang terlelap di sana. Membuatnya menghapus air matanya, ternyata masa lalu Judi sangat gelap. Dia tidak memiliki siapapun di usianya yang sangat kecil, dia terpuruk.


Saat itulah Vanessa berjanji, “Aku tidak akan meninggalkannya, Oma. Aku janji.”


Dan setelah menutup telpon, Vanessa melangkah mendekati Judi. Dia ingin menangis mengingat suaminya ini kehilangan keluarganya di usia yang sangat muda.


Tanpa ragu, Vanessa menindih tubuh suaminya kemudian…. CUP.


Satu ciuman mendarat di pipi Judi yang mana membuat pria itu membuka matanya.


“Berat,” ucap Judi saat sadar dirinya yang tengkurap ditindih oleh istrinya.


“Mas….”


“Hem?”


“Bikin anak yuk.”


“Apa?” saat itulah mata Judi terbuka.


Dan Vanessa segera bangkit untuk mengaktifkan double pengamanan di pintu, dia menutup jendela dan tirai sebelum akhirnya mendekati suaminya lagi. Vanessa yang ganas menarik selimut yang menutupi kaki Judi.


“Mas…, ayo, Mas.”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


**To Be Continue…


Buat kepastian, ini FIKS. AHAHAHAHAHA, doain aja biar cepet tekdung dan punya anak**.


__ADS_2