
🌹Jangan lupa kasih emak vote yaa biar emak semangat nulisnya, terus jangan lupa follow igeh : @RedLily123 sama ajak yang lain buat baca karya receh emak ini ya.🌹
🌹Selamat membaca.🌹
Setelah subuh, Vanessa hanya mengaji satu lembar al-Quran saja. dia tidak tahan karena mengantuk.
“Mas?”
“Hmmm?” Judi yang masih mengaji itu menengok. “Ngantuk?”
“Iya.”
“Yaudah,” ucapnya mengambil al-Quran dari tangan istrinya kemudian kembali menyimpannya di nakas. “Tidur aja lagi, nanti aku bangunin.”
“Mau tidur di sini, di deket kamu.”
“Dasar manja,” ledek Judi.
“Biarin manja sama suami sendiri wle.” Tanpa basa basi, Vanessa yang masih mengenakan mukena itu terlelap di paha suaminya, dia memejamkan matanya dan semakin merasakan nyaman tatkala merasakan usapan di kepala dan juga mulai mendengarkan suara lantunan al-Quran dari bibir suaminya.
Judi tersenyum melihatnya, dia memiliki keluarga yang dia dambakan sejak lama. Bagaimana dirinya akan memiliki seorang istri dengan sedikit cara aneh, beruntungnya dia memiliki calon anak dalam waktu yang lumayan singkat.
Setelah beberapa menit mengaji dan menyelesaikan satu surat, Judi menutup kitab al-Quran dan menyimpannya di nakas.
Istrinya sudah sangat terlelap, terbukti dengan tidak terbangun tatkala Judi memindahkannya ke kasur. Dia juga membuka mukena nya perlahan supaya jarum pentul yang ada di sana tidak menyakiti istrinya.
Setelah itu, Judi turun untuk mempersiapkan sesuatu. Di sana dia melihat Bibi Pembantu sedang bersih bersih.
“Pagi, Bi.”
“Eh, selamat pagi, Tuan.”
“Bibi masak apa hari ini?”
__ADS_1
“Nyonya ingin makan sama rending katanya.”
“Oh iya iya. Bi bagi info dong.”
“Info apa, Tuan?” Bibi Pembantu menghentikan dulu kegiatan bersih bersihnya dan mendekat pada majikannya. “Tuan ingin dibuatkan sesuatu?”
“Teh hangat saja, Bi.”
“Baik, Tuan.”
Kemudian Bibi Pembantu menyajikannya.
“Bi, saya mau tahu semua tentang kehamilan. Kalau di awal awal itu bagusnya gimana, Bi?”
“Awal awal masih sangat rawan, Tuan. Tapi olahraga tetap perlu, seperti jalan jalan pagi, apalagi lingkungan di sini bagus, jauh dari polusi, Tuan.”
“Oh ja⸻”
Judi menarik napas dalam, dia benar benar butuh Oma Asih untuk menangani semuanya. Maka dari itu dia segera mengirim pesan yang berisikan, 🌹Oma…… bonusnya rumah 1. Ayolaaaahhhh.🌹
🌹🌹🌹🌹🌹
Vanessa perlahan membuka matanya saat dia merasakan matahari mulai menerobos masuk ke celah gorden. Dia mengerucutkan bibirnya saat tidak mendapati suaminya.
“Mas…..?”
“Di sini, Sayang,” jawab Judi yang baru saja masuk ke kamar. Dia membawakan susu yang memang harus diminum sebelum makan makanan berat.
“Ihh so sweet banget sih.”
“Iya lah, liat dong siapa dulu.”
“Mas Judi Kelapa Muda.”
__ADS_1
Judi malah tertawa dan memberikannya pada sang istri.
Setelah meminumnya, Vanessa menatap jam. Dan alangkah terkejutnya dia melihat sekarang sudah siang. “Ya allah, Mas. Aku belum siapin kamu baju.”
“Aku gak ngantor, Yank.”
“Loh kok?”
“Boss mah bebas kali.”
Vanessa mencubit lengan suaminya. “Kamu bolos mulu tau.”
“Gak papa, uang aku masih banyak. Sini aku peluk dulu deh.”
Vanessa terkekeh, dia masuk ke dalam pelukan sang suami. Merasakan hangatnya kukungan sang suami.
“Yank, besok kita jalan jalan ya.”
“kemana? Bulan madu lagi?”
“Enggak, maksudnya jalan jalan kaki kalau pagi. Katanya bikin sehat, apalagi pagi pagi.”
“Kamu mau nemenin aku?”
“Kok mukanya gitu?” tanya Judi merasa aneh saat Vanessa terlihat heran.
“Bukan gitu, soalnya aku lihat…..”
“Yank, jangan salah. Meskipun aku tukang tidur, aku ini Suami Kelapa Muda yang Menyegarkan loh kalau sekalinya tancap gas. Buktinya aja ini made in Raja Ampat,” ucap Judi sambil mengusap perut Vanessa.
🌹🌹🌹🌹
To Be Continue
__ADS_1