Istri Untuk Alan

Istri Untuk Alan
Season 2 : Judi yang kena


__ADS_3

🌹Jangan lupa kasih emak bintang lima. Terus follow igeh emak di : @RedLIly123.🌹


🌹Jangan lupa kalau emak itu sayang kalian, jadi selamat membaca ya.🌹


Vanessa dengan antusiasnya memperlihatkan ruangan menjahitnya dan beberapa pakaian seksinya yang telah dia rombak hingga menjadi gamis dan pakaian pakaian yang lucu. Membuat Oma Asih mengangguk anggukan kepalanya, dia senang jika Vanessa produktif dan menemukan hobi di rumah.


Setidaknya itu menghilangkan kebosanan dan menemukan rutinitas baru.


“Pakaiannya bagus bagus.”


“Oma tahu?” tanya Judi yang tiba tiba masuk, dia khawatir Oma Asih akan membuat kekacauan lagi.


Tapi kedatangan Judi malah membuat Oma Asih menggeleng. “Kenapa kau ke sini?”


“Aku membawakan jus untuk Oma.”


“Oma berharap kau membawakan uang, bukan jus.”


“Oma,” ucap Judi berharap Oma Asih tidak membocorkan pada istrinya kalau dia datang karena akan diberi rumah.


Tapi Vanessa yang kebal dan anti baperan itu malah berkata, “Nanti Vanessa yang gaji Oma nemenin aku di sini.”


Oma tertawa, dia menggeleng. “Kau wanita hamil yang kuat. Berfikir untuk menjual pakaian, Van?”


“Gak tau, Oma. Belum kepikiran.”


Judi berdecak. “Rombak baju baju seksinya aja butuh waktu tiga hari tiga malem buat nangis.”


“Apasih,” ucap Vanessa mencubit gemas suaminya. “Soalnya kan suka kadang masih pake baju seksi, Oma kalau berduaan sama Mas Judi.”


“Iya baju seksi buat tidur, Sayang, bukan baju seksi buat dugem. Masa bobo pake begituan.”


Vanessa malah tertawa dan memeluk suaminya.


Oma yang melihat itu menggeleng, kemudian bergumam, “Ini ternyata alasan si Metry larang Oma ke sini.”

__ADS_1


Setalah kalimat itu Vanessa langsung melepaskan pelukan pada suaminya. “Mas Sayang silahkan kerja ya, aku lihat tadi banyak email masuk.”


“Oke Sayang.”


CUP.


Judi mencium kening istrinya.


Dan itu membuat Oma Asih bersujud di atas sofa, dia tidak tahan menjadi obat nyamuk dan suasana menjadi canggung.


“Oma lagi ngapain?” tanya Judi.


“Berdoa biar kamu cepet keluar. Cucu laknat, gak tau apa ada orang tua di sini?”


🌹🌹🌹🌹


Vanessa mengusap kepala suaminya yang sedang tertidur di pahanya sambil menghadap ke perut ratanya.


“Nanti aku anter ya kalau ke dokter, jangan nyetir sendirian.”


“Kan gak ada salahnya.”


“Dokternya bilang sebulan sekali.”


“Aku gak tahan,” ucap Judi dengan suara gemasnya.


Yang mana malah membuat Vanessa tertawa, dia mencium kepala suaminya. “Mas, kalau nanti perut aku buncit, terus banyak bekas bekas itu, jadi item, kendur. Kamu masih mau kayak gini.”


Judi mengerutkan keningnya, dia menatap manik istrinya. “Gimana pun keadaan kamu, aku terima.”


“Kenapa?”


“Masih tanya kenapa?” tanya Judi. “Ya karena Mas kelapa Muda ini sayang banget sama kamu.”


Vanessa tertawa. “Meskipun tubuh aku gak berbentuk?”

__ADS_1


“Jangan bilang gitu, kan perut kamu kendur juga karena aku, rusak karena aku, karena kamu ikhlas mau memberi rumah untuk calon anak kita.”


Dan saat Vanessa hendak menudukan kepalanya untuk mencium bibir suaminya, terdengar suara ketukan.


“Nyonya, makan malam sudah siap.”


“Baik, Bi. Terima kasih.”


Judi mengerucutkan bibirnya merasa terganggu, yang mana membuat Vanessa segera mencium kening suaminya. “Ayo ke sana, kasihan Oma.”


Judi dan Vanessa pun turun, benar saja di sana Oma Asih sudah siap.


“Lama sekali ya kalian.”


Vanessa tertawa. “Maaf, Oma. Oma masak apa?” tanya Vanessa antusias.


“Lihat dulu.”


Judi melakukan hal yang sama, dia melihat apa yang dimasak. “Ini apa, Oma?” tanya Judi menujuk tumis kulit.


“Itu kulit sapi.”


“Kok bau sih?”


“Mana ada bau,” ucap Oma kesal.


“Gak bau, Mas. Enak seger,” ucap Vanessa memakannya. “Kamu mau coba?”


Dan saat sang istri menyodorkan sendok ke arahnya, Judi tidak tahan. Dia berlari untuk muntah.


“Loh, loh, Mas!”


Oma Asih menggeleng. “Wah, parah ini. Aku datang malah harus mengurus si nakal.”


🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


TO BE COntinua


__ADS_2