Istri Untuk Alan

Istri Untuk Alan
Season 2 : Menghadapi


__ADS_3

🌹VOTEEE YAAA GHAIS🌹


🌹MY IG IS : @REDLILY123🌹


Judi ingin segera pulang, tapi masih banyak pekerjaan di sini.


Sekarant saja Judi baru pulang dari pertemuan dengan bawahan bawahannya. Belum lagi beberapa hari ke depan akan menggaet investor baru. Judi juga ingin mengontrak beberapa merk untuk bergabung dengannya.


Saat sedang dalam perjalanan menuju ke hotel, Judi lebih banyak melamun.


"Tuan?"


"Ada apa, Mile?"


"Apa anda akan pergi ke Indonesia dahulu?"


"Kenapa harus?"


"Rumah yang anda beli di Bandung sedikit bermasalah."


"Kau butuh aku untuk menyelesaikan masalah?"


Mile diam sebagai jawaban.


"Baik, kita akan pergi ke sana jika sudah selesai."


"Baik, Tuan."


Sedari tadi Mile memperhatikan Judi yang terlihat khawatir dan gelisah. Makannya dia berani bertanya, "Tuan? Apa ada masalah?"


"Istriku sakit, dia pergi ke rumah sakit dengan tante Metry. Aku harap dia baik baik saja."


"Semoga Nyonya lekas sembuh."


"Terima kasih, Mile. Apa kau punya saran untuk membawa buah tangan yang membuatnya senang?"


"Mungkin sesuatu yang dia sukai."


Karena tahu bagaimana permulaan hubungan Judi dan Vanessa, membuat Mile penasaran hubungan mereka saat ini. Sepertinya majikannya peduli dengan istrinya sekarang.


"Aku dan dia akan memulai hal yang baru, Mile. Aku harap itu menjawab rasa penasaranmu."

__ADS_1


"Maaf, Tuan. Saya tidak bermaksud."


"Tidak apa, aku mulai memaafkannya dan mengikhlaskannya."


Mile ingat benar bagaimana dulu majikannya mencaci caci Vanessa saat mengetahui wanita pujaannya jatuh dan kehilangan salah satu anaknya.


"Dia ingin berubah, Mile. Jadi aku membantunya."


Dan Mile sadar, setelah menikah dengan Vanessa, majikannya semakin dewasa. Dia lebih mendalami ilmu agama dan juga lebih serius dalam berbagai hal.


Awalnya Judi lakukan itu hanya agar Vanessa mencontoh padaya. Tanpa dia sadari hal itu membuat kepribadian konyolnya perlaham tergantikan dengan sisi kedewasaannya saat ini.


"Aku dan dia akan memulai hal baru, jadi harus ada sesuatu yang dia sukai saat aku pulang nanti."


"Anda menyuiainya, Tuan?"


"Tidak," jawab Judi. "Aku mengasihinya."


🌹🌹🌹


"Ada masalah sama rahim kamu, dokter bilang kemungkinan terbesar adalah sulit memiliki keturunan. Tapi tenang, Van, semua ada jalannya. Dokter bilang sulit memiliki, bukan tidak bisa. Jadi masih ada celah. Allah sayang sama kamu, dia pasti memberi kamu jalan untuk ini."


Saat ini dirinya tengah tertidur sambil menangis sendirian di kamar. Dia mengurung dirinya sendiri.


"Semua dimulai dari pola hidup sehat, jangan khawatir. Tante pasti akan anter kamu cek secara berkala tiap minggu. Pengobatan dokter sama herbal akan membantu menghangatkan rahim kamu. Jadi jangan terlalu dibuat pusing. Berdoa aja sama Allah, Allah tidak akan memberikan ujian di luar kemampuan hambanya."


Kenyataannya, kalimat Tante Metry sebelumnya tidak membantu. Vanessa menangis untuk dirinya sendiri, dia tidak bisa memberikan apa yang Oma Asih inginkan. Dia juga mungkin akan menjadi batu penghambat kebahagiaan Judi, yang mana itu yang ditakutkannya.


Tok.


Tok.


Tok.


"Van?" Tanya Tante Metry di luar pintu kamar. "Van, kalau kamu ngurung diri, Oma kamu akan curiga. Ayo keluar dulu, jangan gini dong. Kan masih bisa diobati."


Vanessa diam.


Tok.


Tok. 

__ADS_1


Tok.


"Dokter kan bilang sulit, bukan gak bisa, Vanessa. Jadi nanti kita cari cara agar kata sulit itu berubah jadi mudah ya."


Vanessa tetap diam menangis.


"Van? Kalau kamu gak buka pintu, Tante akan bilang sama Oma kamu, sama suami kamu juga."


Saat itulah Vanessa membuka pintunya. "Jangam bilang mereka, biar Vanessa sendiri yang bilang."


Tante Metry menarik napas dalam. "Biarin tante masuk."


Vanessa mempersilahkannya, dia kembali mengunci pintu kamar.


"Jangan berkecil hati, Van. Ini bukan akhir segalanya."


"Tante gak paham….."


"Tante paham kok, sini dulu duduk. Kan semua ada solusinya."


Vanessa mendekat, dia duduk di depan Tante Metry. 


Saat itulah Tante Metry memegang tangan Vanessa erat. "Semuanya akan baik baik saja, Vanessa. Jangan khawatir, pasti ada cara. Setiap masalah ada solusi. Kenapa pikiranmu sempit sekali?"


Vanessa menarik napas dalam.


"Ada obatnta, Van. Jangan hilang harapan gitu dong. Lagian kamu sama Judi juga baru nikah."


"Tan…." Vanessa menarik napas dalam. "Ada yang harus aku omongin sama Tante."


"Apa? Kenapa?"


"Aku mau jujur sama Tante."


"Tentang?"


"Masa lalu aku, sama hubungan aku sama Judi," ucap Vanessa dengan menunduk.


🌹🌹🌹


TBC.

__ADS_1


__ADS_2