Istri Untuk Alan

Istri Untuk Alan
Season 2 : Bucinnya Brondong


__ADS_3

🌹Voteee yhaaa Ghaisss🌹


🌹Jangan lupa follow ige emak di : @REDLILY123🌹


🌹Ajak yang lain baca ini juga ya.🌹


Judi berdehem sebelum akhirnya memberi isyarat pada Vanessa untuk membiarkan mereka masuk.


Dan Vanessa pun membukanya. 


“Assalamualaikum. Kangen Oma gak?” Tanya Oma Asih seketika.


“Waalaikum salam,” ucap Vanessa membuka lebar. “Oma, Tante Metry.” 


Vanessa menyalami keduanya, wajahnya masih malu malu mengingat dia pernah kabur dari mereka. Tanpa izin atau apapun, Vanessa pergi dari Belanda. Itu cukup meninggalkan malu yang tahan lama.


“Gimana kabar kamu? Judi mana?” tanya Tante Metry.


“Alhamdulillah baik, Tan.”


“Aku di sini, Tan.”


“Loh, Jud. Kok duduk di karpet, kan itu ada sofa.”


“Ehehehehe,” ucap Judi terpaksa tertawa mengingat keduanya mengganggu manis manisnya dirinya dan Vanessa.


Tanpa diduga, Oma Asih berkata, “Biasa aja sih wajahnya. Kan Oma mana tau kamu lagi mesraan sama Vanessa, takut keburu berangkat juga nanti malam.”


“Apaan sih, Oma,” ucap Judi datang untuk menyalami. “Sana mending duduk aja.”


“Emang Oma mau. Sini, Met, duduk dulu cape.”


Sebelum Tante Metry bergabung dengan Oma yang duduk dekat jendela, Judi menahan tangannya. “Omak ok diajak ke sini, Tan? Dijalan gak papa?”

__ADS_1


“Oma kamu mau tinggal di Indonesia, mau sama adiknya.”


“Yang bener aja?”


“Bener, kamu tanya aja sana.”


Dan saat Judi bicara dengan Oma Asih, Tante Metry memilih mendekati Vanessa dan duduk di sebelahnya. “Masih kemas kemas, Van?”


“Udah sih, Tan. Cuma ini tinggal baju lama aku doang bingung mau dikemanain.”


“Emang?” dan saat Tante Metry paham, dia menutup mulutnya. “Maaf, Van. Ya Allah Tante seneng banget deh dengernya.”


“Alhamdulillah, Mas Judi yang beliin.”


“Mala mini kalian berangkat kan?”


“Insya allah, Tan.”


“Tante sama Oma kamu bikini jamu, dijamin manjur. Jangan lupa diminum ya.”


“Iya, dia mau ke kampong halamannya lagi. Dulu kan dia diculik sama suaminya.”


“Hah?” tanya Vanessa penasaran.


“Biasa jaman dulu, kan banyak tentara ganteng belanda, nah Oma Asih cantik, jadi diculik ke sana.”


“Diculik beneran, Tan?”


Tante Metry tertawa. “Emang ada ya diculik boongan?”


“Maksud aku tuh⸻”


“Udah, mending makan jamu yuk. Biar makin maknyus sama Judi.”

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


“Hati hati di jalan, jangan lupa telpon kalau udah nyampe,” petuah Oma Asih.


Vanessa segera mengangguk dan memeluk wanita tua yang sudah sangat berarti baginya.


Begitu pula dengan Judi yang memeluk Oma Asih dan Tante Metry bergantian.


“Assalamualaikum,” ucap Judi dan Vanessa masuk ke dalam mobil yang dikendarai oleh Mile.


Tentu saja Mile tidak akan ikut, dia hanya mengantarkan saja. Bulan madu memang seharusnya berdua, itu keinginan Judi supaya dia bisa memanjakan istrinya sendiri tanpa menyuruh Mile membeli ini itu untuk memenuhi keinginannya.


“Nanti nyampe kira kira berapa jam, Mas?”


“Gak usah mikirin itu lah, mending sini senderan sama aku.”


Vanessa tertawa, dia berniat menggoda Judi sang suami brondongnya. Namun melihat keberadaan Mile membuatnya bungkam, akan memalukan untuk suaminya jika Mile melihat pipinya memerah seperti tomat.


Dan keterdiaman istrinya disalah artikan oleh Vanessa, dia pikir rayuannya berhasil. “Cieee, kok diem? Sini.”


Vanessa hanya tersenyum saat Judi menariknya ke dalam pelukan. Kemudian dia berbisik, “Mas, Mile bisa liat dong.”


“Ya iyalah dia bisa liat, gila kali aku suruh orang buta nyetir.”


“Masya allah!”


“Masuk logika dan akal kan? Cie, kagum kan sama suami kamu?”


Dalam hati Vanessa berkata, ‘Suami masih bocah. Sabar, Van, dia imam kamu. Kamu yang pertama, jadi kadang suka gak tau sikon dan tempat.’


“Yank, kok diem aja? Gak mau rayu aku lagi gitu?”


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


TBC


__ADS_2