Istri Untuk Alan

Istri Untuk Alan
Season 2 : Hati Suami


__ADS_3

🌹Voteee ya ghaisss.🌹


🌹Jangan lupa ajak yang lain sama follow igeh emak dong biar jadi anak Sholehah ehehehe, Ig emak itu ; @RedLily123.🌹


🌹Selamat Membaca.🌹


Ketika sedang berdandan, Vanessa mencium aroma yang sangat harum dari arah dapur. Aroma ini membuat cacing dalam perutnya berbunyi.


“Mas Judi masak?” tanya Vanessa pada dirinya sendiri.


Saat ini dia dan suaminya berencana untuk makan dan jalan jalan keluar. Mengingat dua minggu ini mereka lebih banyak diam dan berdiskusi tentang rumah.


Setelah memakai lipstick, Vanessa turun. Dia siap untuk pergi.


Namun, saat melihat suaminya sedang memasak, Vanessa mengerutkan keningnya. “Kok kamu masak, Mas?”


Judi tersenyum kaku. “Maaf, Yank.”


“Kenapa?”


“Mobilnya aku lupa service, dia sakit.”


“Wah, sekarang gimana?”


“Udah nyuruh Mile bawa ke bengkel.”


“Nyisa mobil ferarri dong?”


Judi mengangguk. “Aku sekarang agak males pake mobil pendek gitu.”


“Yaudah gak papa,” ucap Vanessa yang melihat ketidaknyamanan di mata suaminya. Dia yakin ada alasan dia tidak ingin menggunakannya.


Dilihat dari sorot matanya, ada kesedihan di sana.


“Gak papa?”


“Gak papa lah, malah aku untung bisa makan makanan buatan kamu. Mau sambil nonton?”

__ADS_1


Judi mengangguk. “Bentar aku tinggal masak ini.”


“Oh ya, Mas.”


“kenapa?”


“Ehehehe, tadi aku kenalan sama tetangga sebelah. Diakan jualan rempah rempah, aku beli, tapi belum aku bayar.”


“Lah, bayar dong. Kok ngutang sih?”


“Kamu yang bayar,” ucap Vanessa dengan suara manja.


Membuat Judi menghela napas dalam. “Nasib nasib, jangan jangan nanti harus bayar TokoPedia lagi.”


“Ih tau aja. Sayaaaaaang deh sama kamu.”


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Judi melihat hasil pekerjaan hari ini. Hanya butuh waktu dua harian lagi sampai akhirnya semuanya selesai. Judi tersenyum bangga, akhirnya dia punya rumah sendiri dengan istri yang dia cintai.


Dugaannya dahulu, dia akan tetap menanti istri orang lain. Tahu itu hal mustahil, Judi harus melangkah ke depan. Apalagi melihat Inanti sudah bahagia bersama suaminya. Saat kepergian Vanessa, baru Judi menyadari arti cinta yang sesungguhnya.


“Hallo Assalamualaikum. Kenapa, Oma?”


“Waalaikum salam. Judi, rumah gimana? Berapa hari lagi selesai?”


“Tiga hariaan lagi, Oma jadi tinggal apa mau ikut pulang ke Belanda?”


“Ikut pulang deh, Oma gak bisa jauhan sama itu rumah.”


“Yah, Oma jangan buat Judi nyesel. Kalau mau tinggal aja serumah sama Judi ya, sama Vanessa juga.”


Oma Asih malah tertawa di sana. “Mana ada ah, Oma tuh harusnya duduk manis sendirian, mengenang yang dulu dulu gitu.”


“Oma….”


“Kalau udah selesai, nanti Oma nginep di sana sama Tante kamu. Boleh kan?”

__ADS_1


“Ya boleh lah. Kok Oma nanya nya gitu sih?” tanya Judi sedikit kesal, rumahnya juga rumah Oma, tidak mungkin dia tidak memberikan izin. “Kalau paket udah nyampe?”


Karena tidak bisa ke Jawa atau pun Oma Asih datang untuk membawa buah tangan dari Raja Ampat, makannya Judi mengirimkannya.


“Udah, udah abis lagi.”


“Alhamdulillah kalau gitu.”


“Obat kuat abis?” tanya Oma yang membuat pikiran Judi melayang seketika.


Dia ingat bagaimana ketika dirinya merasa ngantuk, meminum itu kemudian menjadi liar. Dan itu semua karena istrinya yang sangat suka mengerjainya.


“Eum, udah, Oma,” jawab Judi malu malu.


“Eh buset, udah Oma duga sih.”


Judi terdiam malu.


“Jangan khawatir, Oma udah kirim kok resepnya sama Vanessa.”


“Huh?” tanya Judi tidak percaya, pantas saja tadi istrinya memesan banyak rempah rempah. “Serius, Oma?”


“Kapan sih Oma gak serius? Udah ah, kali aja kamu mau minum itu obat. Assalamualaikum.”


“Waalaikum salam,” jawab Judi.


Setelah telpon terputus, Judi buru buru ke dapur dan melihat Vanessa sedang meracik sesuatu.


“Ngapain, Yank?”


“Bikin jamu buat kamu.”


“Suka ya kalau aku minum tuh jamu?”


Dan tanpa ragu, Vanessa menjawab. “Suka, kamu lebih agresif tau, Mas. Imut imut gimana gitu.”


Dalam hari Judi berucap, ‘Dear hati, yang kuat ya.’

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


To Be Continue


__ADS_2