
🌹Voteee yee Ghais🌹
🌹Jangan lupa follow ige emak : @Redlily123🌹
🌹ajak yang lain baca ini yak biar meledak kayak novel emak si Davide.🌹
Vanessa bangun dari tidurnya, ini sudah waktunya sholat subuh. Dia membuka matanya perlahan dan mendudukan diri sesaat. Saat melihat jam sudah menunjukan pukul lima subuh, Vanessa berdecak. Dirinya benar benar terlambat.
“Aduh sialaaannnnn,” gumamnya masih dengan ngantuk. Dan saat ingat apa yang dikatakannya, Vanessa segera menggeleng. “Eh, Astagfirullah.”
Vanessa segera bangkit, dia keluar kamar menuju kamar mandi.
Dan alangkah terkejutnya Vanessa saat melihat ke kamar Ami. “Ya allah kaget bener,"”ucap Vanessa melihat Ami yang sedang sholat memakai mukena ponco.
“Kaget bener aku,” ucap Vanessa melangkah menuju kamar mandi untuk berwudhu. Saat kembali, dia sudah mendapati Ami yang selesai sholat. “Ami?”
“Iya, Neng? Kenapa?”
“Bentar, Ami.”
Vanessa masuk ke kamarnya dulu dan mengambil mukena lain, dia melihat mukena milik Ami sudah kusam dan berwarna pudar, juga banyak sobekan di beberapa titik.
“Bukan maksud hina ya, saya punya banyak mukena, Ami. Ini satu buat Ami.”
“Alhamdulillah, terima kasih, Neng.”
“Yang itu jangan dipake lagi ya, Mi. mukena yang 2 in 1, bikin saya kaget asli. Kayak liat makhluk loncat loncat.”
“Hush, ngomongnya jangan gitu.”
“Nanti datang ya, Mi?”
__ADS_1
“Ngabisin waktu, Neng, mending sholat dulu.”
Vanessa terkekeh, dia masuk ke kamarnya. Seperti biasa, dia sholat dan mengaji sampai akhirnya fajar tiba. Setelah menutup al-Quran, Vanessa ingat janjinya pada anak Alan dan Inanti, dia sangat ingin pergi ke sana dan mengaji di makan Adam.
Karena tidak tahu harus naik apa dan dari mana, Vanessa keluar untuk bertanya pada Ami.
Tidak mendapati Ami di kamarnya, Vanessa menyusul ke dapur. “Ami kok masak? Biar aku aja, Mi. aku pinter masak loh.”
“Gak papa, masa hari pertama disuruh masak.”
“Ami gak usah masak buat aku, biar aku masak sendiri aja. Buat gas, gak papa dari aku ya.”
“Gak papa lah wong Ami gak ada kerjaan,” ucap Ami menyajikan sayur daun kelor di atas meja. “Biar Ami yang masak, kan Neng mau cari kerjaan.”
“Eh, aku mau ke alamat ini dulu, Mi. Ami tau gak alamat ini?” tanya Vanessa.
Ami memakai kacamatanya, dia melihat alamat itu. “Oh…., pake angkot 02 aja, terus turun di terminal. Abis itu pake yang 01.”
Vanessa tersenyum, dia akan datang menemui Adam untuk menepati janjinya kembali.
🌹🌹🌹🌹🌹
Saat berada dalam mobil dengan Mile yang mengendarai, dia mengatakan apa yang ada dalam pikirannya. “Tuan ada yang harus saya katakan.”
“kendala apa?” tanya Judi sudah paham dengan arti kalimat itu.
“Saya kehilangan jejak Nyonya setelah dari daerah Bandung dari rumahnya. Di sana titik buta, jadi tidak tahu kemana Nyonya setelah itu.”
“Kita akan menemui keluarganya dulu dan menanyakan pada mereka kemana Vanessa pergi.”
“Saya pikir itu bukan ide yang bagus?”
__ADS_1
“Tidak bukan? Kau yang akan menanyakannya, Mile.”
Seketika Mile terdiam. Sisa perjalanannya dia biarkan majikannya terlelap hingga akhirnya sampai di Bandung tepatnya di rumah Vanessa.
Mile tidak membangunkan Judi, tapi majikannya otomatis membuka mata saat Mile keluar dari mobil. Dia menatap dari dalam, bagaimana Mile berinteraksi dengan ibu tiri Vanessa. Dan dapat dilihat dari ekspresi ibu tirinya dan beberapa kerabatnya yang ikut keluar, mereka malah tertawa mengejek.
Sudah dipastikan hasilnya nihil, membuat Judi berfikir keras kemana dirinya akan pergi jika menjadi Vanessa. Sampai dimana dia mendapatkan titik terang.
“Tuan, saya ti⸻”
“Aku tau, kita pergi kembali ke Jakarta.”
“Ya?”
“Vanessa pasti akan pergi ke makam Adam. Carilah sebuah tempat dimana aku bisa menginap di sekitar sana.”
Mile melakukan pencarian beberapa penginapan di sana, tapi jaraknya lebih dari 1 km mengingat pemakan itu adalah pemakaman dan hutan pribadi milik keluarga Prana Diwangsa.
“Ada sebuah motel, tapi jaraknya lumayan jauh, Tuan.”
“Tidak apa, dan tolong minta orang untuk berjaga disana selama 24 jam.”
Mile terkejut. “24 jam?”
“Buat shift atau apapun itu, katakana pada mereka aku akan membayar. Hanya tolong mencari Vanessa.”
“Saya mengerti, Tuan.”
Judi memejamkan matanya, setidaknya sekarang ini dia lebih tenang, keresahannya hilang mengingat pikiran positive nya mendominasi. Dia yakin akan menemukan istrinya dan membawa Vanessa kembali padanya.
Judi tersenyum kecil dengan mata terpejam, hatinya bergumam, “Aku akan mendapatkanmu kembali. Aku benar benar merindukanmu, Ijah.”
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
TBC yaaaa artinya to be continue. Soalnya kaget ada yang pernah ngomen kalau TBC itu adalah penyakit, wuahahahahaha gila tuh masa nyumpahin biar kena TBC. Xi xi xi xi.