Istri Untuk Alan

Istri Untuk Alan
Season 2 : Menuju tempat lain


__ADS_3

🌹Vote yeee ghaisss🌹


🌹Jangan lupa follhow igeh emak : @Redlily123🌹


Oma Asih merasa sangat pusing, dia ingat bagaimana cucunya mengalami depresi akibat ditinggalkan kedua orangtuanya. Saat itu Oma Asih tidak memiliki banyak peran, hanya ada psikiater di sekitaran Judi. 


Trauma itu menimbulkan depresi hingga akhirnya Judi lebih sering termenung dan lebih suka di dunia bawah sadarnya. Maka dari itu Oma Asih selalu khawatir jika Judi terlelap, dia takut kejadian dulu kembali terulang.


Di mana cucunya lebih senang berinteraksi di alam bawah sadarnya sendiri dan enggan membuka mata untuk beberapa hari.


Tante metry yang melihat kekhawatiran ibunya segera mendekat dan menggenggam tangannya. “Ibu…..”


“Bagaimana ini, Metry? Bagaimana jika Judi kembali tidak membuka matanya.”


“Jangan khawatir, Ibu. Dia ingin menemukan Vanessa, pastinya dia akan membuka mata dan mencari keberadaan istrinya itu. Keadaannya berbeda, Judi hanya terkejut tadi. Dia akan baik baik saja.”


“Dimana Mile?”


“Dia akan segera tiba, dia mengatur penerbangan untuk Judi dan dirinya menuju ke Indonesia.”


“Mereka akan pergi?” tanya Oma Asih terkejut.


Yang segera dibalas anggukan oleh anaknya. “Jika tidak begitu, Judi akan nekad pergi sendirian, Ibu. Kita tidak  bisa membiarkannya, biarkan saja dia pergi dan membawa kembali istrinya.”


Oma Asih mengangguk pada akhirnya. Kini dia kembali termenung menunggu pemeriksaan dari dokter di kamar Judi sendiri. Beruntungnya Oma Asih memiliki kerabat di sini yang seorang dokter, lebih baik baginya memanggil kerabatnya itu, apalagi dia adalah mantan psikiater Judi.


“Ibu ingin masuk,” ucap Oma Asih.

__ADS_1


Yang mana membuat Tante metry segera menahannya. “Ibu, Resti selalu ingin punya ruang.”


Mengingatkan bagaimana karakter dokter di dalam sana.


“Mungkin saja dia sudah bangun.”


“Maka bagus, Resti pasti sedang memberinya pengertian.”


Dan saat itulah pintu terbuka, menampilkan dokter.


“Dia bangun?”


“Belum, aku mengkhawatirkan hal hal buruk. Tapi jangan khawatir, aku akan berjaga di sini, hanya saja aku sedang ingin makan dulu, Bibi,” ucapnya pada Oma Asih.


“Bagaimana kau bisa meninggalkannya sedangkan dia belum bangun?”


Oma Asih menarik napas dalam. Dia masuk ke kamar cucunya dan melihat Judi terbaring lemah di sana. Membuat Oma Asih menahan tangisannya.


“Nak, buka matamu,” ucapnya memeluk Judi yang terbaring. “Ayo bangun, istrimu tidak mati, dia hanya berpindah tempat. Dia masih di bawah langit yang sama denganmu, ayo bangun.”


🌹🌹🌹


Vanessa tidak punya tujuan, tidak punya pegangan atau pun kenalan di sini. Ingin meminta bantuan teman temannya pun, Vanessa takut akan menimbulkan sesuatu yang buruk. Apalagi jika mereka masih terhubung dengan Inanti dan Alan. Bekerja pun tidak ada skill yang dimilikinya mengingat selama pembelajaran, Vanessa banyak mengandalkan uang. Jika di kenyataan, dia tidak bisa apa apa karena semua tugasnya selalu dikerjakan oleh orang lain.


“Apa yang harus aku lakukan?” gumam Vanessa kebingungan. “Kemana aku harus pergi?”


Sampai akhirnya Vanessa mendengar suara adzan, dia berhenti berjalan sebentar dan duduk di halte tempat menunggu angkot untuk mendengarkan. Setelah selesai, Vanessa bergegas pergi menuju masjid.

__ADS_1


Namun, dia terhenti saat melihat penampilannya sendiri. “Basah kuyup begini masa ke masjid?” tanya Vanessa pada dirinya sendiri.


Oleh karena itu, Vanessa memilih untuk menuju kamar mandi umum untuk membersihkan dirinya sendiri. Mengingat banyak pakaian yang dia bawa, Vanessa memakai pakaian terbaik dengan wewangian terbaik.


Selama satu jam baru dia selesai membersihkan diri dan merapikan. Dia kembali menyeret koper menuju masjid.


Saat diperjalanan, ada beberapa osis yang menggodanya, yang membuat Vanessa berdecak, “Dasar bocah.”


Dan itu mengingatkannya pada suaminya yang sering dia ledek seperti itu.


“Mau kemana, Kak? Cantik amat, godain kita dong.”


“Heh bocah!” teriak Vanessa menatap mereka. “Lu anak anak osis gak ada kerjaan ya? Sholat sana! Malah main di sini, mau gue suruh bencrong godain lu pada hah?! Gue bandarnya! Mau apa?!”


Melihat amukan Vanessa, anak anak osis itu tidak berkutik. Yang mana membuat Vanessa melangkah kembali menuju masjid.


Dia sholat, mengaji beberapa saat di sana dan mengakhirinya untuk mencari tempat berlindung. Hanya sedikit uang yang dibawanya dari ATM, jadi sepertinya Vanessa harus mencari kontrakan.


Namun sebelum itu, dia ingin menjenguk ayahnya dulu di Jakarta.


Rasanya gelisah hendak menuju ibu kota, Vanessa takut bertemu dengan beberapa orang yang akan mengarahkannya pada Alan dan Inanti kemudian membuat suaminya menjadi sedih.


Sebelum menaiki angkot, Vanessa menarik napas dalam. “Bissmillah, semoga tidak bertemu siapapun, Allah tahu rencanaku baik,” ucap Vanessa dalam hati.


Dia akan menuju ke Jakarta, karena tempat kelahirannya menolaknya. Sekali melihat, Vanessa sudah tau kalau tidak ada tempat baginya di sini.


🌹🌹🌹

__ADS_1


Tbc


__ADS_2