Istri Untuk Alan

Istri Untuk Alan
Season 2 : Masih ada jarak


__ADS_3

🌹VOTEEE YEEE GAISH🌹


Makan malam kali ini untuk yang pertama kalinya Vanessa bergabung dengan keluarga dari suaminya. Dia hanya diam sambil melihat pelayan menghidangkan makanan.


Oma Asih yang melihat itu berdecak. "Apa dia tidak bisa apa apa?"


"Oma, dia baru belajar."


Oma Asih berdecak, tapi itu tidak membuat Vanessa berkutik. Dia tidak membantu para pelayan hanya untuk caper. Karena kenyataannya dia tidak bisa mengangkut makanan makanan panas itu ke meja.


"Apa yang kamu bisa?" Tanya Oma Asih sambil menyentuh pundah Vanessa mengingat perempuan itu tidak kunjung konsentrasi.


"Ada apa, Oma? Oma bicara dengan aku?"


"Lihat dia, Judi. Astaga…. Astaga….., aku akan segera mati mendapatkan cucu menantu sepertimu."


Vanessa malah tertawa. "Tenanglah, Oma. Aku tidak berteman dengan malaikat pencabut nyawa, jadi Oma aman."


"Siapa malaikat pencabut nyawa?"


"Ya?" Tanya Vanessa kebingungan, dia menatap Judi yang sedari tadi memberinya isyarat untuk diam. "Judi?"


"Apa?! Bagaimana bisa Judi jadi malaikat pencabut nyawa? Apa kamu tidak tau nama nama malaikat dan tugasnya dalam islam?"


Vanessa menggeleng sambil tersenyum bodoh. "Yang aku tau jika Judi meninggalkanku, aku akan mati, Oma. Maka dari itu dia malaikat pencabut nyawa."


"Judi! Lihat dia! Dia mana paham dengan agama kita! Apa kamu tidak waras menikahi perempuan seperti dia yang tidak paham agama?"


"Aku tidak paham agama, Oma. Tapi aku paham cara membuat anak," ucap Vanessa yang membuat Oma Asih melotot.

__ADS_1


"Dasar…….," Ucapan Oma Asih tertahan karena makan malam sudah siap. Dia menatap cucunya yang diam saja di sana. "Judi, perbaiki barang rusak ini sebelum bibimu datang."


Judi diam saat Oma Asih dibantu oleh pelayannya melangkah ke meja makan meninggalkan Vanessa dengannya.


Saat sudah menjauh, Vanessa berkata, "Kita gak ikut makan? Emang lu gak laper?"


"Bisa gak lu kalau Oma gue lagi ngomong diem aja?"


"Kalau gue diem, nanti dia sangka gue bisu sama tuli. Mana mau lu nikah sama cewek gitu. Lagian kan gue jawabnya juga bagus kan."


"Bagus matamu," ucap Judi berdecak.a


"Enak aja, body gue dimulai dari rambut sampai ujung kaki itu bagus semua."


Judi menghela napas, dia bingung cara menyatukan keduanya. 


"Lu lagi diet gak makan?" Tanya Vanessa yang berdiri. "Yaudah kalau diet, gue laper mau minta daging kalkun ah sama Oma Asih."


🌹🌹🌹


Dulu Oma Asih memintanya datang untuk tinggal, tapi Judi pikir tinggal di sini dengan keadaan Vanessa sedang seperti ini bukan hal baik.


Mengingat tingkah Vanessa yang bar bar, Judi menengok menatap perempuan yang sedang bercermin dengan hanya memakai handuk. "Lu sengaja ngundang angin apa gimana? Pake baju."


"Lu kegoda kan?" Tanya Vanessa dengan suara yang sensual. "Lu tegang kan?"


"Mana ada gue tegang sama lu, Ijah."


"Halah ngaku aja lu, laki laki normal yang kalau liat gue tegang. Anu nya langsung berdiri. Apa jangan jangan lu gak normal ya?" Tanya Vanessa mencoba memancing emosi Judi.

__ADS_1


Kenyataanya Judi tidak terpancing. "Anu gue gak bangun sama cewek bar bar macam lu. Lu masih Ijah."


"Ijah juga enggak, gue udah bisa sholat, bisa ngaji."


"Lu sholat kalau gak sama gue semenit juga selesai, gak ada bacaannya."


"Kan hemat waktu, Jud…..," rengek Vanessa, dia mendekat hendak memeluk Judi. "Gue mau wik wik."


"Gue gak mau wik wik sama Ijah."


"Aaaaaaa!"


BUK!


Judi yang menahan kepala Vanessa supaya tidak memeluknya kemudian mendorongnya hingga jatuh di atas karpet.


"Judiiiii!"


Judi melangkag memainkan visa di tangannya.


Vanessa yang masih memakai handuk dan terbaring itu bertanya, "Kita mau pergi lagi? Gak tinggal di sini?"


"Bibi gue mau tinggal di sini juga, kita gak bisa serumah. Yang ada nanti perang."


"Terus? Kita mau ke Indo lagi?"


"Nggak," ucap Judi tanpa menatap. "Kita gak akan pernah ke sana lagi."


Vanessa diam, dia tahu betul apa alasannya.

__ADS_1


🌹🌹🌹


To be Continue yaaa….


__ADS_2