Kembalinya Pendekar Pedang Naga Api

Kembalinya Pendekar Pedang Naga Api
Empat Calon Istri Panji Tejo Laksono


__ADS_3

Adu senjata dan kemampuan beladiri langsung terjadi setelah Panji Tejo Laksono memberikan perintah kepada para prajurit nya untuk bergerak. 3 ribuan orang prajurit yang saat ini di bawah perintah nya tanpa ragu membabatkan senjata mereka ke arah lawan.


Suara dentingan senjata beradu terdengar memenuhi sekitar depan gerbang istana Kadipaten Rajapura. Masing-masing berusaha keras untuk menundukkan lawan mereka masing-masing.


Dua orang prajurit Rajapura kompak menyerang ke arah Ayu Ratna yang mereka lihat paling lemah dari para perempuan cantik yang mendampingi Panji Tejo Laksono Mereka berdua segera mengarahkan senjatanya ke arah leher dan kaki putri Adipati Aghnibrata dari Kalingga ini.


Shhrreeettthhh shreeeeettttthhh !!


Gadis cantik nan jelita ini langsung menggeser tubuhnya ke samping. Dengan cepat ia memutar tubuhnya dan membabatkan pedang nya ke arah pinggang salah satu prajurit Rajapura yang menyerangnya.


Chhrrrraaaaaasssshh..


Aaaarrrgggggghhhhh !!


Tanpa ampun, Ayu Ratna menebas pinggang si prajurit Rajapura itu hingga merobek pinggang tembus ke perut. Dia langsung meregang nyawa usai ususnya terburai keluar. Salah satu dari mereka yang selamat langsung menggeram keras saat melihat kawannya tersungkur bersimbah darah. Si prajurit Rajapura itu langsung berlari cepat kearah Ayu Ratna yang baru saja menghabisi nyawa kawannya sambil mengayunkan pedangnya.


Whuuthhh !!


Merasakan sesuatu yang tengah mengancam keselamatan nya, Ayu Ratna langsung merendahkan tubuhnya hingga sambaran ujung pedang si prajurit Rajapura itu hanya membabat udara kosong dua tapak tangan di atas kepala Ayu Ratna. Lalu dengan lincah, Ayu Ratna membuat gerakan tendangan melingkar berputar cepat menendang pada gagang pedang si prajurit yang baru saja tewas di tangan nya.


Dhhaaaassshhh..


Pedang itu mencelat cepat kearah si prajurit Rajapura yang baru menyerang nya dan baru saja berbalik badan hendak kembali menyerang ke arah Ayu Ratna. Namun bilah pedang kawannya yang baru saja tewas telah lebih dulu menembus perutnya.


Jllleeeeeppppphhh !!


Aaauuuuggggghhhhh !!


Mata prajurit Rajapura itu langsung melebar setelah melihat pedang kawannya menembus perutnya. Dia meraung keras sebentar sebelum roboh ke tanah. Tak berapa lama kemudian dia tewas dengan pedang milik temannya menancap di perut.


Usai menghabisi nyawa prajurit Rajapura yang menghadang nya, Ayu Ratna mengalihkan pandangannya pada sosok Gayatri yang sibuk menghadapi tantangan dari seorang Bekel atau Lurah Prajurit Rajapura yang bernama Garubumi beserta beberapa orang prajurit Rajapura yang membantu sang atasan.


Ayu Ratna tanpa menunggu lama langsung menerjang maju ke arah para prajurit Rajapura yang mengepung sang calon selir pertama Panji Tejo Laksono ini dengan sabetan pedang nya pada seorang prajurit yang berada di depannya.


Shhrreeettthhh..


Chhrrrraaaaaassss !!


Kepala seorang prajurit Rajapura itu langsung menggelinding ke tanah usai tebasan pedang Ayu Ratna menebas tengkuknya hingga putus. Keempat orang lainnya yang sedang mengeroyok Gayatri langsung mengambil jarak dari dua orang calon istri Panji Tejo Laksono ini.


"Bangsat !


Para prajurit Panjalu memang pengecut licik! Menyerang orang dari belakang, hanya tindakan orang orang rendahan!", maki Bekel Garubumi sembari menatap tajam ke arah Ayu Ratna.


"Phhuuuiiiiiihhhhh..

__ADS_1


Sekarang kita lihat siapa yang lebih pengecut, aku yang membunuh orang dari belakang atau kalian sekelompok orang lelaki yang mengeroyok seorang wanita? Inilah sebabnya mengapa orang-orang Rajapura selalu terbelakang. Pintar menilai kesalahan orang lain tapi tidak bisa mengoreksi perilaku diri sendiri ", balas Ayu Ratna yang di sambut senyum oleh Gayatri.


"Kau benar Nimas Ayu..


Menghadapi para pemberontak berotak bebal seperti mereka, kita tidak perlu mengikuti norma norma kepantasan dalam aturan dunia persilatan. Bisa mampus di tangan kita, itu sudah keberuntungan besar untuk mereka ", sahut Gayatri yang memegang dua belati di kedua tangan nya.


"Kurang ajar ! Dasar perempuan sundal Panjalu keparat ! Mulut kalian benar-benar harus mendapat pelajaran..


Semuanya, kita cincang tubuh dua perempuan laknat itu!", setelah berkata demikian, Bekel Garubumi langsung melesat cepat kearah Ayu Ratna dan Gayatri dengan membabatkan golok besarnya kearah mereka.


Whhhuuuggghhhh!!


Gayatri dan Ayu Ratna langsung berpencar menghindari tebasan golok besar Bekel Garubumi hingga tebasan golok besar itu hanya membabat tanah.


Ayu Ratna langsung melesat cepat kearah dua prajurit Rajapura di sisi kanan sedangkan Gayatri melesat cepat ke arah prajurit di sisi lain nya. Dalam dua gebrakan mereka, dua orang prajurit Rajapura menemui ajalnya.


Melihat itu, Bekel Garubumi semakin kalap. Dengan sekuat tenaga dia mengayunkan kembali golok besar nya yang kini di lambari tenaga dalam ke arah Gayatri yang masih menghadapi seorang anggota prajurit Rajapura. Tebasan golok besar yang kini mengeluarkan sinar tipis kekuningan itu langsung menerabas cepat kearah Gayatri.


Shhrreeettthhh !


Hembuskan angin dingin berdesir kencang mengikuti tebasan golok besar Bekel Garubumi. Menyadari adanya bahaya, Gayatri langsung melompat tinggi ke udara menghindari tebasan sinar tipis kekuningan dari golok besar Bekel Garubumi yang mengarah kepadanya.


Chhhrraaassssshhhhhh!!


Gayatri selamat namun tidak dengan prajurit Rajapura yang menjadi lawannya. Tebasan golok besar Bekel Garubumi menebas tubuhnya hingga nyaris terpotong menjadi dua bagian. Saat yang bersamaan, Gayatri melemparkan salah satu pisau belati peraknya ke arah Bekel Garubumi yang pertahanan tubuh nya lowong.


Chhreepppppph!


Aaauuuuggggghhhhh !!


Bekel Garubumi menjerit keras saat pisau belati perak yang di lemparkan oleh Gayatri menembus dada kanannya sebelah atas. Meski tidak mengenai organ dalam tubuh, namun darah segar langsung mengalir keluar dari luka itu setelah Bekel Garubumi mencabut pisau belati kecil itu.


Meski sudah terluka cukup parah, namun Bekel Garubumi rupanya masih punya banyak tenaga untuk bertarung. Terbukti usai mencabut pisau belati kecil yang di lepaskan oleh Gayatri, pria bertubuh gempal dengan kumis tebal itu langsung bergerak cepat menuju ke Gayatri yang menjadi incarannya.


Dengan penuh semangat untuk menghabisi nyawa Gayatri, Bekel Garubumi kembali membabatkan golok besarnya kearah Gayatri yang baru saja turun menjejak tanah. Karena tidak ada tempat untuk menghindar, Gayatri langsung mengerahkan seluruh tenaga dalam nya pada belati perak kecil di tangan kanannya untuk menahan tebasan golok besar Bekel Garubumi yang di lambari tenaga dalam tingkat tinggi.


Thhraaaangggggggg ..


Blllaaaaaaaaaaarrrrrr!!


Gayatri terdorong mundur beberapa langkah ke belakang begitu pula dengan Bekel Garubumi yang juga terseret mundur hampir dua tombak. Tanpa membuang waktu lagi, Bekel Garubumi kembali melesat cepat kearah Gayatri. Namun kali ini, putri Tumenggung Sindupraja itu memilih untuk melompat mundur sembari merapal mantra Ajian Gelap Sayuto ajaran Maharesi Bajrabali gurunya. Begitu mantra selesai di rapal dan tangan kanannya sudah di liputi oleh sinar biru kemerahan layaknya gelap atau kilat berapi yang berhawa panas, Gayatri kini berganti arah dan melesat cepat kearah Bekel Garubumi yang menyeringai lebar menatap ke arah nya.


"Mau cepat mampus? Akan ku kabulkan!"


Bekel Garubumi mengalirkan lebih banyak tenaga dalam nya pada golok besar bergagang kepala burung itu untuk menghadapi Gayatri. Saat putri dari Tumenggung Sindupraja itu menghantamkan tangan kanannya yang berwarna biru merah akibat Ajian Gelap Sayuto, Bekel Garubumi segera menyilangkan golok besarnya untuk menahan serangan dari Gayatri.

__ADS_1


Blllaaammmmmmmm !!


Ledakan dahsyat terdengar saat Ajian Gelap Sayuto dari Gayatri menghantam golok besar Bekel Garubumi. Lurah prajurit Rajapura berbadan gempal itu terlempar jauh ke belakang. Di saat yang bersamaan, Ayu Ratna yang baru saja menghabisi nyawa prajurit Rajapura yang menjadi lawannya, langsung memapak lemparan tubuh Bekel Garubumi dengan pedang nya.


Jllleeeeeppppphhh !!


Aaaarrrgggggghhhhh!?


Jerit keras terdengar dari mulut Bekel Garubumi saat pedang milik Ayu Ratna menembus pinggang hingga ke perut. Saat Ayu Ratna mencabut pedang nya, dia langsung roboh tersungkur ke tanah dengan bersimbah darah.


Segera Ayu Ratna meninggalkan mayat Bekel Garubumi. Secepat mungkin dia mendekati Gayatri yang baru saja mengeluarkan banyak tenaga dalam untuk melepaskan Ajian Gelap Sayuto nya. Putri Tumenggung Sindupraja ini nampak sedang mengusap dahinya yang berkeringat.


"Kau baik baik saja, Gayatri?", tanya Ayu Ratna segera.


"Aku tidak apa-apa Nimas Ayu. Bajingan busuk itu peret juga nyawanya. Tidak aku sangka seorang bekel bisa memiliki kemampuan beladiri setinggi itu. Kita harus lebih berhati-hati kedepannya", ujar Gayatri sembari menatap ke arah mayat Bekel Garubumi yang tengkurap di atas tanah.


"Kau benar, Gayatri..


Ayo kita bantu saudari saudari kita yang lain. Meski kemampuan beladiri kita mungkin masih di bawah mereka, tapi setidaknya kita membersihkan penghalang bagi mereka untuk menghadapi lawan yang lebih tangguh", ucap Ayu Ratna yang di sambut anggukan kepala oleh Gayatri. Dua calon istri Panji Tejo Laksono ini mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat mereka dan menemukan bahwa dua calon istri Panji Tejo Laksono yang lain yakni Luh Jingga dan Song Zhao Meng sedang bahu membahu menghadapi 4 orang perwira prajurit Rajapura yang melindungi Adipati Waramukti.


Dua orang perempuan cantik itu saling berpandangan sejenak sebelum saling mengangguk. Keduanya melesat cepat ke arah Luh Jingga dan Song Zhao Meng alias Dewi Wulandari yang terlihat sedikit kerepotan karena keempat orang itu memiliki kemampuan beladiri yang tinggi.


Sembari mengerahkan tenaga dalamnya, keduanya menebaskan senjata mereka masing-masing ke arah keempat orang perwira tinggi prajurit Rajapura yang sedang mengepung Song Zhao Meng dan Luh Jingga.


Whhhuuuuttthhh whuuuuttthh..


Salah seorang dari perwira tinggi prajurit Rajapura yang mengepung Luh Jingga dan Song Zhao Meng yakni Demung Kingkin langsung berteriak keras, "Awas serangan dari belakang!".


Tiga orang perwira tinggi prajurit Rajapura yang lain yaitu Juru Mondo, Bekel Gupati dan Juru Waruga langsung melompat menjauhi Song Zhao Meng dan Luh Jingga. Luh Jingga sendiri yang melihat itu, langsung menarik tangan Song Zhao Meng alias Dewi Wulandari untuk menghindari dua hawa tajam senjata Ayu Ratna dan Gayatri.


Blllaaaaaaaaaaammmmmmmm!!


Ledakan keras terdengar saat dua tebasan hawa senjata Ayu Ratna dan Gayatri menghantam tanah. Dua larik lobang bersilangan sedalam setengah dengkul yang tercipta terlihat setelah debu yang beterbangan menghilang.


"Gayatri, kau sengaja ya?", ucap Luh Jingga yang cukup kaget karena serangan Gayatri dan Ayu Ratna yang tiba-tiba.


"Bukan begitu, Luh..


Aku hanya tidak punya pilihan lain selain melepaskan serangan itu. Lagipula bukan aku sendiri yang melakukan nya, Nimas Ayu Ratna juga kan?", Gayatri tak mau disalahkan.


"Kau ini ...


Harusnya kau beri isyarat lebih dulu. Jangan main serang sembarangan. Untung aku sempat melihat nya. Kalau tidak, bisa-bisa aku dan Wulandari yang celaka", Luh Jingga yang masih kesal terus mengomel.


"Hei, kalian ini mau bertarung apa bertengkar?", Demung Kingkin yang berada tak jauh dari tempat mereka berkumpul memotong pembicaraan mereka. Keempat orang calon istri Panji Tejo Laksono itu langsung menoleh ke arah Demung Kingkin sambil berteriak keras,

__ADS_1


"DIAAAAMMMM !


Ini bukan urusanmu!!"


__ADS_2