Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 10 :hancur


__ADS_3

Kevin memang sudah dijodohkan papanya dengan anak dari rekan bisnisnya.


selama ini Farah ada diluar negri untuk melanjutkan studinya, dan Minggu ini dia akan pulang ke Indonesia, Kevin hanya sesekali bertukar kabar dengan Farah agar Farah tidak marah padanya dan mengadukannya pada orang tuanya.


Minggu pun tiba pagi ini Kevin harus menjemput farah dibandara, Farah memberi tau dia akan tiba dibandara jam 10.00 jadi sebelum jam yang ditentukan Kevin harus sudah ada disana karena Farah tidak suka menunggu, sekarang baru jam 08.00 tapi sedari tadi mamanya sudah bolak balik membangunkan Kevin.


"Kevin..bangun,hari ini kamu harus menjemput farah dibandara, nanti kamu telat sayang!" sambil menggoyang goyangkan badan Kevin


"aduh maa..Kevin masih ngantuk!"


"nggak Kevin kamu harus siap siap sayang,pokoknya mama sama papa tunggu dibawah ingat Kevin jangan buat papa kamu marah!"


skip


**dikos Amara**


dikamar kosnya Amara sedang bermalas malasan,sedari tadi dia sudah bangun tapi tidak berniat untuk beraktivitas mandipun dia malas.


"raaa..bangun dong,dari tadi tiduran Mulu ih,,"


”apa sih rum,aku tuh lagi males ngapa ngapain."


"iiih..aku kan udah bilang nanti malem aku ada undangan birthday party,,"


"teruss?"


"temenin nyari kado,terus nyari baju juga!”


"aduh rum,,aku tuh lagi mager minta temenin yang lain aja deh!"


"iya,, iya fine aku tau kita udah beda,aku bukan level kamu lagi sekarang kamu udah jadi orang kantoran." Arum sengaja berkata seperti itu,dia pura pura marah karena Arum tau Amara paling tidak bisa jika ada yang marah padanya, dan benar dugaan Arum Amara langsung bangun dan menggenggam tangannya.


"kog ngomongnya gitu sih, kita itu sama rum nggak ada level levelan kamu sahabat aku,aku sahabat kamu,mau setinggi apapun setatus kamu atau setatus aku kita akan tetap menjadi sahabat,aku temenin kamu ya? gimana kalo kita kemall, bentar ya aku mandi dulu!" Arum tersenyum rencananya berhasil bahkan sekarang Amara yang lebih antusias


"aku tau Amara hati kamu itu lembut, kamu nggak akan tega melihat orang lain bersedih karena kamu" batin Arum


skip


**dikediaman Rayen dirgantara**

__ADS_1


Ray sedang melakukan olahraga diruang fitnesnya tak heran jika tubuhnya sangat atletis Ray memang suka berolahraga,jika hari Minggu seperti ini Ray lebih sering menghabiskan waktunya untuk berolahraga.


"sayang..kamu kan udah janji kemarin mau nganterin mama belanja bulanan, kog masih disini sih,," kata mama ana, mama ana sangat penyabar tutur katanya sangat lembut,dia orang kaya tapi sama sekali tidak sombong dan Ray sangat menyayangi mamanya apapun yang mamanya minta pasti Ray lakukan,kecuali hal pribadinya dia tidak suka diatur.


"iya ma..bentar lagi Ray selesai kog!"


"jangan lama lama ya sayang mama tunggu dibawah"


"iya ma"


skip


**dibandara**


Kevin sudah berada dibandara untuk menjemput farah,sudah setengah jam dia menunggu Farah, dan akhirnya yang ditunggupun sampai juga


"Hay..sayank, are you oke, kamu udah lama ya nunggunya, im so sorry sayank."


"nggak kog aku baru sampai,,sini biar aku bawain kopernya"


"owww..so sweet, l love you my dear" Kevin hanya tersenyum,Farah menggandeng bahu Kevin seperti pasangan kekasih pada umumnya.


"sayank..aku mau beli baju,tas,terus jam tangan aku nggak bawa baju banyak soalnya,boleh kan?"


"oke,,kalo gitu sekarang kita kemall,tapi aku mau ke mall yang paling bagus.


Kevin tidak menjawab,tapi dia menuruti kemauan Farah untuk kemall.


**dimall**


Amara dan Arum sudah berada di mall terbesar dijakarta,sedari tadi mereka hanya muter muter tapi belum menemukan apa yang mereka cari


"capek juga ya Ra muter muter, aku jadi haus deh cari minum yuk.."


"iya sama,kaki aku udah pegel nih,ya udah kita sarapan dulu sambil istirahat."


setelah makan mereka melanjutkan mencari kado yang Arum mau


"rum..temen kamu itu cowok apa cewek sih?"

__ADS_1


"ya cewek lah Ra..ya kali cowok ngundang aku, kita cari baju aku dulu yuk kadonya belakangan,,"


"oke"


setelah menemukan baju yang cocok buat Arum,mereka melanjutkan mencari kado.


"Emm,,gimana kalo tas aja,atau jam tangan aja ya?"


"terserah kamu rum yang penting sesuai bajet"


Arum menuji toko jam tangan branded yang bersebelahan dengan toko tas branded.


"rum kog kita kesini sih, ini kan jam tangan branded semua mana mampu kita,,"


"udah sih liat liat aja dulu, santae santae, yuk masuk"


Amara kesel dengan Arum yang tidak bisa dikasi tau,Amara hanya diam dan memainkan hp sementara Arum melihat lihat jam tangan,saat menengok ke arah luar sekilas Amara seperti melihat laki laki yang mirip dengan Kevin bersama seorang perempuan


"kog mirip kak Kevin,tapi kok sama cewek..beneran kak Kevin nggak ya, mending aku liat aja deh" Amara berbicara sendiri


"rum aku mau liat tas bentar ya, nanti aku kesini lagi daa.."


"eh tapi.." belum selesai Arum bicara Amara sudah pergi " kog buru buru banget sih aneh banget deh Amara"


Amara memasuki toko tas branded


"dimana ya mereka" Amara terus mencari keberadaan mereka,Amara masih ingat dulu Kevin pernah menyuruhnya untuk memilih tas dan sekarang Amara ingin melihat tas itu,tas yang dia sukai dulu, Amara berhenti ketika melihat orang yang dia cari ada didepannya tetapi posisi mereka membelakangi Amara, jarak Amara dan mereka cukup dekat, jantungnya seakan berhenti berdetak, Amara belum mengetahui apakah itu Kevin atau tidak tapi entah mengapa perasaanya mengatakan itu adalah kevin.perempuan itu bergelayut manja dibahu Kevin dan memanggilnya sayang Amara dapat mendengar dengan jelas percakapan mereka,saat Amara mendengar suara laki laki itu, Amara yakin itu Kevin. bersamaan dengan Ray juga ada disana menemani sang mama memilih tas juga.


"Kevin.."panggil Amara pelan,laki laki itu menoleh dan benar saja laki laki itu adalah kevin.amara meneteskan air mata dia diam membisu


"Amara.." kata Kevin


"sayang..kamu kenal sama perempuan itu?"tanya farah


"dia..dia teman kantor aku!"


jederrr.. bagai disambar petir disiang hari,Kevin tidak mengakui Amara sebagai pacarnya.Ray dan mamanya melihat semuanya Ray mengepalkan kedua tangannya entah mengapa hatinya ikut sakit melihat Amara diperlakukan seperti itu oleh sahabatnya sendiri, sementara ana mama Ray memegang tangan Ray dan mengelusnya.


sementara Arum yang menunggu Amara tidak kunjung datang untuk menemuinya memutuskan untuk menyusul Amara dan dia juga melihat semua kejadian yang Amara alami, tidak hanya Ray dan Arum yang melihat kejadian itu tapi juga orang orang yang ada didalam toko itu apa lagi yang berada disana adalah orang orang kaya terlihat dari penampilannya.

__ADS_1


sakitt, hancur, malu..itulah yang Amara rasakan tidak dianggap oleh orang sangat dia cintai Amara berlari keluar entah dimana tujuannya dia terus berlari sambil menangis Amara tidak perduli dengan orang orang yang berada disana..


*** Hay readers mohon dukungannya ya🙏🙏🙏***


__ADS_2