Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 45 : Amara diculik


__ADS_3

Ray memeluk Amara dari belakang meletakkan dagunya di ceruk leher Amara yang tengah bersiap siap untuk bekerja.


"Kak…awas aku tidak bisa bergerak. Nanti aku terlambat."


"Kamu bilang hari ini kita akan kerumah kamu. Apa kamu bohong?"


"Iya aku tau. Tapi kan aku harus izin dulu kak, apalagi aku pegawai baru. Aku akan meminta izin untuk pulang kampung tapi hanya kita berdua. Keluarga kak Ray jangan ikut dulu nanti bapak dan ibu bisa jantungan tiba tiba ada lamaran.


"Oke! Terserah kamu yang penting semuanya lancar sesuai yang kita inginkan." Amara mengangguk dengan senyum manisnya. 


"Muach muach muach muach" Ray menciumi pipi Amara berkali kali


"Kak Ray! Udah dong geli tau."


"Geli? Ini nih baru geli…" Ray menggelitik Amara


"Hahahah ampun kak geli.."


_


_


Ray dan Amara sudah di perjalanan menuju tempat kerja Amara. Yang kini sedang berhenti karena lampu merah dan sebuah kebetulan yang luar biasa mobil Ray berhenti tepat di sebelah mobil Kevin yang sedang bersama Farah. 


Amara fokus memainkan ponselnya Ray yang melihat ke arah Amara tidak sengaja matanya menangkap sosok Kevin yang tengah memperhatikan Amara. Dengan sengaja Ray mengecup bibir Amara singkat namun berkali kali.


"Muach muach muach"


"Plak"


"Aow..sakit sayang." Satu pukulan mendarat di bahu ray


"Sukurin! Jail sih."


"Aku tuh gemes sama kamu." Ray mencubit kedua pipi Amara gemas.


"Mau aku bisikin sesuatu?"


"Apa?"


"Ray membungkukkan badan dan mendekatkan wajahnya pada Amara dengan posisi tangan memegang jok tempat duduk kemudian berbisik "Di sebelah kita ada kevin yang sedang memperhatikan kamu. Kamu jangan menengok tetap diposisi seperti ini."


"Aku  takut kak!"


"Tenang. Kamu ikuti saja perintahku." Posisi Ray dan Amara seperti orang sedang berciuman yang membuat Kevin geram seperti cacing kepanasan.


"Bisa bisanya mereka berciuman ditempat umum dasar *****."gumam Kevin mengepalkan kedua tangannya.


"Tin tin tin tin"


Bunyi klakson pengendara lain menyudahi aksi Ray dan Amara. Ray melirik Kevin sekilas kemudian menjalankan mobilnya.


_


_


Amara sedang sibuk melayani para pengunjung. Seperti biasa resto selalu ramai


"Mbak cantik!" Panggil salah satu pengunjung yang seumuran dengan Ray yang datang bersama tiga orang temannya.


"Iya mas mau pesan apa?"


"Menu yang paling enak disini apa mbak?"


"Semua makanan disini enak mas!"


"Kalau yang spesial?"


"Yang spesial disini ada dua mas, kepiting lada hitam dan ayam setan mas."


"Kalau mbaknya?"

__ADS_1


"Saya bukan menu mas?" Jawab Amara dengan senyum yang tidak pernah pudar dari bibir ranumnya.


"Kalau kenalan boleh dong?" Sahut temannya lagi. Sedangkan teman yang satunya hanya diam namun matanya seolah menelanjangi Amara dari atas sampai bawah. membuat Amara tidak nyaman.


"Maaf mas jadi pesan yang mana?"


"Yang spesial dong kaya kamu spesial di hatiku." 


"Baik mau pesan berapa?"


"Tiga! Sama minumnya jus jeruk,samain aja."


"Baik, mohon ditunggu sebentar ya mas."  Amara beranjak namun masih bisa mendengar perkataan mereka karena posisinya belum terlalu jauh.


"Hmm..sayang banget cantik cantik tapi pelayan." Ucap cowok pertama


"Bener banget biasanya cewek kayak gitu tuh gampangan brow! Timpa cowok yang ke dua "sini gue bisikin" Tambah cowok yang ketiga.


"Hahaha ide bagus!" Terdengar suara tawa dari mereka bertiga entah apa yang mereka bicarakan.


"Setelah makanan siap Amara mengantar  pesanan mereka.


"Ini pesanannya mas, selamat menikmati.." ucap Amara ramah.kemudian akan beranjak tetapi tangannya dicekal oleh cowok yang pertama.


"Mbaknya mau kemana? Gabung aja yuk sama kita!"


"Maaf mas saya harus kembali bekerja!"


"Sok jual mahal banget sih, ayolah?" Amara menarik tangannya.


"Saya permisi!" Amara berusaha menahan amarahnya.


"Dari pada jadi pelayan lebih baik Lo temenin kita atau mau sekalian check in? Kita bisa Lo bayar kamu mahal yang penting bisa bikin kita puas! Hahaha.." 


"Plak"


Satu tamparan mendarat di pipi cowok ke tiga yang menarik perhatian pengunjung yang lain.


"Jangan membuat keributan di resto saya!"


"Pegawai anda yang membuat masalah dengan saya. Dia sudah bersikap kurang ajar. Lebih baik anda pecat dia sebelum anda mengalami kerugian." Miko melihat Amara


"Bu..bukan pak bukan saya. Mereka yang bersikap kurang ajar terhadap saya " jawab Amara panik 


"Lihat sendiri kan pak dia panik. Pasti karena dia takut." Ucap cowok pertama


"Saya sangat mengenal pegawai saya, tidak mungkin dia bersikap kurang ajar apalagi dia perempuan. Kalian tentu tahu siapa yang biasanya bersikap kurang. ajar tiga lelaki atau satu perempuan?"


"Jadi anda menuduh kami? Saya tidak terima jika anda menuduh tanpa bukti saya bisa melaporkan anda ini ke polisi!"


"Bagus! Laporkan saja. Disini ada banyak sisi tv kita lihat saja polisi akan percaya pada siapa?" Mereka saling pandang.


"Awas ya kalian. Urusan kita belum selesai." Tunjuk cowok kedua pada Miko dan Amara yang menunduk. Kemudian pergi tanpa membayar pesanan mereka.


"Maaf pak ini gara gara saya. Saya sudah membuat para pengunjung yang lain tidak nyaman.


"Sudah Amara tidak usah dipikirkan yang penting kamu baik baik saja kan? Kamu kembali saja bekerja."


"Iya. Sekali lagi saya minta maaf permisi pak!" 


" Saya selaku pemilik resto ini minta maaf atas ketidaknyamanan anda semua. Sebagai gantinya saya akan memberikan 


satu ice krim gratis untuk masing masing. Selamat menikmati."


_


"Tok tok tok"


"Masuk!"


"Amara? Ada apa ayo silahkan duduk." Ragu ragu Amara melangkahkan kakinya antara takut dan sungkan itulah yang Amara rasakan saat ini."

__ADS_1


"Maaf pak saya.."


"Iya kenapa Amara? Jangan bilang kamu mau resign. Saya nggak akan izinkan."


"Bukan pak. Saya kan butuh pekerjaan mana mungkin saya resign. Saya mau minta izin pulang kampung pak besok mungkin untuk beberapa hari saya tidak bisa masuk kerja apa pak Miko mengizinkan?" Miko memandang Amara serius bahkan mimik wajahnya terlihat sedang marah. Membuat Amara semakin takut. Kemudian menundukkan kepala dan meremas kedua tangannya. Sesaat kemudian terdengar suara tawa Miko.


"Hahahaha"


"Kamu lucu banget sih Ra." Miko berjalan mendekat pada Amara kemudian punggungnya bersandar pada meja dengan kedua tangannya bersedekap dada.


"Kamu mau izin berapa hari?"


"Pak Miko nggak marah?"


"Kenapa saya harus marah?"


"Tapi kan saya.."


"Sudah tidak apa apa saya izinkan.tapi jangan lama lama ya. Nanti ada yang kangen." Potong Miko


"Hah! Kangen? Siapa pak?"


"Hahaha saya hanya bercanda."


"Pak Miko! Saya kira beneran. Kalau begitu saya permisi pak."


_


_


Amara tengah bersiap siap untuk pulang karena akan bergantian sif dengan pegawai yang lain. Disini dibagi menjadi dua sif. Shift pagi sampai jam  tiga sore dan shift sore sampai jam sepuluh malam.


Karena Ray yang masih sibuk di kantor Amara pun pulang dengan Gober. Dan siapa sangka jika tiga cowok yang tadi siang membuat keributan ternyata masih belum pulang dan menunggu Amara tak jauh dari resto. Begitu melihat Amara keluar tiga cowok tersebut bersiap untuk mengikuti Amara.


"Ayo kita ikuti dia. Begitu ada peluang kita sergap!" Mereka bertiga telah siap dengan topeng masing masing kemudian melajukan mobilnya mengikuti Gober Amara.


Tepat di jalan yang agak sepi tiga cowok itu menjalankan aksinya. mereka memepet Gober Amara dan menghadangnya. Dengan sigap dua cowok turun  menyeret dan membungkam mulut Amara.


"Emm emm emm" sekuat tenaga Amara memberontak namun tenaganya tidak lah imbang dengan dua orang lelaki. supir Gober tersebut juga tidak tinggal diam ia menarik Amara dan meminta tolong dengan cepat satu cowok itu memberi bogem mentah di wajah supir Gober itu hingga membuatnya jatuh tersungkur. Amara terus memberontak ia menginjak kaki cowok yang kedua. Amara berhasil meloloskan diri namun naas cowok yang bertugas mengemudikan mobil ikut turun dan memukul tengkuk belakang Amara hingga membuat kesadarannya hilang. Dengan cepat mereka membopong tubuh Amara dan memasukkannya ke dalam mobil dan pergi.


"Dtt drtt drtt"


Tak jauh dari tempatnya tersungkur supir Gober melihat sebuah Handphone bergetar. Ia pun mengambilnya yang ia yakini jika handphone itu adalah milik penumpangnya tadi. karena handphone yang ia punya masih berada di saku celananya. Ia pun berinisiatif untuk menjawab panggilan telepon yang masuk.


"Halo sayang kamu sudah pulang?" Suara Ray menyapa lebih dulu.


"Halo pak. Tolong saya." Jawab supir dengan suara bergetar.


"Kamu siapa? Kenapa handphone pacar saya bisa sama kamu?"


"Maaf pak saya Gober. Tolong saya pak. yang punya handphone ini diculik."


"Apa! Kamu jangan main main ya!"


"Benar pak. Saya tidak bohong dia diculik oleh tiga orang pria mereka memakai topeng."


"Kamu dimana sekarang?"


"Di jalan xxx.


"Kamu jangan kemana mana saya kesana sekarang!"


"Tuuut" telepon dimatikan oleh Ray."


*Hay gaeess kasihan ya Amara. Ada aja masalah yang dia hadapi😭😭


*Bagaimana kelanjutannya apakah Ray dapat menemukan Amara?


*Jangan lupa like komen dan vote🙏🙏


        ***Happy reading🥰🥰***

__ADS_1


__ADS_2