
Eps sebelumnya
"Ada, tapi kalau jam segini mereka ada di mansion, mereka akan kesini ketika pagi hari untuk sarapan, siang hari untuk menyiapkan makan siang dan malam hari untuk membereskan sisa-sisa makan malam."
"Apa jauh dari sini?" Tidak mansionnya ada di belakang rumah ini."
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
"Aku heran ya sama kamu dan Dion punya rumah besar tapi tinggal sendiri, memang orang tua kalian kemana atau semua orang kaya memang seperti itu?" Mike tersenyum
"Apa kamu sedang mencari tau tentangku?" Amara memutar bola matanya malas mulai lagi jiwa percaya dirinya.
"Ya anggap saja begitu."
"Baiklah tapi nanti ya kamu sabar dulu jangan terburu-buru kita pendekatan dulu."
"Iss..dasar orang aneh."
"Nak Mike ibu tidak enak kalau harus tinggal disini tanpa melakukan apapun, bagaimana jika ibu tinggal di belakang saja bersama pekerja nak Mike."
"Ibu dan Amara disini saja nanti aku tidak enak dengan Dion, Dion pasti marah jika kalian tinggal di mansion."
"Mama jesen mau bobok." Ucap jesen sambil mengucek matanya
"Jesen udah ngantuk ya, yuk kita bobok yuk."
"Sama papa juga."
"Papa nggak bisa sayang, sama mama aja ya sama nenek juga."
"Tapi jesen pengen sama papa ganteng ma." Mike tersenyum mendengar penuturan jesen Amara melirik Mike yang tersenyum
"Jesen jangan mulai ya, jangan bikin mama marah."
"Maaf ma."
"Jangan terlalu kasar dengan anak kecil."
"Jesen mau bobok dengan papa, baiklah papa temani jesen." Mike hendak mengambil posisi untuk berbaringÂ
"Tidak boleh!"
"Kenapa tidak boleh?"
"Pokoknya tidak boleh, cepat keluar sana."
"Kamu mengusirku dari kamarku sendiri?"
"Ya…ya makanya jangan jayus jadi orang." jawab Amara gelagapan
"Siapa yang jayus aku kan sedang membantu anakmu agar tidak menangis."
"Aku tidak butuh bantuanmu."
"Kamu yakin?"
"Ya yakinlah." Mike mendekat dan berbisik pada amara
"Kamu cantik kalau sedang kesal." Amara melotot mendengar ucapan Mike, bisa-bisanya dia berkata seperti pada orang yang baru dikenal. Amara mendorong tubuh Mike
"Keluar sana dasar bocah."
"Kamu mengusirku?"
__ADS_1
"Iya aku mengusirmu." Amara memaksa Mike keluar dari kamarnya.
"Brak..ceklek."
Amara menutup dan mengunci pintu kamarnya.
"Dasar gila.' umpat Amara
"Jangan kasar-kasar to nduk kalau kamu begini terus tidak ada laki-laki yang mau sama kamu."
"Ibu yang di omongin pasangan terus heran deh."
"Nduk..kamu itu sudah lama sendiri sudah tiga tahun, kamu masih muda jesen juga butuh sosok seorang ayah apa kamu tidak mau menikah lagi."
"Nggak! Udah ya Bu berhenti ngomongin soal pasangan, pernikahan dan apalah itu. ayo kita tidur jesen udah ngantuk berat nih ya kan sayang."
Ternyata Mike masih belum pergi, mike yang mendengar perdebatan Amara dan ibunya merasa bahagia ternyata Amara single meskipun single parents tapi bukan masalah untuk Mike.
_
_
Pagi harinya Mike bangun lebih awal padahal ini hari Minggu, biasanya jika hari Minggu mike bangun saat matahari sudah sangat menyengat.
Amara seperti biasa bangun sangat pagi untuk membantu menyiapkan sarapan seperti di rumah Dion.
Sedangkan ibu Jumiati menemani jesen di kamar.
Mike menuruni anak tangga Indra penciumannya menuntun langkahnya menuju meja makan.
"Amara.." panggil Mike melihat Amara menata piring
"Ya ada apa Mike, kamu butuh sesuatu?"
"Em..tidak ada, ini semua kamu yang masak."
"Tidak nanti saja." Kemudian Mike pergi begitu saja, namun wajahnya tiba-tiba berubah.
Mike mengumpulkan semua maid yang semuanya berjumlah lima orang maid.
Amara yang hendak ke kamar mengurungkan niatnya melihat maid yang berkumpul di ruang tamu, termasuk dua orang maid yang tadi membantunya di dapur. Amara pun melangkah menghampiri mereka dan Mike tentunya.
"Ada apa ini Mike, kenapa mereka dikumpulkan?"
"Kamu tau siapa mereka?"
"Tidak semuanya aku hanya tahu dua diantara mereka karena tadi membantuku memasak di dapur." Dengan tatapan elang dan wajah yang serius Mike mulai mengeluarkan kata demi kata yang mampu membuat mereka semua ketakutan.
"Siapa yang menyuruh Amara memasak?"
Tanya Mike, membuat Amara terkejut kenapa Mike bertanya demikian apakah Amara salah telah memasak atau Mike tidak suka makanan yang dibuat oleh orang asing, atau Mike takut jika Amara meracuninya, begitulah yang sedang Amara pikirkan.
"Mike aku minta maaf jika aku lancang, tapi tidak ada yang memaksa ataupun menyuruhku memasak, ini semua murni aku sendiri yang berinisiatif."
"Kalian tahu apa tugas kalian masing-masing kan jadi jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi, dan satu lagi orang yang ada di sampingku ini adalah Amara kalian harus hormat kepadanya seperti kalian menghormatiku, Amara juga mempunyai seorang anak dan ibu jadi kalian juga harus melayani mereka dengan baik, kalian mengerti."
"Mengerti tuan muda."
"Mike beneran ini bukan salah mereka." Mike hanya melirik Amara tajamMembuat nyali Amara menciut.
"Kamu adalah tamuku, tidak ada yang boleh melakukan pekerjaan apapun di rumah ini kecuali maid."
"Siap tuan."
__ADS_1
"Ini orang kalau lagi marah serem juga ya." Batin Amara
"Kamu sudah mengenal mereka semua?"
"Emm..ba..baru dua maid."
"Kalian dengar."
"I..iya tuan. Perkenalkan nona saya Jum, maid kebersihan, di sebelah saya i'in dan sari, kami semua maid kebersihan."
"Saya Darmi nona maid koki dan di sebelah saya Eni maid koki juga."
"Halo semuanya.." sapa Amara kaku
"Gila kenapa aku tegang ya." Batin Amara lagi
"Ingat mereka semua sudah aku gaji jadi tidak perlu membantu mereka. Kalian boleh pergi."
"Permisi tuan, nona.."
"Ingat kata-kataku, jika butuh sesuatu panggil mereka, tekan tombol putih di samping lampu tidur kamarmu, mereka akan langsung datang."
"I..iya Mike." Lagi-lagi Mike pergi begitu saja.
"Huft.." Amara bisa bernafas lega
"Gila..ternyata dia menyeramkan juga kalau sedang marah, banyak banget sih aturan disini tidak boleh ini tidak boleh itu terus aku mesti ngapain." Gumam amara
Amara kembali ke kamarnya
"Sudah selesai nduk masaknya?"
"Sudah Bu." Jawabnya lesu
"Kenapa habis masak kok tidak bersemangat gitu, kamu lelah nduk." Amara menggeleng
"Bukan karena lelah Bu, tapi..auah Bu aku jadi males."
"Ya sudah mandi dulu sana biar seger, ibu mau ke bawah ya siapa tau ada yang bisa ibu kerjakan nanti."
"Jangan Bu. Ibu jangan melakukan pekerjaan apapun disini nanti Mike marah."
"Marah..marah kenapa?"
"Itu dia Bu yang membuat aku kesal, aku udah capek-capek masak bukanya dihargai atau apa Mike justru marah Bu, tidak ada yang boleh melakukan pekerjaan apapun di rumah ini kecuali maid."
"Maid apa to nduk?"
"Maksudnya maid itu nama lain dari pelayan atau pembantu di rumah ini."
"Oalah..berarti ibu juga tidak boleh ngapa-ngapain, ibu itu badanya suka sakit-sakit kalau hanya diam."
"Aku nggak nyangka loh Bu orang yang terlihat seperti bocah ternyata serem banget kalau lagi marah."
"Makanya kamu itu jangan ngawur kalau ngomong nanti dia marah."
"Belum juga satu hari kita tinggal disini tapi aku merasa tidak betah Bu."
"jangan gitu nduk kita itu harus bersyukur masih ada orang baik yang mau menampung kita disini. sudah ya kamu mandi dulu sana biar otak kamu dingin."
"ibu..emang otak aku kenapa."
"lah itu keluar asap nanti kebakaran loh."
__ADS_1
"ibu ih.."
🌹🌹🌹 Bersambung 🌹🌹🌹