
Ray tidak langsung mengajak Amara pulang. Ray mengajak Amara ke mall untuk mencari gaun pesta yang cocok untuk Amara dan dirinya.
"Kak Ray mau beli sesuatu?"
"Iya. Bukan kakak tapi kita! Kita akan sibuk sebentar untuk memanjakan diri.
Ray memasuki mall tanpa harus bingung mencari tempat yang akan ia tuju. Ray langsung menuju "Ada Fashion Store" yang menyediakan fashion lengkap mulai dari baju baju branded laki laki maupun perempuan, baju pesta baju ala Korea tas sepatu yang harganya sudah pasti sangat fantastis. Mungkin Ray sudah biasa berbelanja disini sehingga tidak ada kesulitan saat mencari baju yang sesuai dengan mereka.
Ray memilihkan beberapa helay gaun untuk Amara coba.
"Coba ini!" Ray menyerahkan setumpuk gaun ditangannya.
"Semuanya kak?" Ray mengangkat kedua alisnya sebagai jawaban iya.
Satu persatu Amara mencoba gaun tersebut tetapi masih belum ada yang cocok di mata Ray.
Hingga pilihan terakhir jatuh pada gaun berwarna merah maroon yang menjuntai panjang dengan model bahu sedikit turun Memperlihatkan kulit putih mulus serta leher jenjangnya. Pinggang ramping yang sangat pas dengan model gaunnya.
Ray terpesona dengan kecantikan Amara padahal Amara belum bermake-up.
"Ini saja tidak usah dilepas lagi!
"Nanti kalau kotor gimana? Pestanya kan masih lama."
"Kalau kotor kita beli lagi tokonya masih buka."
"Ini kan gaun mahal kak masak kotor beli lagi."
"Kenapa? aku masih mampu, bahkan kalau kamu mau aku bisa beli toko ini buat kamu." Amara melongo dengan ucapan Ray. Segampang itu Ray akan membeli toko seolah akan membeli tahu tanpa berpikir dulu.
Setelah menemukan gaun untuk Amara kini giliran Ray yang memilih setelan kemeja dan juga jasnya yang cocok dengan baju yang Amara kenakan.
Ray memilih kemeja merah maroon dengan dasi hitam sedikit ada garis putih dan jas hitam satu set dengan celananya.
Membuat penampilannya semakin terlihat tampan dan berwibawa.
Setelah selesai memilih baju, Ray mengajak amara untuk memilih high heels senada dengan gaunnya. Kemudian yang terakhir salon kecantikan.
Ray membawa Amara menuju salon kecantikan yang biasa dipakai oleh para artis. Ray menunggu di luar sementara Amara sedang di dandani.
Setelah kurang lebih dua puluh menit Amara telah selesai di dandani Amara pun menghampiri Ray yang masih asyik bermain dengan benda pipih di tangannya sehingga tidak menyadari jika Amara telah berada di depannya.
"Kak Ray!" Panggil Amara. dengan pelan Ray mengangkat wajahnya. Mulai dari ujung kaki Amara naik keatas hingga menampilkan wajah ayu Amara bak seorang princess. Ray benar benar terpesona dengan kecantikan Amara yang sempurna hingga membuatnya susah untuk mengedipkan mata.
"Kak Ray!" Panggil Amara lagi sambil menggerak gerakkan tangannya di wajah Ray.
"Kak Ray!" Panggil Amara sekali lagi.
"Aku sedang menikmati keindahan nyata yang ada di depanku apakah benar ini kekasihku atau bidadari."
"Kak Ray gombal. Nggak pantes tau." Ray membelai satu pipi amara
__ADS_1
"Aku nggak gombal kok. Ini memang kenyataan kamu sangat luar biasa cantik sayang l love you."
"Sebentar ya aku bayar dulu."
Setelah melakukan pembayaran Ray menyodorkan tangannya untuk digandeng oleh Amara.
_
_
Tiga puluh menit kemudian Ray dan Amara telah sampai di "cempaka hotel" hotel mewah tempat berlangsungnya acara pernikahan Kevin dan Farah.
Ray menggandeng Amara memasuki ballroom hotel.
Suasana riuh para tamu undangan seketika hening setelah Ray dan Amara memasuki ballroom hotel.
Banyak yang mengagumi pasangan yang baru dimabuk asmara ini khususnya para lelaki yang mengagumi kecantikan Amara. Tak dapat dipungkiri bahwa Kevin pun terpesona dengan kecantikan Amara malam ini. Membuat hatinya bergetar. Farah yang melihat Kevin tidak berkedip memandang Amara memberi cubitan kecil di pinggang Kevin. Kevin pun tersadar dan mengalihkan pandangannya. Sebenarnya acara akad Kevin dan Farah telah berlangsung tadi pagi di masjid agung dekat kediaman Kevin. Dan kini tinggal acara resepsinya.
"Lo memang cantik Amara, tapi sayang Lo penghianat." Batin kevin. bahkan dalam hatinya pun Kevin tak lagi memanggilnya aku kamu lagi.
Risya yang melihat kedatangan Amara. langsung menghampirinya. mereka pun saling menyapa dan bertukar kabar.
Ray dan Amara melangkah menemui Kevin untuk memberi selamat.
"Selamat Vin gue ikut bahagia semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warohmah." Ucap Ray memberi selamat untuk Kevin dan juga Farah.
Kini giliran Amara yang memberi selamat untuk Kevin. Dengan senyum manis di bibir ranumnya Amara mengulurkan tangan untuk Kevin. "Selamat ya kak." Kevin menyambut uluran tangan Amara kemudian dengan sengaja Kevin memeluk Amara dan berbisik "Cewek murahan!" Amara syok mendengar kata kasar Kevin sontak Amara melepas pelukan Kevin kasar. Dengan dada naik turun dan mata berkaca kaca Amara mencoba untuk menahan Amarah. Sementara Kevin malah tersenyum miring melihat reaksi Amara.
"Sakit bahkan sangat sakit" itulah kata yang tepat untuk menggambarkan rasa yang Amara rasakan saat ini. orang yang dulu menguasai hatinya bisa berkata seperti itu kepada Amara. Apa salahnya bukankah Kevin yang mengkhianatinya bukankah Kevin yang bajingan telah menghamili seorang perempuan sebelum menjadi istrinya.
Amara langsung turun mencari minum untuk mendinginkan hatinya yang gemuruh. Ray melihat perubahan pada raut wajah Amara segera menyusulnya.
"Sayang kamu kenapa?" Tanya Kevin pada Amara yang sedang minum.
"Aku nggak papa kok kak. Apa aku boleh pulang duluan?"
"Pulang? Tapi kenapa acaranya belum dimulai sayang. Apa kamu sakit?" Ray menyentuh kening Amara.
"Aku nggak papa kak!" Amara menurunkan tangan Ray pelan.
"Aku hanya tidak nyaman!"
"Kamu tenang ya, ada aku." Ray memegang tangan Amara dan menenangkannya. Amara pun menuruti kata kata Ray. Tiba tiba lampu diredupkan.
"Cek cek"
"Baiklah selamat malam para tamu undangan yang berbahagia. Langsung saja kita mulai acara malam hari ini. Sebelum kita mulai pak Kevin Maurer akan memberi sambutan langsung pada kita malam ini. Silahkan pak Kevin kami persilahkan." Ucap MC membuka acara.
"Selamat malam para tamu undangan rekan kerja dan para kolega atas kehadirannya. Malam ini saya kedatangan tamu spesial yang tanpa diundang berkenan untuk hadir turut merayakan kebahagiaan kami." Kevin menarik farah dan melingkarkan tangannya di pinggang ramping farah.
"Beri tepuk tangan yang meriah untuk tamu undang yang tidak diundang ini." Tiba tiba lampu mengarah kepada Amara.
__ADS_1
"Huuuu.."
Sorak ramai para tamu undangan menyoraki Amara. Ray mengepalkan kedua tangannya merasa dijebak oleh Kevin. Ray akan melangkah maju namun Amara menahannya dan menggelengkan kepala.
Tak puas sampai disitu. Kevin melanjutkan aksinya.
"Kita semua tahu bahwa perempuan itu bukanlah lagi karyawan wings group.
Kalian semua harus tahu bahwa perempuan sok polos ini adalah mantan pacar saya." Kevin menjeda kalimatnya.
"Apa? Mantan."
"Yang benar saja."
"Jadi Amara mantannya pak Kevin."
Begitulah Suara suara yang terdengar dari tamu undangan yang mengenal Amara.
"Namun dengan wajah polosnya dia menipu saya. Dia mengkhianati saya dan menjalin kasih dengan laki laki yang ada di sampingnya Rayen Dirgantara." Lanjut Kevin.
"Dasar cewek nggak tau diri."
"Dasar orang kampung dikasih hati malah nusuk."
"Kelaut aja sana Lo. Lo itu nggak pantes ada disini bersama kita. Cewek munafik."
Begitulah kata kata pedas yang keluar dari mulut para tamu undangan.
"Kalian semua jangan ngomong sembarangan ya. Kalian tidak kenal siapa Amara bagaimana bisa kalian mengucapkan kata kotor seperti itu." Ucap Risya.
"Halah..udahlah Risya Lo nggak perlu belain tuh cewek murahan ya."
Amara tidak dapat menahan air matanya lagi. Risya memeluk Amara memberinya kekuatan.
Begitu pun Ray yang tidak bisa menahan amarahnya lagi. Dengan langkah tegas dan wajah penuh amarah Ray naik di atas panggung dan..
"Bugh"
Satu pukulan berhasil mendarat di wajah Kevin.
"Brengsek Lo Vin! Gue bunuh lo!" Teriak Ray menggebu gebu.
Tidak berhenti di satu pukulan Ray memberi pukulan bertubi tubi di wajah Kevin. Dan pukulan terakhir Ray mengenai sudut bibir Kevin, sehingga mengeluarkan darah. Para penjaga dan juga pak Antoni berusaha memisah namun mereka kesulitan karena Ray yang sudah diliputi amarah besar.
Dan dengan bantuan para karyawan lain yang memegangi Ray perkelahian pun berhasil dihentikan.
"Gue nggak akan pernah melupakan penghinaan ini Vin. Mulai hari ini Lo adalah musuh gue dan mulai hari ini gue nggak kenal sama Lo dan seluruh keluarga besar Lo. Lepas!" Ray beranjak pergi menemui Amara yang masih menangis dalam pelukan Risya dan mengajaknya pergi.
"Lo akan menyesal Ray!" Ucap Kevin yang berhasil menghentikan langkahnya.
"Kalian semua harus tau. Amara Andini adalah calon istri gue. Calon nyonya dirgantara jadi siapapun yang berani menyakiti Amara berhadapan sama gue. Terutama Lo!" Tunjuk Ray pada Kevin.
__ADS_1
"Gue pastikan Lo yang akan menyesal telah bermain main dengan gue. KEVIN MAURER." Ucap Ray penuh penekanan menyebutkan nama Kevin. Lalu Ray pun benar benar pergi bersama Amara dan juga Risya.
**happy reading gaess🥰🥰"