
"Amara?" Amara yang masak ini semua ma ?" Tanya Ray dengan wajah yang sumringah.
"Iya..kamu kenapa sih?"
"Nggak apa-apa kok. Ray keatas dulu ma..pa..
Dengan pelan Ray menaiki tangga sambil melirik papa Dirga dan mama ana. Ketika mama ana dan papa Dirga tengah sibuk Ray menjinjit menuruni anak tangga kemudian menuju ke kamar tamu untuk menemui Amara.
Dengan pelan Ray membuka knop pintu tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. dilihatnya Amara sedang duduk di depan cermin menyisir rambutnya.
Dengan senyum merekah Ray mendekati Amara kemudian memeluknya dari belakang.
"Cantik banget sih calon istri ku mau kemana?"
"Kak Ray..suka banget sih ngagetin aku."
"Kaget ya..ya maaf sayang." kemudian Amara berdiri dan berbalik lalu menarik Ray menuju ranjang.
"Duduk kak biar aku lepasin sepatunya." Ray menurut kemudian Amara berjongkok melepaskan sepatu Ray. Ray tersenyum melihat Amara yang sedang melepas sepatunya. Ray sangat tersentuh dengan sikap manis Amara hari ini Ray merasa sudah memiliki keluarga kecil yang harmonis. padahal mereka baru menyiapkan acara pernikahannya namun Ray merasa seperti sudah mempunyai seorang istri.
"Sudah kak. Sini aku lepasin juga dasinya."
Ray memeluk pinggang ramping Amara dengan senyum yang menghiasi bibirnya.a
"Kak ray kenapa sih senyum-senyum gitu?"
"Gimana nggak senyum kalau yang didepan mata ada bidadari cantik."
"Hmm gombal! Pasti ada maunya."
"Iya.."
"Tuh kan sudah aku duga." Ray menarik Amara untuk duduk dipangkuannya.
"Kakak pengen ngasih surprise buat kamu."
"Surprise? Surprise apa?"
"Kalau aku kasih tau sekarang bukan surprise dong namanya."
"Iya..ya.. terserah kakak aja deh. Oh iya kak tadi aku dari kantor wedding star sama mama."
"Iya..kakak sudah tau."
"Tau dari mana?"
"Kan aku yang nyuruh mama ngajak kamu ke kantor wedding star."
"Kak Ray curang ih. Kok aku nggak dikasih tau langsung." Amara memanyunkan bibirnya
"Kamu kalau lagi ngambek gini pengen aku terkam tau nggak."
"Terkam..emang aku apaan."
"Haha..terus gimana lancar nggak tadi meetingnya."
"Alhamdulillah semuanya lancar kak. Tinggal gaun sama cincinnya. Kata mama itu urusan kita."
__ADS_1
"Oke.."
"Oke apa?"
"Oke besok kita fitting baju."
"Kak..bapak dan ibu pasti bingung harus mencari uang kemana, harus ngapain, dan dari tadi aku telpon juga nggak diangkat."
"Kata siapa bingung tadi kakak habis video call sama ibu, malah ibu dan bapak terlihat sangat bahagia." Bohong Ray.
"Oh ya..kok kakak bisa video call ibu sedangkan aku saja dari tadi telpon tidak bisa."
"Iya dong..kakak kan menantu kesayangannya."
"Menantu..calon kali.. udah ah kakak mandi dulu sana." Amara turun dari pangkuan Ray kemudian menarik Ray untuk keluar dari kamarnya.
"Bentar sayang..aku masih kangen."
"Nggak mau. Kak Ray keluar sekarang. Kak Ray bau." Amara bisa aja ya gaes padahal tadi dipangkuan Ray nyaman-nyaman aja.😛😛
"Sayang..buka dong pintunya aku masih kangen.." teriak Ray di seberang pintu
"Nggak mau..kak Ray bau. Mandi dulu sana."
"Dasar anak bandel ya.." tiba-tiba mama ana menarik satu telinga Ray
"Aaa..sakit ma..mama sadis banget sih. Ini namanya kdrt bisa kena pasal mama."
"Halah..kamu ngapain disini teriak-teriak. Bukannya mandi malah nongkrong disini."
"Nongkrong..siapa yang nongkrong."
"Bukan. Lagi dugem!" Ucap Ray sambil ngacir meninggalkan mama ana.
"Dasar bocah tengil."
_
_
"Sayang masakan kamu enak sekali mama suka. Mama nggak nyangka loh ternyata kamu pinter masak."
"Iya, papa juga suka. Ray..kamu beruntung mendapatkan calon istri seperti Amara."
"Iya pa..Ray beruntung sekali. Makasih sayang..l love you."
"Harusnya kamu nggak usah repot-repot loh sayang. Kamu kan capek habis dari kantor wedding star."
"Nggak papa kok ma..Amara tidak merasa repot. Malah Amara seneng kalau papa,mama dan kak Ray suka masakan Amara." Dan begitulah suasana makan malam kali ini terasa berbeda karena penuh kehangatan dari semuanya. Terutama Amara yang berhasil menciptakan kehangatan bagi keluarga dirgantara.
Pukul 22.00 malam Amara terbangun dari tidurnya karena merasa haus. Dan air dalam gelas di kamarnya habis. Dan mau tidak mau Amara harus ke dapur untuk mengambil segelas air. Selesai mengambil air, Amara berniat untuk kembali kekamar nya namunSayup-sayup Amara mendengar suara orang sedang berbicara di Ruang tamu. " Kok seperti ada suara seseorang. Tapi siapa gumam amara yang membuat jiwa kepo Amara meronta- ronta.
Amara pun mencari sumber suara tersebut. Ia berjalan ke ruang tamu Dan semakin Amara mendekat suara itu semakin jelas. Tiba-tiba seseorang itu berdiri kemudian menghadap Amara. Untung Amara cepat bersembunyi. Dan dia adalah Ray kemudian Ray pergi ke kamarnya.
"Kak Ray..kak Ray telponan sama siapa jam segini, terus kenapa senyum-senyum. Nggak-nggak aku nggak boleh berpikiran aneh-aneh mungkin saja itu telepon dari client nya." Gumam amara
Setelah sampai di kamar Amara bimbang ia membolak-balikkan ponselnya antara menelpon Ray atau tidak. Amara menjadi tidak bisa tidur lagi.
__ADS_1
"CK.. gara-gara kak Ray nih aku jadi kepo kan. Nggak bisa tidur lagi deh. Ayolah Amara itu hanya clientnya." Amara bermonolog sendiri.
_
_
Waktu menunjukan pukul 07.30. pagi namun gadis cantik calon menantu keluarga dirgantara itu masih asyik bergelut dalam dunia mimpinya. Bahkan cahaya yang masuk dalam celah gorden pun sama sekali tidak membuat tidurnya terganggu. Entah jam berapa Amara baru bisa tidur kembali tadi malam.
"Tok tok tok" suara ketukan pintu. mama ana berulang kali mengetuk pintu. Hingga yang ketiga kalinya barulah Amara terbangun.
"Hemmm..iya sebentar. Hoam.." Jawab Amara dengan suara seraknya kemudian bangun dan membukakan pintu untuk mama ana.
"Ceklek"
"Pagi sayang.. nyenyak sekali tidurnya."
"Mama mau kemana? Kok udah rapi?"
"Mama mau arisan sayang. Sekalian mau ngasih undangan untuk teman-teman mama."
"Kenapa pagi sekali ma?"
"Pagi? Haha..iya mama terlalu bersemangat sayang. Ray juga terlalu bersemangat sayang jam segini sudah berangkat kerja.
Ya sudah kamu cepat mandi ya..terus sarapan.oh iya tadi Ray pesan pada mama kamu disuruh ke kantor Ray saat jam makan siang. Nanti ada supir yang jemput. mungkin mama agak sorean sayang pulangnya mama juga mau ke tempat tante hana. Kamu nggak apa-apa kan mama tinggal?"
"Nggak apa-apa kok ma. Emang Amara anak kecil takut ditinggal."
"Ya sudah mama berangkat ya sayang. Jangan lupa sarapan. Da..sayang."
"Da..ma hati-hati ya ma…"
"Terlalu bersemangat masak barengan aneh deh.." Amara berpikir sejenak kemudian..
"Jangan-jangan.." Amara berlari mencari keberadaan ponselnya.
"Astaga..sudah jam delapan. Pantesan mama tadi tertawa, aduh..kok bisa kesiangan sih. Gara- gara Kak Ray nih awas saja nanti kalau ketemu." Gumam Amara uring-uringan sambil berlalu ke kamar mandi.
_
_
Setelah mandi dan berdandan Amara kembali menelpon orang tuanya namun lagi-lagi tidak ada jawaban.
"Kok aku jadi khawatir sama bapak dan ibu. Apa lebih baik aku pulang saja. Tapi tidak mungkin. kecuali kak Ray mau mengantar. Lebih baik sekarang aku ke kosan aja deh minta tolong langsung dengan Arum." Gumam Amara kemudian mengambil tas jinjingnya dan pergi menemui Arum.
BI Jum yang tidak sengaja lewat melihat Amara yang hendak pergi pun bertanya pada Amara.
"Neng Amara mau kemana?" Tanya bi Jum.
"Aku mau keluar sebentar ya Bi..ada keperluan."
"Sarapan dulu neng.."
"Nggak usah bi sudah terlambat. Duluan ya bi.. assalamualaikum."
"Waalaikumsalam.." kemudian bi Jum pun memberitahu Ray jika pagi ini Amara tidak sarapan karena buru-buru pergi.
__ADS_1
*** Happy reading 🥰🥰***