Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 146 : Jalan-jalan dengan sultan part 2


__ADS_3

Mike mengajak Amara dan jesen pergi ke dufan atau dunia fantasi sebenarnya Mike tidak suka pergi ke tempat seperti ini tapi karena ingin menyenangkan hati jesen Mike pun melakukannya.


Tempat pertama yang mereka kunjungi adalah istana boneka mereka menaiki sebuah kereta dan berjalan di lorong yang banyak sekali boneka bergerak.


Amara duduk di depan bersama jesen sedangkan Mike duduk dibelakang Amara. 


Jesen sangat senang sepanjang perjalanan jesen sangat antusias, Mike tersenyum melihat jesen dan Amara bisa tertawa lepas.


Setelah istana boneka Mereka menuju dream Playground.


Disini banyak sekali permainan untuk anak-anak.


"Mama mau kesana." Ucap jesen menunjuk permainan trampolin.


"Kita main yang lain aja ya sayang."


"Nggak mau ma..jesen mau main itu."


"Jesen main sama papa aja mau nggak?"


"Mau pa, ayo.." dengan semangat jesen menarik tangan Mike sementara Amara duduk dan menyaksikan mereka berdua.


Tak hanya trampolin tetapi juga perosotan, futsal games dan banyak lagi permainan yang Mike dan jesen coba.


Mike sangat telaten dan sabar mengikuti semua kemauan jesen Mike terlihat seperti papa sesungguhnya untuk jesen.


"Ternyata Mike kalem juga kalau sama anak kecil nggak seperti biasanya yang seperti bocah, tapi disini dia terlihat sangat dewasa." Batin Amara 


"Mama jesen lelah." Ucap Jesen dan Mike menghampiri Amara


"Iya ma papa juga lapar." Mike ikut menimpali


"Mama.. mama, geli tau." kesal amara


"Hahaha.." Mike tertawa karena berhasil membuat Amara kesal


"Jesen mau main lagi nggak?"


"Mau pa.."


"Ayo naik." Mike menggendong jesen di pundaknya.


"Jesen siap?"


"Siap pa."


"Ok..lets go.." Mike dan jesen berlari meninggalkan amara


"Eh kalian mau kemana.."


"Haha..ayo kejar ma." Teriak jesen di atas pundak Mike, Amara pun mengejar mereka.


Mike menuju wahana zig-zag atau mobil senggol.


Mike naik bersama jesen sementara Amara sendiri.


"Jesen ayo naik sama mama."


"Nggak mau jesen mau sama papa aja."


"Awas ya kalian."


"Haha..ayo ma lawan kita."


"Oke siapa takut."


Mereka pun bermain mobil-mobilan dengan Amara melawan Mike dan jesen, mereka tertawa bersama layaknya sebuah keluarga bahagia.


Mike yang dulu tidak menyukai anak-anak tetapi dengan jesen dia bisa tertawa lepas dan terlihat sangat menyayangi jesen.


Akhirnya Amara pun kalah berkali-kali mobil Mike menabrak mobil Amara hingga mbuatnya terus tersudut.


"Udah ah aku nggak mau main lagi kalian curang."


"Kok curang sih, curang gimana?"


"Kamu berdua sama jesen aku kan sendiri ya kalah dong dua lawan satu."


"Papa jesen lapal."

__ADS_1


"Oke kita cari makan ya, jesen mau makan apa?"


"Mau ayam goleng kayak Upin Ipin."


"Baiklah jesen boleh makan ayam goreng sepuasnya. Ayo kita cari makan."


Mike pun mengajak Amara dan jesen menuju McDonald's sesuai keinginan jesen yang ingin makan ayam goreng, hari ini Mike benar-benar memanjakan jesen apapun yang jesen minta Mike lakukan.


Jesen dan Amara pesan ayam goreng sedangkan Mike steak.


Begitu pesanan datang Amara langsung menyuapi putranya yang sudah kelaparan 


Sambil menikmati steaknya, Mike memperhatikan Amara yang begitu sabar dan telaten menyuapi putranya.


"Jesen mau papa suapi?"


"Mau pa."


"Kamu makanlah biar aku yang menyuapi jesen."


"Tapi kamu kan juga belum selesai makan."


"Tidak apa-apa yang penting kamu makan dulu."


"Ternyata Mike perhatian juga."


Mike pun menyuapi jesen dengan sabar dan telaten, Mike juga mengajak jesen bercanda.


"Setelah ini kita mau kemana lagi?"


"Pulang aja ya.." jawab Amara


Mike memperhatikan penampilan Amara dan jesen


"Temani aku ke mall."


"Kamu mau beli sesuatu?"


"Iya, kamu mau kan menemaniku."


"Oke."


"Baiklah jagoan papa..karena hari ini jagoan papa makanya banyak papa punya hadiah untuk jesen."


"Hole..dapat hadiah. Hadiah apa pa?"


"Jesen Mau hadiah apa?"


"Apaan sih Mike, sayang om Mike cuma bercanda."


"Papa ma..bukan om."


"Iya maksud mama papa cuma bercanda sayang."


"Aku tidak bercanda, aku memang mau memberi hadiah untuk jesen."


"Ayo pa mana hadiahnya."


"Kita tunggu mama selesai makan du ya, jesen mau hadiah apa?"


"Jesen mau sepatu Balu, baju Balu, tas Balu pa."


"Hanya itu?"


"Jesen.." Amara memperingatkan putranya agar tidak meminta apapun lagi pada Mike.


"Biarkan saja Amara toh juga tidak setiap hari, sudah selesai kan makanannya kita berangkat sekarang.


_


_


Sesampainya di mall pemandangan indah pun terjadi lagi Jesen berada di tengah-tengah antara Amara dan Mike menggandeng tangan mereka berdua menaiki eskalator layaknya satu keluarga yang utuh ada papa, mama, dan anak.


Mike membawa mereka menuju pakaian anak-anak, Mike membeli beberapa baju untuk jesen lengkap dengan sepatu dan topi.


Mike juga membelikan tas sekolah untuk jesen.


"Mike udah yuk kita pulang aja, belanjaannya sudah banyak."

__ADS_1


"Kamu lupa tujuan utamaku kemari apa untuk membeli keperluanku."


"Salah sendiri kenapa malah beli keperluan jesen."


"Karena aku mau."


"Ck..yaudah ayo." Kesal Amara berdebat dengan Mike tidak ada habisnya


Mike mencari kemeja yang cocok untuknya.


"Amara bantu aku mencari kemeja yang bagus."


"Aku..aku mana tau selera kamu."


"Kamu pilih saja sesuai selera kamu siapa tau cocok untukku, aku tinggal dulu kalau sudah selesai kamu kasih ke mbaknya nanti aku bayar, yang banyak ya."


"Kamu mau kemana?"


"Ada urusan sebentar ayo jesen."


"Tapi..Mike!! Ih kebiasaan suka seenaknya sendiri, mentang-mentang sultan." Gerutu amara


_


_


Amara memilihkan beberapa kemeja untuk Mike semua ia pilih berdasarkan seleranya.


"Ini aja kali ya udah banyak juga kalau kurang biar dia pilih lagi  sendiri." Lantas Amara membawa kemeja-kemeja tersebut ke kasir.


"Sudah nona?"


"Sudah mbak."


"Saya bungkus ya nona."


"Tunggu teman ku dulu ya mbak takutnya nanti tidak cocok."


"Tidak apa nona, jika tidak cocok bisa dikembalikan."


"Hah..dikembalikan baru dengar aku belanja di mall bisa dikembalikan." Batin Amara


"Beneran bisa dikembalikan mbak?"


"Tentu nona, saya bungkus ya."


Kasir itu pun lalu membungkusnya."


"Silahkan nona." Kasir itu menyerahkan tiga paperbag kepada Amara


"Terimakasih nona, sampai jumpa kembali."


"Hah??" Amara bingung karena pegawai tersebut menyerahkan belanjaan yang belum Amara bayar, bahkan pegawai tersebut berterima kasih.


"Sudah selesai?" Tanya Mike tiba-tiba


"Sudah."


"Ayo kita pulang."


"Tapi belum bayar Mike."


"Hutang dulu ya mbak." Ucap Mike enteng pegawai tersebut hanya tersenyum dan memberi hormat.


Tangan Mike juga penuh dengan belanjaan.


"Kalian tidak melihat tanganku penuh belanjaan."


"Iya tuan maaf."


Kemudian pegawai yang lain membawa belanjaan Mike termasuk belanjaan yang sedang Amara pegang.


"Sini nona biar kami yang bawa."


"Ta..tapi."


"Ayo." Mike menggandeng tangan Amara dan tangan satunya menggendong jesen.


🌹🌹🌹 Bersambung 🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2