
"Sekarang aku tau apa yang harus aku lakukan." Gumam amara
๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ๐บ
Acara syukuran berlangsung dengan hikmat dan lancar sesuai dengan harapan semua orang, namun hingga acara selesai Ray belum juga menampakan diri (belum pulang)
Acara selesai tamu undangan dan anak yatim juga sudah pulang kini tinggal Amara mama ana, pak Dirga dan kedua orang tua amara yang berada di ruang tamu.
"Ray benar-benar keterlaluan." Geram pak Dirga
"Mungkin Ray sedang sibuk pak." Ucap pak Hasan
"Sibuk apa sampai larut begini, ini adalah momen penting untuknya tidak seharusnya dia melewatkannya."
"Tidak apa-apa pa, yang penting acaranya berjalan lancar aku sudah sangat bahagia."
"Maafkan papa nak..papa telah gagal mendidik Ray."
"Ini bukan salah papa. papa dan mama istirahat saja ini sudah larut bapak dan ibu juga, aku juga mau istirahat."
Setelah mengatakan itu Amara pergi ke kamarnya.
Mama ana dan pak Dirga menatap sendu kepada menantunya itu.
Di dalam kamar Amara menangis, demi angel Ray tega tidak pulang di acara syukuran untuk anak mereka.
"Aaaโฆ" teriak Amaraย
Cukup lama Amara menangis ia pun teringat kata-kata Miko ia harus semangat demi anak yang dikandungnya.amara mengusap kasar air matanya kemudian bangkit dan menyambar koper yang ada di samping lemari, ia mulai memasukan baju-bajunya juga barang-barang berharga miliknya. Amara memutuskan untuk pergi dari rumah ini malam ini juga.
Setelah selesai mengemasi bajunya Amara keluar dari kamar dan koper yang ia pegang ia dorong dari tangga hingga koper tersebut meluncur sampai bawah.
"Brakk"ย
Suara koper Amara, membuat Bu Jumiati dan pak Hasan terbangun dan keluar dari kamar.
"Koper siapa itu pak?" Ucap Bu Jumiati melihat sebuah koper yang tergeletak di lantai.
"Tak..tak..tak"
Suara high heels Amara menuruni tangga.
"Nduk..ini koper kamu?"
"Iya Bu, pak. Sebaiknya kalian bersiap-siap sekarang kita akan pergi dari sini."
"Tapi nduk ini sudah malam, kita mau kemana kamu sedang hamil nduk nanti kamu sakit."
"Kalau bapak dan ibu tidak mau aku akan pergi sendiri."
"I..iya..ya bapak dan ibu ambil tas dulu." Kemudian mereka kembali ke kamar.
"Ada apa ini? Amara kamu mau kemana sayang?" Tanya mama ana sembari berjalan menghampiri Amara.
"Aku mau pergi dari sini ma."
"Ini sudah malam sayang kamu mau pergi kemana?"
__ADS_1
"Kemana saja ma yang penting aku harus keluar dari rumah ini."
Mama ana langsung memeluk Amaraย
"Kita pergi bersama, kamu ikut kita ke rumah, kami janji kami akan merahasiakan keberadaan kamu kepada Ray apa kamu mau?" Ucap pak Dirga tiba-tiba.
"Iya pa, Amara mau."
"Sebentar ya mama ambil tas dulu."
Setelah semuanya telah siap mereka melangkah meninggalkan rumah Ray.
"Nyonya dan nona mau kemana?" Tanya Ajeng ketika mereka sampai diambang pintu. Amara berjalan menghampiri Ajeng, dan meraih kedua tangan Ajeng untuk digenggamnya.
"Ajeng..aku minta maaf jika selama aku menjadi nona kamu aku cerewet, galak, egois, pelit tidak bisa mengerti kamu, aku minta maaf Ajeng."
"Tidak nona, nona sangat baik Ajeng sangat bersyukur memiliki nona, jangan berkata seperti itu nona."
"Ajeng aku harus pergi,, aku bukan lagi nona kamu, dan mungkin sebentar lagi kamu akan mempunyai nona yang baru, terima dia seperti kamu menerimaku."
"Nona mau pergi kemana..jangan pergi nona."
"Selamat tinggal Ajeng, semoga kita bisa dipertemukan kembali."
"Nona.." Ajeng memeluk Amara Amara pun membalasnya.
"Sudah-sudah, Ajeng sudah ya jangan menangis dan jangan bersedih doakan agar nona kamu selalu sehat dan bisa menemukan kebahagiaannya, dan saya mohon Ajeng jangan sampai Ray tau Amara saya bawa pergi. Jika Ray bertanya katakan saja Amara pergi bersama orang tuanya kamu mengerti."
"Iya nyonya, saya janji akan menjaga rahasia ini."
"Terimakasih ajeng, kami pamit.."
_
_
Malam semakin larut Ray sampai di rumahnya pukul 22.00
"Ceklek"
Ray membuka pintu yang masih belum terkunci, Ray memasuki rumah yang tampak sangat sepi.
"Apa Amara sudah tidur?" Gumam Ray
Ray menaiki tangga dan menuju kamarnya.
Saat memasuki kamar suasananya pun sama sangat sepi dan gelap.
"Kenapa gelap sekali apa Amara tidak tidur di kamar." Ray menyalakan lampu dan benar saja tidak ada Amara disana, Ray mencarinya di kamar mandi juga tidak ada di walk in closet pun tidak ada.
"Apa Amara ada di kamar tamu?" tebak ray, Ray membuka dasi juga kemejanya Ray ingin mandi dulu dan berganti baju sebelum ke kamar tamu, karena merasa gerah seharian berada di luar ruangan.
Saat hendak mengambil baju di dalam lemari betapa terkejutnya Ray melihat baju-baju Amara yang sudah kosong, lalu melihat meja rias yang juga tidak barang-barang amara disana alat make-up nya juga sudah bersih.
"Amara.." Ray berlari menuju wall in closed di sana pun sama baju Amara sudah tidak ada.
Ray berlari lagi menuju kamar tamu namun nihil Amara juga tidak ada disana, kemudian ia mencari ke kamar yang lain dan seluruh ruangan dan hasilnya sama Amara tidak ada disana.
__ADS_1
Ray merasa frustasi pikiran-pikiran buruk mulai memasuki otaknya.
"Ajeng!! Ajeng!!" Teriak Ray memanggil Ajeng
"Iya tuan!!"
"Dimana istri dan mertuaku, kamu pasti tau kan Ajeng dimana mereka."
"Saya tidak tahu tuan."
"Bohong! Kamu pasti tau Ajeng kamu seharian dirumah bagaimana mungkin kamu tidak tahu."
"Iya tuan, saya tahu mereka pergi tapi saya tidak tahu mereka pergi kemana, waktu saya tanya nona hanya menangis tuan."
"Apa? Jadi mereka pergi?"
"Iya tuan, nona pergi membawa koper."
"Duarrrr"
Semua sudah hancur, dalam sekejap Ray kehilangan istri dan anaknya hanya karena satu wanita. Ray terduduk di lantai menangisi hidupnya yang sudah hancur, Ray benar-benar telah kehilangan istri yang sudah menemaninya selama ini.
Kemudian Ray teringat dengan orang tuanya, Ray segera bangkit dan mengambil handphone lalu menghubungi mama ana.
Berkali-kali Ray menghubungi mama ana namun tidak ada jawaban, Ray pun memutuskan untuk pergi ke rumah mama ana.
Dengan kecepatan tinggi Ray mengendarai mobilnya, lima belas menit kemudian Ray telah sampai di rumah mama ana.
"Brakk brakk"
"Ma..buka pintunya ma, ma..cepat buka pintunya." Teriak Ray sambil memukul pintu rumah mama ana.
"Ceklek "
Pintu pun terbuka menampilkan mana ana dan pak Dirga di
"Ada apa Ray kenapa kamu teriak-teriak di tengah malam buta."
"Pa..ma..dimana Amara istri dan juga mertuaku."
"Mereka tidak ada disini. Kenapa kamu menanyakan istri dan mertuamu kepada kami, apa mereka pergi dari rumah? Dan kemana saja kamu kenapa kamu tidak pulang saat acara syukuran untuk anak kamu."
"Apa? Syukuran?" Ray menjambak rambutnya, kenapa dia bisa lupa di acara yang sangat penting ini
"Kenapa, kamu mau beralasan apalagi Ray?"
"Pa, aku lupa pa tolong beritahu aku dimana mereka pa."
"Kami tidak tahu Ray, sebaiknya kamu pulang saja kami mau istirahat."
"Kalian pasti bohong." Ray memaksa masuk lalu mencari Amara di semua kamar sambil berteriak memanggil Amara dan juga mertuanya.
"Amara..sayang kamu dimana, ibu..bapak Ray datang kalian dimana."
Ray sudah berkeliling dan mencari mereka di seluruh ruangan namun hasilnya juga nihil. Ray merasa lelah dan frustasi Ray menjatuhkan dirinya di bawah tangga dan menangis disana.
๐๐๐Bersambung๐๐๐
__ADS_1
ย