Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 114 : Mengerjai ray


__ADS_3

"Cukup sekali aku berbuat hal bodoh dalam hidupku, aku tidak akan mengulanginya lagi sayang..


Semoga ini adalah awal hubunganku dan Amara bisa seperti dulu lagi, amin.." doa ray dalam hati.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


"Hoek..Hoek"


Seperti kemarin, Pagi-pagi sekali Ray di bangunkan dengan suara Amara muntah-muntah, Ray pun segera berlari menghampiri Amara dengan sigap Ray memegang rambut Amara dan memijat tengkuknya.ย 


Setelah muntah-muntah tubuh Amara menjadi sangat lemas, Ray pun menggendong Amara dan merebahkannya kembali di atas ranjang.


"Sebentar ya sayang aku buatin air jahe."


"Aku nggak mau air jahe, teh anget saja."


"Iya, sebentar ya sayang.."


Ray pun menuju dapur untuk membuatkan sendiri istrinya teh hangat.


"Tuan mau apa biar sama saya saja."


"Nggak usah jeng aku saja, aku ingin membuatkan istriku minta teh hangat. Kamu siapkan sarapan saja."


"Baik tuan."


_


_


"Ini sayang teh hangatnya ayo diminum dulu." Kemudian Ray menata bantal untuk Amara duduk bersandar.


"Makasih kak."ย 


"Gimana sudah lebih baik?" Amara mengangguk.


"Kita ke dokter ya sayang..aku khawatir melihat kamu muntah-muntah terus, aku tidak tega sayang."


"Aku nggak apa-apa kak, muntah-muntah itu hal yang biasa untuk orang hamil."


"Iya sayang..tapi aku tidak tega, kalau kita ke dokter mungkin dokter punya obat atau solusi yang lain agar kamu tidak Muntah-muntah, lagi pula kita kan belum pernahl memeriksakan anak kita lagi semenjak kamu dinyatakan hamil."


"Tapi aku harus ke resto kak, kak Ray kan juga harus kerja." Seketika wajah Ray berubah sendu


"Iya..aku lupa kamu bekerja sekarang. Aku keluar sebentar ya." jawabnya dengan wajah sendu, kemudian pergi


Amara merasa ada yang aneh dengan suaminya memutuskan untuk menyusul Ray.


"Kemana kak Ray cepat sekali?" Gumam Amara di ruang makan.


"Nona mencari tuan?"


"Iya Ajeng apa kamu melihatnya?"


"Tuan ada di taman belakang nona."


"Oke, makasih ya jeng." Amara segera menuju taman belakang, Amara melihat Ray duduk di depan kolam ikan.


Amara berjalan mendekat ingin menghampiri Ray namun langkahnya ia urungkan.


Amara memutuskan untuk kembali ke kamar dan membersihkan diri.


Tiga puluh menit kemudian Amara telah selesai bersiap dan sedang menunggu Ray di ruang makan.

__ADS_1


beberapa saat kemudian Ray datang dengan menggunakan pakaian yang lengkap untuk pergi ke kantor.


"Katanya mau ke dokter kenapa pakai pakaian kantor?" Tanya Amara sambil memanyunkan bibirnya.


"Sayang mau pergi ke dokter?"


"Ya mau sih, tapi kayaknya kak Ray mau ke kantor."


"Nggak kok sayang, sebentar ya aku ganti baju dulu." Dengan semangat dan senyum yang mengembang Ray menaiki tangga.


Amara tersenyum melihat suaminya yang terlihat sangat bahagia.


Sepuluh menit kemudian Ray kembali dengan penampilan casual dan sangat tampan.


"Kak Ray ganteng banget kalau pakai baju gini..hmm kerjain ah." Batin Amara sambil melihat penampilan Ray dari atas sampai bawah.


"Udah sayang, mau berangkat sekarang?"


"Tapi kayaknya aku lebih suka kak Ray pakai kemeja deh lebih keren.."


"Gitu ya, yaudah aku ganti lagi ya.."


"Oke.." Amara cekikikan dalam hati melihat suaminya kembali menaiki tangga.


Tujuh menit kemudian Ray kembali dengan kemeja berwarna putih dan celana kain hitam.


"Bagaimana sayang kamu suka?"


"Em.. kayaknya ada yang nggak srek deh, masak kak Ray pake kemeja warna putih sedangkan aku dress warna merah ya nggak mecing lah kak."


"Terus gimana sayang?"


"Ganti pake yang warna merah!"


"Ganti lagi nih sayang?"


"Eh, mau dong sayang.. sebentar ya aku ganti lagi."


Ray kembali menaiki tangga


Beberapa saat kemudian Ray kembali dengan kemeja berwarna merah


"Gimana sayang udah sesuai keinginan kamu kan?


"Kayaknya lebih cocok yang tadi deh kak, lebih ok. merah sama putih pas banget kan. Lagian kan kita mau ke dokter kak bukan ke kondangan nggak harus sama kan."


"Ini aku nggak lagi di kerjain kan sama Amara.." batin Ray merasa ada yang aneh.


"Jadi aku harus ganti lagi nih sayang?" Tanya Ray dengan wajah yang entahlah nano nano antara kesel, capek, tapi takut๐Ÿคญ๐Ÿคญ


Jawab Amara dengan anggukan kepala lemah.


"Tapi janji ya sayang ini yang terakhir, aku capek banget sayang mana belum sarapan lagi."


"Iya..ya, sudah cepat sana ganti, nggak pake lama!!"


Amara sangat puas bisa mengerjai Ray,,


"Lucu banget muka kak Ray, emang enak hahaha." Amara cekikikan.


"Nona kenapa ketawa sendirian, kayaknya senang banget nona?"


"Bukan hanya senang jeng tapi sangat sangat sangat puas dan bahagia.

__ADS_1


"Kenapa non kasih tau dong??"


"Huu..kepo kamu jeng."


"Ah nona nggak asyik." Ajeng pura-pura marah


"Iya..ya nanti aku ceritain oke."


"Makasi nona..ditunggu ya ceritanya."


"Cerita apa sih aku juga mau dong??" Sahut Ray yang baru datang


"Hem..kak Ray kepo!! ini tuh masalah perempuan. Nah gini dong kak aku suka terlihat lebih berwibawa.."


"Sarapan dulu ya sayang aku lapar banget."


"Oh silahkan-silahkan makan yang banyak ya kak."


_


_


Ray dan Amara berada di jalan menuju rumah sakit xxx. Sepanjang perjalanan tangan kiri Ray tak pernah lepas menggenggam tangan kanan amara, dan sesekali menciumnya, awalnya Ray ragu untuk menggenggam tangan Amara Ray takut Amara akan menolaknya. namun Ray tetap memberanikan diri untuk menggenggamnya jauh dari dugaan Ray Amara justru membalas genggaman tangan Ray. Ray pun menautkan jari-jarinya dengan jari-jari tangan Amara.


Di tengah perjalanan saat sedang lampu merah Amara melihat anak kecil yang sedang menikmati es krim coklat, tanpa sengaja Amara menelan ludahnya ber kali-kali. Ray melihat istrinya yang sedang menatap anak kecil itu tanpa berkedip.


"Kamu pengen sayang?"


"Iya..kayaknya seger banget deh kak."


"Ya sudah nanti kita beli kalau ada supermarket ya."


"Iya! Yang banyak ya kak."


"Boleh sayang..kalau perlu sama tokonya kakak beli buat kamu."


"Nggak mau ah, itu namanya lebay!!"


"Hahaha.." Ray tertawa. Ray merasa Amara sangat berubah seperti anak kecil yang sedang merengek meminta ice Cream.


_


_


Dan benar saja Ray dan Amara memborong satu kantong ice Cream dan beberapa Snack untuk Amara makan di dalam mobil.


Entah kebetulan atau memang sudah di rencanakan oleh angel tiba-tiba saja angel muncul menghampiri amara dan Ray.


"Angel!!" Ucap Amara dan Ray bersamaan.


"Hay..sayang kebetulan banget ya kita bertemu disini, pas banget pas aku lagi kangen sama kamu, eh ketemu kita."


"Angel pasti sengaja ingin menghancurkan rumahku dan Amara.," Batin Ray menatap tajam angel.


"Kamu mengikuti kami? Atau jangan-jangan kamu memata-matai kami ayo ngaku angel."


"Sayang..aku,,"


"Berhenti memanggilku sayang angel berapa kali harus aku katakan." Bentak Ray


"Kak aku tunggu di mobil saja, kalian selesaikan saja dulu urusan kalian." ucap Amara sambil berlalu.


"Kamu lihat, ini semua gara-gara kamu angel. Aku harap ini adalah terakhir kalinya aku melihatmu." Kemudian Ray pergi menyusul Amara ke mobil setelah mengucapkan kata terakhirnya.

__ADS_1


"Kamu benar-benar membuat kesabaranku habis Ray, awas kamu Ray." Batin angel penuh dendam.


๐Ÿ๐Ÿ๐ŸBersambung๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ


__ADS_2