
Dua puluh menit kemudian Mike dan pak Jamal sampai di mansion lalu Mike membawa tiga bungkus nasi pecel yang ia beli tadi. Satu untuk Amara, satu untuk bi Jumiati dan satu lagi untuk jesen selebihnya ia berikan kepada pak Jamal untuk dibagikan kepada maid yang lain.
_
_
Ceklek
"Sayang ini nasi…nya, Mike terkejut melihat Amara yang sudah cantik dengan berbalut gaun berwarna pink di atas lutut.
"Sayang kamu mau kemana?"
"Apanya yang kemana, aku kan nungguin kamu sayang."
"Oh ya, kok cantik banget hmmm.. wangi lagi. Kamu sudah baikan?"
"Sudah sayang seperti biasa ketika matahari sudah muncul rasa mual ku juga hilang."
"Aneh sekali."
"Ya begitulah sayang orang hamil memang aneh. Mana nasi pecelnya?" Amara menadahkan kedua tangannya
"Ada dong sesuai yang kamu minta nasi pecel dari pasar, aku belikan yang paling enak nasi pecel mbok jah." Sambil menyerahkan satu kantong kresek nasi pecel
"Beneran nasi pecel mbok jah,,kok kamu tau sih kalau nasi pecel mbok jah paling enak?"
"Apa sih yang Mike tidak tahu."
"Iya deh iya percaya, suamiku memang hebat."
"Ayo duduk biar aku siapkan. Aku ambil piring dulu ya."
"Nggak usah sayang enak gini aja pake tangan juga."
"Ya sudah terserah kamu, sebentar ya aku berikan ini untuk jesen dan ibu dulu."
"Oke." Lalu Mike pun keluar baru sebentar Mike sudah kembali lagi
"Kok cepet?"
__ADS_1
"Aku suruh Eny memberikannya untuk ibu."
Amara membuka bungkusan nasi pecel tersebut begitu nasi terbuka aroma dari bumbu kacang tersebut begitu menggoda.
"Wah, aromanya enak sekali."
"Rasanya juga enak sayang, oh iya buat kamu mana?"
"Aku nggak mau."
"Yakin nggak mau, nanti pengen loh."
"Nggak akan, apa enaknya rumput sama saos."
"Enak aja rumput, emang ngawur ya nih orang. Ini itu sayur sayang, sehat."
"Ya terserah, tetap saja warnanya hijau."
"Kamu pikir pelangi warna-warni, dimana-mana sayur ya hijau. Ya udah kalau nggak mau, jangan ngiler ya."
Amara pun mulai menyuapkan nasi itu di mulutnya Amara makan dengan sangat lahap Mike yang melihat Amara makan ikut menelan ludahnya, apalagi aroma bumbu kacang yang sangat menggoda membuat Mike semakin tergoda.
"Udah makan jangan banyak bicara."
"Sial kenapa aku jadi ngiler mana aromanya enak banget lagi." Batin mike
Amara melirik Mike yang lagi-lagi menelan ludahnya Amara tahu Mike sebenarnya mau tapi gengsi karena terlanjur bilang tidak mau.
"Udah ah aku nggak mau makan lagi kalau kamu nggak mau makan biarin aja anak kamu pengen aku nggak mau makan lagi."
"Kok gitu sih jangan dong sayang, tadi kan kamu pengen."
"Habisnya kamu nggak mau makan sih, makannya makan dong dia juga pengen makan bareng papanya sayang."
"Ya udah iya aku makan tapi dikit aja ya."
"Nah gitu dong, aku suapi ya.." Amara pun lantas menyuapi Mike dan ketika nasi itu mulai masuk di mulutnya Mike terdiam merasakan rasa nasi pecel itu.
"Gila enak banget, kok bisa ya rumput seenak ini, ini benar-benar enak." Batin Mike
__ADS_1
"Gimana enak kan sayang."
"Lumayan." Bohong Mike
"Dasar.. jelas-jelas kamu sangat menikmati masih nggak mau ngaku lagi." Batin amara
_
_
Jesen sudah berangkat sekolah sedangkan ibu Jumiati merawat tanamannya di belakang rumah,beberapa bulan yang lalu ibu Jumiati meminta Mike untuk memberinya kegiatan. Ibu Jumiati merasa bosan jika hanya berdiam diri terus. lalu Mike pun memberi kebebasan untuk ibu Jumiati melakukan pekerjaan apapun yang penting tidak berat lalu ibu Jumiati mengutarakan niatnya untuk mempunyai tanaman. Mike pun mengizinkan ibu Jumiati untuk menanam apapun yang ingin ibu Jumiati tanam di kebun samping paviliun. mendengar itu ibu Jumiati sangat senang.
Hampir setiap pagi ibu Jumiati selalu berada di kebun sayur itu.
Amara melihat ibunya dari atas balkon ia tersenyum tiba-tiba ia teringat dengan mendiang ayahnya pak Hasan, jika pak Hasan masih ada pak Hasan juga pasti ada disana bersama ibu Jumiati. Air mata Amara menetes tiba-tiba sebuah tangan melingkar di pinggangnya.
"Sudah kubilang jangan menangis, aku tahu ini berat tapi kamu harus tetap kuat demi jesen dan calon baby kita." Ucap Mike lembut
"Aku menangis bukan karena Laura tapi aku teringat dengan bapak. Melihat ibu di kebun sendirian hatiku bergetar dulu ibu selalu bersama bapak jika pergi ke sawah." Lalu Mike membalikan tubuh Amara agar menghadapnya. Lalu mengusap air mata Amara pelan
"Banyak sekali yang aku tidak tahu tentang dirimu. Apa aku boleh tahu semuanya." Amara mengangguk
"Aku berasal dari Surabaya tepatnya di desa xxx rumah kami sangat terpencil jauh dari keramaian. Aku dan Arum tinggal di satu desa. Arum bekerja lebih dulu di jakarta setahun kemudian Arum mengajakku untuk bekerja di tempatnya bekerja sebagai buruh pabrik.
Beberapa bulan bekerja aku berpacaran dengan seorang anak dari pemilik pabrik tersebut yang bernama Kevin Maurer putra dari Antony Maurer. Hubungan kami tidak singkat kami menjalin hubungan selama dua tahun. Awalnya semua baik-baik saja hingga sampai dimana orang tua Kevin mengetahui hubungan kami. Orang tua Kevin pun tidak setuju karena aku berasal dari keluarga yang tidak mampu. Singkat cerita Kevin mengkhianatiku dengan perempuan yang telah orang tuanya jodohkan. Hubungan kami kandas hingga seseorang datang memberi perhatian yang sangat luar biasa perlahan dia mampu mengisi hatiku yang kosong. Orang itu adalah Ray. Rayen dirgantara yang tak lain adalah mantan asisten pribadi Kevin.
Kami berpacaran selama satu tahun. Satu tahun sudah cukup bagiku untuk mengenal Ray yang memang sebelumnya kami sudah saling mengenal. Singkat cerita kami pun menikah awalnya hubungan kami sangat hangat Ray sangat menyayangiku. Berawal dari aku yang tidak kunjung hamil hubungan kami pun mulai diterjang badai. Kami sering bertengkar, Ray jarang ada di rumah setiap hari Ray hanya bekerja dan terus bekerja. Bukan hanya itu hinaan dari tetangga, teman saudara selalu aku dapatkan tapi sedikitpun Ray tidak pernah membelaku dan semua itu berlangsung hingga lima tahun pernikahan kami. Hingga anugerah itu datang aku bisa mengandung tetapi disaat itu pula cobaan datang lagi seseorang dari masa lalu Ray datang, ia adalah angel. Singkat cerita mereka berselingkuh aku pun merasa lelah dan memutuskan untuk pulang ke Surabaya. Tapi tidak sampai disitu tiba-tiba saja seseorang mengirimkan foto dimana Ray tengah tidur bersama angel tanpa busana seketika tangisku pecah bapak yang mendengar itu lalu menghampiriku dan melihat foto itu. Bapak yang memiliki sakit jantung seketika tumbang dan nyawanya tidak tertolong.
Begitulah kisahku Mike sangat pahit. Aku belum bisa membahagiakan orang tuaku aku hanya menyusahkan mereka Mike."
Mike menarik Amara dalam pelukannya
"Tidak sayang kamu sudah membahagiakan mereka, kamu tidak berdiam diri kamu sudah berusaha tapi semua sudah ada takdir masing-masing. Aku bangga memiliki kamu menjadi bagian dari hidupku kamu wanita yang sangat luar biasa. Orang lain belum tentu bisa sekuat kamu sayang. I love you."
"I love you to."
🌹🌹🌹Bersambung🌹🌹🌹
__ADS_1