
Amara terus berlari dan menangis,Amara pergi menggunakan taxi,entah kemana tujuannya yang pasti dia tidak ingin pulang,dia ingin sendiri untuk menenangkan diri.dia berhenti disebuah taman duduk seorang diri,dia menangis sejadi jadinya.
"hiks..hiks..hiks,kenapa kak apa salahku?kenapa kamu tega sama aku? apa karena aku orang miskin kamu tega mempermainkan aku,bahkan kamu tidak mengakui ku sebagai pacar kamu,apa arti dua tahun ini kak..hiks hiks hiks" Amara terus menangis dan berbicara sendiri,lagi lagi seseorang memberinya sapu tangan yang sama dan Amara tau siapa orangnya.
"aku sudah bilang kan aku tidak butuh dikasihani, kenapa kamu selalu datang saat aku menangis kamu sengaja kan ingin menertawakan ku?" ucap Amara sambil menghapus kasar airmatanya
"ngapain gue ngasi lo sapu tangan kalo gue ingin nertawain lo!" kata Ray, orang yang memberi Amara sapu tangan adalah Ray
"udahlah aku tau kog orang kaya kayak kamu dan Kevin itu cuma ingin mempermainkan orang miskin kayak aku!" setelah mengatakan itu Amara langsung pergi
"Ra..Lo mau kemana?" teriak Ray
"bukan urusan kamu!"
Ray duduk ditempat yang Amara duduki tadi,
"kenapa gue perduli sama Amara kenapa gue nggak tega lihat dia disakiti oleh Kevin, gue kira Lo udah berubah Vin setelah bersama Amara.
drtt drtt drttt hp Ray berbunyi panggilan masuk dari Kevin, tapi Ray tidak mengangkatnya dia malas berbicara dengan Kevin hingga panggilan ketiga akhirnya Ray mengangkatnya
๐ฑ"iya vin,kenapa?" tanya ray
๐ฑ"kekafe tempat biasa,ajak Dimas juga gue tunggu!" ucap Kevin datar lalu mematikan sambungan telfonnya begitu saja.
"sial" kata ray,lalu Ray menghubungi Dimas dan memberitahukan sesuai yang Kevin perintah
**dikafe xx*"
Kevin sudah ada disana dan menghabiskan dua botol minuman yang ia pesan, hingga membuatnya sedikit oleng
"hei..broww Lo kenapa nyuruh kita kesini?Lo mabok Vin? yaelah Vin pakek acara mabok segala lagi kenapa sih Lo?" tanya Dimas yang langsung duduk disebelah kevin sambil memegang Kevin yang sempoyongan karena mabuk
"Lo diem dim..gue lagi galau,gue sakit dim, gue bodoh" jawab Kevin ala orang mabuk sedangkan Ray dia hanya duduk santae dan mengamati kevin,Ray ingin tau kenapa Kevin Setega itu menyakiti amara
"Ray bantuin dong, kog Lo diem aja sih!" kata Dimas, karena Kevin tidak bisa diem Ray tetap diam tanpa merespon kata kata Dimas
"elah..emang susah ngomong sama es balok"
canda dimas
"gue sayang sama Lo Amara, gue cinta sama Lo..maafin gue Amara,gue emang bodoh gue cowok lemah gue brengsek" celotehan Kevin.
sebenarnya saat di mall Kevin ingin mengejar Amara tapi ditahan oleh Farah, berulang ulang kali dia mencoba menghubungi Amara tapi nomornya tidak aktif, dikosnya pun tidak ada Kevin tidak tau harus mencari Amara kemana akhirnya dia memilih untuk melampiaskan semuanya pada minuman dan memanggil kedua sahabatnya.
Kevin melihat Dimas seperti Amara
__ADS_1
"Amara..sayank kamu datang" Kevin langsung memeluk Dimas
"woy Vin lepas ini gue Dimas"ucap Dimas sambil berusaha melepaskan Kevin yang memeluknya
"maafin aku sayank, aku terpaksa nglakuin itu, aku nggak bermaksud menyakiti kamu sayank, kamu harus percaya sama aku" ucap Kevin,bahkan dia ingin mencium Dimas
"Ray tolong Ray,gue mau diperkosa Kevin ini" ucap Dimas sambil menahan kepala Kevin yang terus berusaha untuk menciumnya
"kita bawa dia pulang!"
"ah Lo Ray dari tadi kek"
Ray dan Dimas membopong kevin yang sudah tidak sadarkan diri keluar dari kafe sesampainya di mobil Kevin, Ray menaikan Kevin dibelakang bersama Dimas dan dia yang menyetir, sementara mobilnya akan dia tinggal.
tapi saat Ray berbalik dia melihat Amara di restauran seberang jalan depan kafe yang baru dia tinggalkan.posisi Amara dia sedang duduk disamping kaca jadi terlihat jelas dari luar.
"Amara.."batin ray
"dim Lo pindah depan"
"oww gue yang nyetir? siaap.. dari pada sama Kevin dibelakang entar gue diperkosa lagi sama dia,," Ray tidak menjawab, setelah Dimas pindah Ray menyuruh Dimas segera membawa Kevin pulang
"Lo bawa dia pulang, gue masih ada urusan!" setelah mengatakan itu dia langsung pergi menuju mobilnya
"eh Ray Lo mau kemana?" teriak Dimas
"elaah... si Ray, gue juga yang kena."
skip
Ray mengendarai mobilnya menuju rastauran dimana dia melihat Amara, dia mengamati Amara dari dalam mobilnya, dia terus mengamati Amara yang masih saja menangis hingga Amara tertidur disana mungkin karena lelah menangis.
"hemm..bisa bisanya dia tidur disana, gimana kalo ada yang berbuat jahat padanya,dasar ceroboh,,"
cukup lama Ray menunggu Amara, malam semakin larut dan pengunjung restoran pun mulai sepi
"mbak..mbak bangun mbak" salah satu pelayan restauran mencoba membangunkan amara dia menepuk pelan bahu amara
"emmmmhh"Amara menggeliat
"bangun mbak.."
"astaga..jam berapa ini mbak?"
"jam sebelas mbak,maaf restauran kami sudah mau tutup,mbak silahkan datang lagi besok!" kata pelayan itu sopan
__ADS_1
"ah..iya mbak maaf,saya belum bayar berapa totalnya?"
"tidak usah mbak tidak apa apa, mbak kan hanya memesan air putih,kata bos kami mbak nggak perlu bayar,,"
"oh..makasih mbak saya permisi"
Amara bingung harus pulang naik apa, dia celingak celinguk tapi tidak ada kendaraan yang lewat
"kenapa nggak ada satupun kendaraan yang lewat, sial banget sih aku kenapa pakek ketiduran segala sih"
Ray yang melihat Amara sudah keluar restauran segera turun dari mobil dan menghampiri Amara
"Amara.." Amara menoleh
" ray.. kamu kog ada disini?
"iya kebetulan gue juga lagi nongkrong sama temen temen gue,terus gue liat lo, Lo mau pulang kan?"
"iya!"
"bareng gue aja yuk, kita kan searah!"
"nggak makasih, aku udah pesen ojek online"
"yakiin..nggak mau nih?"
"yakin!"
"yaudah gue duluan ya!"Amara mengangguk,Ray pergi menuju mobilnya dia kembali mengamati Amara dari dalam mobilnya
"dasar cewek keras kepala, jam segini mana ada angkutan umum yang lewat, tiba tiba gerimis dan hujan turun
"yaah.. hujan lagi, gimana nih"Amara berlari kembali menuju depan restauran untuk berteduh, dia kedinginan, ketakutan karena hari semakin malam dia juga tidak tau harus pulang naik apa, Amara menangis tidak tau harus meminta tolong pada siapa sementara hpnya mati
"aku harus gimana aku takut" dia menangis sambil duduk,dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"bangun Ra.." suara Ray menyuruh Amara bangun,Amara membuka wajahnya dan mendongak
"Ray.." Amara spontan langsung berdiri dan memeluk Ray, Amara terlalu senang ada yang menolongnya hingga dia Spontan memeluk ray.
"jantung gue..kenapa deg degan gini!" kata Ray dalam hati, bahkan dia tidak membalas pelukan Amara, Amara tersadar lalu melepaskan pelukanya.
"maaf..aku nggak sengaja,"
"Its ok..sekarang gue anter Lo pulang"Amara mengangguk
__ADS_1
***Hay..gaesss jangan lupa tinggalkan jejak y, dukungan kalian sangat berharga bagi kami author agar lebih semangat dalam berkarya๐๐๐***
"