Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 91 : Rumah Ray


__ADS_3

Mereka pun memasuki mobil di antar oleh Bagas dan besok Bagas akan kembali lagi ke sini. Menjadi mandor rumah pak Hasan.


๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


ย 


Sesampainya di Jakarta tepatnya di rumah Ray. Telah ramai berkumpul pak Dirga, Ardi, Tante Hana dan paman yoga. Bik Jum juga ada disana semuanya menyambut kedatangan Ray.ย 


Saat Ray turun dari mobil dan di dorong di atas kursi roda oleh Amara Tante Hana sudah menangis begitu pun bik Jum. Begitu sudah sampai Tante Hana langsung memeluk Ray.


"Maafkan Tante ya sayang Tante dan pamanmu tidak bisa kesana mamamu melarang kita untuk kesana. Padahal kita pengen sekali menjenguk kamu disana."


"Tidak apa-apa Tante. Sekarang kan Ray sudah sembuh Ray tau kok Tante dan paman sangat sayang pada Ray." Tante Hana memang tidak mau di panggil bibi karena menurutnya itu terlalu tua. Ia lebih suka dipanggil Tante terdengar lebih muda katanya. Berbeda dengan paman yoga malah suka di panggil paman karena itu memang semestinya. ( Biasa lah gaess laki-laki itu tidak seperti perempuan yang ribet. Segala sesuatu dipermasalahkan. Tapi ingat perempuan itu selalu benar๐Ÿคญ๐Ÿคญ).ย  Tante Hana sangat menyayangi Ray karena Ray adalah keponakan satu-satunya. Selain itu dari kecil Ray memang sangat dekat dengan Tante Hana.


"Maafkan paman juga ya Ray."ย 


"Iya paman Ray mengerti."


"Sudah-sudah ayo kita masuk. Kita kangen-kangenan di dalam." Canda pak Dirga kemudian mereka semua tertawa.


Ajeng pun membuatkan minum untuk semuanya.ย 


"Bik Jum.." panggil Ray


"Iya den."


"Bibi tidak kangen denganku, bibi tidak khawatir?" Ray merentangkan kedua tangannya. Dengan mata berkaca-kaca bik Jum menyambut pelukan Ray dan tangisnya pun pecah.


"Bibi sangat khawatir den. Dari kecil Aden selalu bersama bibi. Bagaimana mungkin bibi tidak khawatir mendengar kabar buruk menimpa anak bibi. Hanya doa yang bisa bibi berikan untuk Aden." Ray pun menangis dalam pelukan BI Jum. Semua orang disana juga meneteskan air mata melihatnya dan ikut merasa terharu.


"Terimakasih ya Bi..berkat doa bibi Ray bisa sembuh. Bibi jangan menangis lagi Ray paling tidak suka melihat bik Jum menangis."


"Iya den.."ย 


"Ternyata kak Ray sangat dekat dengan bik Jum. Suamiku memang orang yang baik makanya dia dikelilingi orang-orang baik juga." Batin Amara.


"Assalamualaikum.."


Suara seseorang mengucapkan salam.ย 


"Waalaikumsalam.."


Jawab semuanya bersamaan.


Dimas datang dengan wajah sendu terlihat ingin menangis.


Dengan langkah gontai Dimas mendekati Ray kemudian berlutut didepan Ray ia pandangi wajah Ray yang membuat semua orang bingung dengan tingkah Dimas. Namun sedetik kemudian..

__ADS_1


"Huaโ€ฆRay Lo kenapa Ray?" Tangisnya pecah dan memeluk Ray.


"Kenapa Lo nggak ngasih tau gue. Gue kan sahabat Lo Ray.."


"Gue kan sakit dim dimana bisa gue ngasih tau Lo."


"Iya juga sih." Sontak semua orang tertawa suasana yang tadinya haru berubah menjadi lucu karena tingkah konyol Dimas.


"Lo harus janji sama gue Ray Lo harus sembuh."


"Gue kan emang udah sembuh dim makanya gue ada disini."ย 


"Kok gue salah Mulu sih Ray."


"Lo nggak salah dim tapi Lo konyol. Udah lepasin gue kayak cewek lagi galau aja Lo. Malu tuh diliatin ajeng." Dimas pun melepas pelukannya dan melihat Ajeng. Sontak Ajeng menundukan kepala.


"Ray..jangan digoda dong ajengnya kasihan Ajeng jadi malu kan dia." Ucap mama ana.


"Sorry jeng cuma bercanda. Kamu jangan malu sama ini anak. Biasanya dia yang malu-maluin."


"Kampret Lo Ray. Jatuhin harkat dan martabat gue aja di depan cewek." Semuanya tertawa. Ya begitulah jika ada Dimas suasana menjadi ramai karena tingkah konyol Dimas.


_


_


Di kediaman Antoni Maurer


Kabar tentang Ray pun telah sampai di keluarga Kevin.


"Vin..papa mau bicara." Ucap pak Dirga


"Jika ini tentang Farah Kevin tidak mau dengar."


"Vin..tolong maafkan Farah beri dia satu kesempatan lagi. papa mohon Vin demi.."


"Demi bisnis papa begitu kan maksud papa... " potong Kevin cepat.


"Pa! Apa papa tidak bisa sekali saja memikirkan tentang perasaan kevin? Kenapa selalu bisnis bisnis dan bisnis yang ada di otak papa?"


"Kevin!" Papa melakukan ini semua juga untuk kamu anak papa satu-satunya. Kamu lihat kita hidup enak selama ini juga karena siapa apa kamu lupa semua itu Vin? Lihat papa vin..Papa sudah tua papa tidak butuh ini semua. Semua papa lakukan hanya demi kamu Dan kesejahteraan keluarga kita. Tolong jangan berkata seperti itu Vin jangan menuduh papa."


"Maafkan Kevin pa." Kevin memeluk pak Antoni mereka sama-sama menangis.


"Papa sayang sama kamu Vin. Tidak ada orang tua yang ingin anaknya hidup menderita. Papa juga ingin kamu bahagia Vin. Papa minta maaf jika cara papa salah. Maafkan papa nak."


"Tidak pa..Kevin yang minta maaf. Kevin hanya ingin hidup bersama orang yang Kevin cintai pa."

__ADS_1


"Sadar nak sadar..Amara sudah menikah dia sudah bahagia bersama suaminya. Kamu juga harus bahagia bersama istri kamu nak.."


"Tapi Kevin tidak mencintai Farah pa.."


"Karena kamu tidak mau membuka


Hati kamu untuknya Vin. Beri dia satu kesempatan lagi Vin untuk dia membuktikan bahwa dia bisa menjadi seorang istri yang baik." Kevin terdiam.


"Papa mohon Vin.."


"Mama juga mohon nak..demi mama."


"Beri kevin waktu ma..pa..kevin butuh waktu untuk memikirkan semuanya. Kevin juga ingin menemui Amara. Jika Amara menolak Kevin Kevin akan kembali pada Farah. Tapi jika Amara mau menerima Kevin kembali jangan pernah papa dan mama mencoba untuk memisahkan kami kembali. Dan ingat jangan pernah papa menyakiti Amara lagi atau aku akan benci pada kalian."


"Baik papa setuju. Papa janji jika Amara mau menerima kamu kembali papa tidak akan mengganggu hubungan kalian lagi.


"Kevin pegang janji papa, jika papa mengingkarinya kevin tidak akan pernah memaafkan papa." Kemudian Kevin pergi ke kamarnya.


_


_


Di Tempat lain. Di sebuah apartemen seorang perempuan tengah menangis seorang diri siapa lagi jika bukan Farah.


Ya...Farah tinggal kembali di apartemen setelah Kevin mengusirnya.


"Apa yang harus aku lakukan aku tidak mau kehilangan kamu Kevin..hiks..


Aku harus menemui Amara..ya satu-satunya cara adalah menemui Amara.


Aku harus meminta Amara untuk membujuk Kevin agar mau kembali denganku. Aku yakin Amara pasti mau. Amara pasti tidak tega melihatku menangis. Farah pun segera bersiap-siap menemui Amara.


_


_


Pukul 15.30 sore.


Semua orang sudah pulang tinggal Ray, Amara dan Ajeng di rumahnya.


Ray sedang istirahat di kamar sedangkan Amara menyiram tanaman bersama Ajeng yang sedang membersihkan halaman depan.


Sebuah mobil taksi berhenti di depan gerbang rumahnya. Amara memperhatikan siapa yang datang dan ternyata farahlah yang keluar dari mobil taksi tersebut. Farah tau rumah Amara saat membuntuti mobil Kevin, dan Kevin membuntuti mobil Dimas waktu Dimas mencari Ray saat Ray di Surabaya.


"Farah.." lirih Amara


๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ Bersambung gaess ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ

__ADS_1


๐ŸŒบup lagi besok ya cayang-cayangku โค๏ธโค๏ธ


jangan lupa tinggalkan jejak like komen dan vote serta beri hadiah juga ya gaess yang banyak love you all my support ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ


__ADS_2