Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 69 : Surprise


__ADS_3

"Terserah!" Ucap Ray kemudian pergi dan menyambar kunci mobil.


"Sayang kamu mau kemana?" Teriak Farah yang tidak digubris oleh Kevin.


Kevin mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh, pikirannya sedang kalut kevin tidak peduli akan keselamatannya. Di dalam otaknya hanyalah dia ingin pergi menenangkan dirinya dan menghilangkan rasa stres.


 Kevin berhenti di sebuah bar dan cafe.


Begitu memasuki bar kevin memesan minuman beralkohol duduk menyendiri di tengah  kerlipan lampu disko dan suara musik dari DJ sexy seolah tidak sebanding dengan gemuruh hatinya saat ini.


Dua botol wine Kevin habiskan. hingga membuat kesadarannya mulai hilang dan tubuhnya oleng.


Kevin meracau tidak jelas berjalan sempoyongan hingga tidak sengaja tubuhnya menabrak seorang lelaki bertubuh kekar dengan kepala botak.


Kevin jatuh tersungkur karena kondisinya sedang mabuk.


"Sialan lo botak, Lo nggak punya mata ha?" Ucap Kevin sambil berdiri. Lelaki itu pun tidak terima, kevin lah yang salah telah menabraknya dan Kevin juga yang bersikap kurang ajar terhadap nya.


"Kurang ajar.."


"Bugh..bugh.."


Dua bogem mentah lelaki itu mengenai perut dan pipi kevin. Hingga membuat Kevin kembali jatuh tersungkur.


Kevin tidak mau kalah ia kembali berdiri meski tubuhnya sempoyongan. Kevin mencoba membalas pukulan lelaki itu namun meleset karena pandangannya juga tidak jelas. Lelaki itu kembali memukuli Kevin. Keributan itu membuat kerumunan pengunjung cafe.


Beruntung pihak keamanan cafe tersebut datang. Kevin tergeletak tidak berdaya semantara lelaki itu telah kabur.


Keamanan tersebut mencari sesuatu di saku celana Kevin dan menemukan handphone serta dompet kevin. Mereka melihat KTP Kevin untuk melihat alamatnya. Tiba-tiba handphone Kevin berdering panggilan masuk dari Farah.


Mereka pun menyuruh Farah untuk menjemput Kevin di cafe xxx.


_


_


Amara terus menghubungi orang tuanya namun tetap tidak ada jawaban.


Sebenarnya kemana orang tuanya kenapa tidak ada kabar. sejak rencana pernikahannya amara sama sekali tidak dapat menghubungi orang tuanya.


Tekat Amara sudah bulat. Ia akan pulang ke Surabaya besok. Mau Ray ikut atau tidak Amara akan tetap pulang.


Sambil menangis Amara turus menghubungi orang tuanya. Hingga membuatnya tertidur karena lelah menangis.


_


_


Hari telah berganti pagi begitu cepatnya.


Gadis cantik berkulit putih itu telah siap dengan memakai celana jins berwarna navy, tank top hitam dan jaket Levis ala Korea. Tak lupa ia juga memakai topi putih dan sepatu dengan merek Nike berwarna putih bergaris hitam senada dengan topinya. Amara akan menggunakan kendaraan umum untuk pulang ke Surabaya. Bahkan Amara telah memesan Gober untuk mengantarnya sampai terminal.


Amara keluar dari kamarnya membawa tas ransel kecil.


"Neng Amara Mau kemana pagi sekali?"


"Aku mau pulang bi..mama belum bangun bi?"


"Sudah neng tadi habis dari dapur. Neng mau pulang kemana? Neng kan besok mau nikah neng..harusnya neng jangan kemana-mana pamali neng."


"Iya aku tau bi. Tapi aku harus pulang bi."


"Eh eneng habis nangis ya?"


"E..enggak kok. Coba sini bibi lihat." BI Jum mencoba membuka topi Amara namun dihalangi oleh Amara.


"Aku nggak apa-apa bi.."

__ADS_1


"Bibi lihat sebentar neng."


"Nggak mau bi!" Amara berlari, bi Jum juga tidak mau kalah, bi Jum mengejar Amara sampai ke ruang tamu.


"Eh…ada apa ini pagi-pagi sudah main kejar-kejaran?" Amara berlindung di belakang mama ana.


"BI Jum nih ma jail banget." Adu Amara


" Punten nyonya..bibi cuma mau lihat matanya neng Amara."


"Bibi ini ada-ada saja. Masak mau lihat mata Amara."


"Tadi bibi lihat mata neng Amara bengkak nyonya..seperti habis menangis."


Mama ana berbalik melihat Amara,


"Benar sayang? Kamu menangis? Tapi kenapa? coba sini mama lihat." Amara menurut dengan mama ana.


"Sayang… kamu kenapa? kamu berantem sama Ray?" Amara menggeleng kemudian memeluk mama ana dan kembali menangis.


"Aku mau pulang ma..aku takut terjadi sesuatu sama bapak dan ibu. Sudah beberapa hari setelah rencana pernikahan Amara, Amara tidak bisa menghubungi mereka ma..hiks.."


"Ya Allah..kasihan Amara maafkan mama ya sayang. Kamu sampai seperti ini" batin mama ana


"Sayang..mungkin mereka sedang sibuk." Amara melepas pelukannya


"Nggak ma! Kalau mereka sibuk di siang hari masih ada malam hari. Dan ini pagi siang malam Amara menghubungi mereka selalu tidak bisa. Pokoknya Amara mau pulang ma."


Pak Dirga dan Ray datang bersamaan


"Ada apa ini?" Tanya pak Dirga


"Sayang kamu kenapa? Kenapa mata kamu bengkak?" Tanya ray


"Pa..Amara mau pulang." Jawab mama ana kepada pak Dirga dengan wajah yang sedih


"Sayang besok kita akan menikah, apa kamu lupa?"


"Kak! Aku sudah bilang kan sama kak Ray. Aku tidak bisa menghubungi bapak dan ibu. Mereka orang tua aku kak aku takut terjadi sesuatu dengan mereka. Sejak rencana pernikahan kita aku sama sekali tidak bisa menghubungi mereka. Dan kakak selalu bilang mungkin mereka sibuk. Kakak nggak ngerti perasaan aku gimana, kakak menganggap sepele masalah ini, tapi nggak bagi aku kak. Jadi mau kakak ijinkan atau tidak aku akan tetap pulang." Amara mengeluarkan semua uneg-unegnya


"Sayang dengerin dulu, kita duduk dulu."


"Nggak mau..hiks hiks.." amara kembali menangis karena merasa jengkel dengan semuanya


Mama ana memeluk Amara


"Iya sayang iya..kamu akan pulang. Biar Ray Yang mengantar kamu ya.."


"Iya sayang aku akan mengantar kamu. Kita pulang hari ini."


"Beneran..?" Tanya amara memastikan dan melepas pelukan mama ana. Ray mengangguk


"Ya udah ayo sekarang."


"Kita sarapan dulu ya sayang.." ajak mama ana. Amara menurut namun masih dengan perasaan yang dongkol


_


_


Setelah selesai sarapan Ray benar mengantar Amara. Kini mereka sedang dalam perjalanan. Namun Amara masih saja meresa tidak enak hati sedari tadi ia hanya diam memandang ke luar jendela.


Ray melirik amara, Ray tau Amara masih marah dengannya. Tiba-tiba ditengah jalan Ray membelokkan jalannya.


"Kak..ini bukan jalan kerumah bapak. Kita mau kemana lagi sih?"


"Sayang tadi Tante Hana telpon katanya mau ikut."

__ADS_1


"Ikut? Mau ngapain?" Tanya Amara heran


" Mungkin mama yang suruh."


Tiga puluh menit kemudian mereka sampai di rumah Tante Hana. Dan Tante Hana sudah menyambut Ray dan Amara di depan pintu


"Kalian sudah datang..ayo masuk." Ucap Tante Hana lembut


"Kata kak Ray Tante mau ikut ke Surabaya." Hana melirik Ray


"I..iya kita masuk dulu ya Amara. Ayo.."


Amara menurut. kemudian Tante Hana membawa mereka ke ruang tamu.


"Sebentar ya Amara..Ray..Tante tinggal sebentar." Tante Hana menuju kamar tamu


"CK..bilang sama Tante Hana kak. Jangan lama-lama." Amara kira Tante Hana sedang berganti baju. Sebab saat Amara dan Ray datang Tante Hana masih memakai baju tidur.


"Iya sayang..tenang ya." Amara melipat kedua tangannya didada dengan bibir cemberut bisa dikuncir.


Tiba-tiba…


"Amara.." panggil seseorang yang sangat Amara kenal. Amara menoleh dan betapa terkejutnya ibu dan bapaknya berada disini. Amara berdiri mereka menghampiri Amara.


"Ibu..bapak..hiks kalian kemana saja aku selalu menghubungi kalian. Kenapa ibu tidak menjawab telponku?" Ibu Jumiati juga menangis dalam pelukan Amara. Amara tersadar ada yang aneh, Amara melepas pelukannya.


"Tunggu..kenapa bapak sama ibu ada disini?" Amara menatap Ray. "Kak.." tanya Amara menyelidik. Ray hanya tersenyum sebagai jawaban


"Ih..kak Ray jahat banget sih. Aku udah panik, aku bingung.. kak Ray jahat tau nggak." Amara mukul dada Ray dengan tangannya. Ray menangkap tangan amara


"Maaf ya sayang..ini surprise yang kakak maksud buat kamu. Kemudian Amara memeluk Ray.


"Makasih ya kak..maaf kalau tadi aku marah-marah."


"Tapi sekarang sudah nggak marah lagi kan?"


"Nggak dong sekarang seneng banget."


Tante Hana menghampiri mereka.


"Oh..sudah kumpul rupanya?"


"Tante..makasih ya, sudah mau menerima orang tua Amara. Dan maaf tadi Amara sempat tidak enak hati sama Tante."


"Iya Amara..Tante seneng ada orang tua kamu. Tante juga mengerti perasaan kamu jadi tidak apa-apa."


"Apa mama ana dan pak Dirga juga tau kak?"


"Tau dong Amara..setiap hari mereka kesini."


"Ih..jadi kalian semaua ngerjain aku?"


"Surprise.." jawab Tante Hana dan Ray bersamaan.


"Oke sayang..kamu disini dulu ya sama ibu dan bapak. Kakak tinggal dulu."


"Kak Ray mau kemana?"


"Ada urusan sebentar. Ibu.. bapak..Ray tinggal dulu ya."


"Iya nak Ray terimakasih ya.."


"Iya pak. Tante..ray titip mereka semua.." Tante Hanna mengangguk.


"Ayo kita sarapan.." Amara mengangguk karena memang sudah lapar. Tadi saat dirumah Amara hanya mengaduk- aduk makanannya ia tidak berselera makan.


***Happy reading 🥰🥰***

__ADS_1


__ADS_2