Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 19 : kekecewaan ray


__ADS_3

pukul 10.00 Kevin baru sampai dikantor, pagi ini kevin terlihat berbeda tidak seperti biasanya, bahkan sapaan dari para karyawannya tidak ia gubris.


melihat kedatangan Kevin Ray segera keruangan Kevin.


"pagi pak..saya sudah mengonfirmasi Amara untuk meeting bersama anda."


"jangan biarkan Farah atau siapapun masuk keruangan saya, jangan mengganggu saya jika tidak ada yang penting!"


"tapi pak, sebentar lagi kita ada meeting dengan bagian pengiklanan pak,"


"lalu..?apa harus saya juga yang turun tangan?lalu untuk apa saya mempunyai sekertaris jika semuanya harus saya juga yang turun tangan."


"iya pak maaf, saya yang akan tangani."


"tunggu apa lagi, keluar sekarang juga!"


"permisi pak," Ray pun menuju ruangan meeting dan akan memimpin meeting sesuai yang Kevin perintahkan.


"apa Kevin marah sama gue,apa ini cara kevin menunjukkan kemarahannya sama gue?batin ray menerka nerka.


"ceklek" suara pintu dibuka dan satu persatu karyawan mulai memenuhi ruangan meeting, termasuk Amara dan Risya.


dari mulainya meeting hingga selesai Ray sangat serius dan tegas, bahkan Ray sama sekali tidak melirik amara yang berada cukup dekat dengannya, Amara merasa ada yang aneh dengan sifat Ray, karena tidak biasanya Ray mengacuhkan dirinya. meeting selesai karyawan mulai meninggalkan ruangan meeting kini tinggal Amara dan Ray, Amara sengaja keluar terakhir untuk menunggu kesempatan bicara dengan Ray.


"pak Ray.."


"jangan lupa, jam makan siang kamu akan menemani pak Kevin meeting dengan klien dicafe xxx." setelah mengatakan itu,Ray segera pergi dari ruangan meeting meninggalkan Amara sendiri.


Ray fikir Amara akan menolak untuk menemani kevin meeting,tapi apa.. bahkan Amara sangat ketus padanya, jahat memang jika Ray berharap Amara membenci Kevin dan menjauh dari nya. Ray memang tidak berhak mengatur Amara tapi itulah yang Ray inginkan.


"pak Ray kenapa? kenapa ketus begitu, tadi pagi masih baik baik saja,apa aku melakukan kesalahan ya, tapi apa?"tanya Amara pada dirinya sendiri.


waktu makan siang pun tiba, Amara bersiap siap untuk menemani Kevin meeting sesuai yang dikatakan Ray, Amara sedikit merapikan penampilannya dan memoles sedikit liptint dibibir sexynya.


Ray yang akan makan siang tidak sengaja melihat Amara yang sedang berdandan diruanganya karena pintu yang sedikit terbuka, menurut pandangan Ray.


"hemm..segitunya Lo mau pergi sama Kevin, meskipun Kevin udah nyakitin lo tapi Lo tetep mau terlihat cantik didepan kevin." batin ray,dengan sedikit menyunggingkan senyum penuh misteri.


setelah selesai bersiap Amara menuju ruangan Kevin karena Kevin telah menunggunya melalui chat pribadi.


"tok tok tok"

__ADS_1


"masuk"ucap Kevin


"silahkan duduk Ra!"lanjutnya


"apa ada yang perlu saya siapkan pak atau kita langsung berangkat?" tanya Amara


"masih ada waktu 10 menit Amara, kita briving dulu."


"baik pak,,"


"disini kamu berperan sebagai asisten saya jadi pelajari ini!" Kevin memberikan Amara note book


"ambil pointnya saja,tidak perlu dipelajari semua."


"maaf pak, tapi kenapa bapak harus repot repot menyuruh saya untuk menjadi asisten bapak dan mempelajari ini semua sedangkan pak Ray ada ditempat. bagaimana jika saya melakukan kesalahan?" Kevin berdiri dari kursi kebesarannya dan berjalan dibelakang Amara seraya membungkukkan badan dan berbicara tepat ditelinga Amara,,


" saya percaya sama kamu Amara, kamu itu pintar, kamu pasti tidak akan mengecewakan saya." Amara menengok sehingga wajah Amara dan Kevin begitu dekat bahkan Amara dapat mencium aroma mint dari mulut Kevin, posisi mereka seperti orang yang sedang berciuman,dan seketika itu pula Ray tiba tiba masuk tanpa mengetuk pintu.


"ceklek,, pak maaf.." Suara pintu terbuka bersaman suara ray yang ingin menyampaikan sesuatu, Ray tidak bisa melanjutkan kata katanya karena melihat pemandangan yang memilukan didepanya. Kevin berdiri dan membenarkan jasnya berjalan santai menuju Ray yang berdiri mematung didepan pintu,Kevin mengusap bibirnya pelan dengan ibu jarinya, Kevin ingin menunjukan seolah olah telah terjadi sesuatu padanya dan Amara. sedangkan Amara juga reflek berdiri dan menundukan kepala.


"ada apa Ray,apa kamu tidak bisa mengetuk pintu dulu sebelum masuk?"


"baiklah saya akan segera kesana."


"kalau begitu saya permisi pak." pamit Ray seraya melihat kearah Amara dengan pandangan yang susah diartikan,Amara pun melihat kearah Ray.


sedangan Kevin menyunggingkan senyum penuh kemenangan.


ray berjalan menuju ruangannya, sesampainya di ruangan, Ray meluapkan rasa sakit hati nya,


"aaaah.. brengsek!" Ray memukul tembok hingga jari jari tanganya berdarah. hatinya begitu sakit kini Ray menyadari bahwa dia telah jatuh cinta pada Amara, tapi belum juga dia memulainya dia sudah merasakan sakit hati lalu bagaimana jika dia sudah memulainya apa yang akan terjadi begitulah yang ada di pikiran Ray saat ini. sedangkan Kevin dan Amara telah berangkat untuk meeting.


skip


meeting pun selesai Amara dan Kevin telah kembali kekantor setelah sebelumnya terjadi perdebatan panjang karena Amara tidak mau menemani Kevin untuk bersantai sejenak, padahal Kevin sudah merencanakan untuk mengajak Amara jalan jalan dengan alasan pekerjaan tetapi semuanya gagal karena Amara cukup pintar untuk menolak.


tangan Ray sudah diobati dan di balut dengan kasa oleh Hasti yang kebetulan ingin meminta tanda tangan ray, pucuk dicinta ulam pun tiba begitulah peribahasa yang cocok untuk menggambarkan hati hesti.hesti tidak perlu mencari cara untuk bisa lebih dekat dengan Ray,karena cara itu datang dengan sendirinya. ya..setelah berbagai cara ia lakukan untuk mendapatkan Kevin,tetapi Kevin tidak pernah membuka hati untuknya Hesti merasa lelah dan rasa cinta untuk Kevin hilang dengan sendirinya ditambah lagi kabar Kevin yang akan bertunangan dengan Farah. kini Hasti terpesona dengan ketampanan Ray ia berniat mendekati Ray namun sifat Ray yang begitu tegas dan dingin membuatnya kesulitan untuk mencari cara, kini cara itu datang dengan sendirinya.


jam kerja pun telah selesai semua karyawan bersiap untuk pulang.


Risya dan Amara bejalan menuju parkiran sambil bercanda dan tertawa sehingga Amara tidak sengaja menabrak seseorang.

__ADS_1


"brukk" tas kerja Ray jatuh. ya seseorang yang Amara tabrak adalah Ray.


" ma..maf pak saya nggak sengaja,," Amara ingin membantu mengambilkan tas Ray, tapi Ray sudah duluan mengambilnya, dan Amara melihat tangan Ray yang dibalut dengan kasa.


"pak Ray,,tangan bapak kenapa?" tanya Amara sambil memegang tangan ray


"tidak papa." Ray menarik tanganya kasar lalu pergi begitu saja.


"kenapa Ray semakin aneh, kenapa aku merasa Ray marah sama aku ya," batin Amara yang terus memandang kearah Ray.


"eh..malah bengong ayok pulang!" ucap Risya


"iya."


diperjalanan Amara masih terdiam memikirkan sikap Ray yang terasa aneh padanya.


"Ra .Lo nggak papa? Lo sakit ya?" tanya Risya


"mbak tau nggak tangan pak Ray kenapa, perasaan tadi pagi masih baik baik aja?"


"oww itu, nggak tau juga sih gimana kejadiannya tapi yang jelas tangan pak Ray tuh berdarah, banyak banget lagi."


"kamu nggak tau kejadiannya,tapi kog tau kalau tangan pak Ray berdarah banyak banget?"


"Hesti yang bilang, dan kebetulan Hesti juga yang ngobatin tangan pak Ray, emang kenapa sih? jadi Lo diem dari tadi mikirin pak Ray?"


"enggak..apaan sih,siapa juga yang mikirin dia."


"cieee..dia..kog dia sih panggilnya, Hem Hem.."ledek Risya dan menggerakan kedua alisnya


"ngomong lagi, aku turunin mbak dijalan."canda Amara.


ya kali Amara mau nurunin risya yang nyetir juga Risya,mobil juga mobilnya Risya hehehe..


"hhhh ampun bos ampun.."


"gue seneng Ra, kalo Lo bisa ngelupain Kevin." batin Risya


"jadi Hesti yang ngobatin Ray.." batin amara


Hay..Hay...maaf ya readers baru bisa up lagi 🙏🙏🙏 nantikan kelanjutannya dan jangan lupa kasih dukungannya ya🥰

__ADS_1


__ADS_2