Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 61 : Bertemu mantan


__ADS_3

"Tapi ma..mereka sangat dekat. Kak Ray kan orang baru di sana, mana mungkin ada yang kenal dengan kak Ray. Dimana bisa mereka sedekat ini kalau tidak ada rasa."


Cukup lama mama ana menemani Amara hingga Amara tertidur.


Mama ana keluar dari kamar Amara setelah Amara benar-benar tidur.


"Ceklek" mama ana menutup pintu kamar amara.


"Lama banget sih ma?" Tanya Ray mengagetkan mama ana.


"Astaga!! kamu ini suka banget sih bikin orang kaget."


" Gimana ma..apa mama berhasil meyakinkan Amara?"


"Amara sedang tidur. Sudah tidak usah diganggu, kita bicara di kamar kamu saja."


_


_


"Mama sudah melihat foto itu, sekarang kamu jelaskan kenapa kamu bisa bersama perempuan itu!"


"Ma..ini hanya salah paham. Ray juga tidak mengenal perempuan itu.


Ray menjeda kalimatnya


Kemarin malam Ray diajak Bagas berkumpul bersama teman-temannya di pos ronda. Ya biasalah ma kita bercanda- bercanda disana Ray juga mentraktir mereka makan nasi goreng. 


Perempuan itu namanya nining."


"Tadi kamu bilang nggak kenal, kok tau namanya?"


"Dengerin dulu dong ma Ray kan belum selesai cerita."


"Jadi Nining itu penjaga warung kopi di dekat pos ronda. Saat dia mengantar kopi untuk kita semua teman Bagas mengajak Nining untuk bergabung bersama kita.


Terus Ray juga mentraktir dia nasi goreng. Kemudian kita makan nasi goreng bersama. Tiba-tiba dia tersedak Ray reflek memberikan minum, itu aja ma."


"Ya kamu juga sih Ray kenapa sedekat itu. Mana seksi gitu si nining nya Salah paham kan Amara. Yang lain kan banyak kenapa harus kamu yang memberi minum."


"Iya..Ray salah. Gimana mama berhasil nggak?" Mama menggeleng 


"CK..mama, udah ah biar Ray aja."


"Eh..kamu mau kemana?" Mama ana menarik tangan Ray "Amara sedang tidur kasihan dia capek habis perjalanan jauh. Biarkan dia istirahat. Kamu juga..dasar genit, makanya jangan kegenitan jadi laki-laki." Kesal mama ana kemudian meninggalkan Ray.


"Kok mama nyalahin Ray juga sih. kan Ray udah bilang ini salah paham.


_


_


Sore ini Amara akan bertemu Risya di restauran dekat kantornya dulu tempatnya bekerja.


Amara sudah cantik dengan pakaian casualnya. Rambutnya juga ia biarkan tergerai. Rencana Nya Amara juga akan ke tempat kostnya. Amara sudah meminta izin pada mama ana untuk bertemu Risya temannya, juga malam ini ia akan menginap di kosnya dan mama ana mengizinkan.


"Sudah mau berangkat sayang?"


"Iya ma..kak Ray kemana ma?"

__ADS_1


"Nggak tau. Mama juga nggak lihat. Mungkin lagi tidur. Kamu berangkat sama supir saja ya."


" Nggak usah ma . Amara sudah pesan taxi. amara pamit kak Ray dulu ya ma."


"Eh..nggak usah biar kapok dia. Udah biar nanti mama aja yang urus." Amara tersenyum kemudian memeluk mama ana.


"Makasih ya ma..Amara sayang sama mama. Mama memang terbaik. Muach da mama.." Amara mencium pipi mama ana 


"Da sayang.."


_


_


Amara menunggu Risya di dalam restoran sambil menikmati jus alpukat kesukaannya. Netranya tidak sengaja menangkap sosok Kevin yang sedang makan bersama Farah tak jauh dari tempat ia duduk. Terlihat Farah yang bergelayut di lengan Kevin. namun yang menjadi perhatian Amara bukan itu. Perhatian Amara fokus pada perut Farah yang semakin membuncit. Ada rasa ngilu di hatinya. Bukan karena cemburu dengan Farah namun Kevin mengatakan jika dia tidak melakukan apapun dengan Farah, dia dijebak tetapi faktanya Farah tengah mengandung. Kevin adalah cinta pertamanya meskipun Amara sudah mencintai Ray namun rasa yang pernah ia rasakan untuk Kevin masih tersisa. Kenangan manis saat bersama Kevin selalu terbayang ketika ia melihat Kevin. Amara mengalihkan pandangan saat melihat Kevin dan Farah berdiri.


"Amara!" Panggil seseorang. Amara sangat hafal jika itu adalah suara Kevin. Amara memejamkan kedua matanya agar hatinya lebih tenang kemudian menengok. Dan benar itu adalah suara Kevin. Amara menampilkan wajah bahagia dan senyum manisnya.


"Hai..Vin, Farah."


"Kamu sendirian?" Tanya Kevin, raut wajahnya nampak berseri. Bahkan Kevin melepas tangan Farah yang bergelayut di lengannya.


"Nggak kok lagi nunggu teman."


"Ow..teman ya? Terus mana Ray kekasih gelap lo itu udah putus ya?? Oops..sorry."


"Farah! Jaga mulutmu." Bentak Kevin. Amata tersenyum kemudian menjawab


"Ada kok. Kak Ray lagi sibuk. Dan maaf ya Farah..kali ini kamu harus kecewa karena aku dan kak Ray." Amara menunjukan jari manisnya yang sudah melingkar sebuah cincin."sudah bertunangan." Lanjutnya lagi.


Farah menahan amarah di dadanya mendengar amara dan Ray sudah bertunangan.


"Diam Farah." Bentak Kevin sekali lagi Farah pun diam. Kevin menarik nafasnya dalam


"Selamat ya atas pertunangan kalian. Kami permisi." Raut wajah Kevin berubah seketika mendengar Amara bertunangan. Kevin pergi begitu saja meninggalkan Farah.


"Sayang tunggu.." teriak Farah.


Beberapa saat setelah Kevin dan Farah pergi Risya datang.


"Aduh sorry banget ya Ra gue telat. Lo udah dari tadi ya?"


"Nggak kok mbak.."


"Ih..bohong Lo ya, ini udah mau habis jus Lo."


"Eh lo kenapa sih, kaya nggak semangat gitu. Tadi di telepon Lo semangat banget deh. Gara gara gue telat ya.."


"Bukan mbak..jadi tadi aku nggak sengaja ketemu Kevin sama Farah disini."


"Terus Lo diapain sama Farah, ada yang sakit nggak?" Tanya Risya panik.


"Mbak..jangan lebay deh. Ya aku nggak di apa-apain tapi.."


"Tapi apa?"


"Aku melihat perut Farah semakin besar."


"Em…jangan sedih dong. Udah ya nggak usah dipikirin lupain Kevin, buang jauh- jauh semua tentang Kevin. Lo kan udah ada Ray. Kalian baru bertunangan loh."

__ADS_1


"Iya mbak..aku udah lupain Kevin kok. Cuma hati aku sakit aja, Kevin bilang dia nggak ngelakuin apa-apa sama Farah nyatanya sekarang dia hamil."


"Mbak ngerti kok perasaan Lo. Oke sekarang lupain tentang Kevin. Kita happy-happy. Ke mall yuk. Kita belanja- belanja biar Lo happy lagi. Gimana?"


"Boleh!!"


"Oke let's go.."


" Bentar mbak aku bayar dulu." 


_


_


_


Ray keluar dari ruang kerjanya bersama pak Dirga.


"Kok masih sepi apa jangan-jangan Amara masih tidur. Aku cek aja deh." Batin Ray


"Pa Ray mau lihat Amara dulu ya."


"Iya, sekalian kamu bilang sama Amara papa mau bicara."


"Iya pa."


"Tok tok tok"


"Sayang..kamu masih tidur?? Papa mau bicara sebentar sayang."


"Sayang..Amara."


"Apa aku masuk aja ya " gumam Ray.


Akhirnya Ray pun membuka pintu dan tidak ada siapapun di atas ranjang. Bahkan ranjangnya sudah rapi kembali.


"Sayang..kamu dimana." Ray mencari di kamar mandi tetapi juga tidak ada.


"Kemana dia." Ray pu mencarinya di ruangan lain.


"Amara.. kamu dimana. Sayang.." teriak Ray


"Ray!" Panggil mama ana


"Ma..Amara tidak ada di kamar tamu. Di Atas juga tidak ada."


"Ow…iya tadi Amara izin sama mama mau bertemu dengan Risya terus mau menginap juga di kosnya."


"Apa?? Kok dia nggak pamit sama Ray."


"Tadi Amara udah nyari kamu. Tapi kamunya nggak ada. Ya udah mama suruh berangkat aja."


"Mama gimana sih..kok Amara dibiarkan pergi sendirian." Panik Ray


"Ya biarin dong Ray, biar dia bisa happy-happy."


"Ma! Mama nggak takut kejadian waktu Amara diculik terulang lagi."


"Astaga…mama lupa Ray. Dimana dong? Coba kamu hubungi Amara."

__ADS_1


"Nggak diangkat ma. Ray juga udah telepon dari tadi."


__ADS_2