Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 208 : Terbongkar


__ADS_3

Di rumah Ray


Angel dan Ray tengah bertengkar hebat lantaran barang-barang belanjaan angel yang semua branded sementara Ray tidak pernah memberikan angel uang sebanyak itu apalagi kondisi keuangan Ray sedang tidak baik-baik saja.


"Angel dapat uang dari mana kamu, kenapa kamu bisa membeli barang-barang branded itu." Bentak Ray


"Aku dapat uang dari mana itu bukan urusan kamu."


Lancang sekali kamu, aku ini suami kamu aku berhak tau semuanya."


"Yang pasti ini bukan uang kamu, karena apa?? Kamu tidak akan mampu membeli semua ini." Jawab angel tak kalah berteriak


Ray pun naik pitam mendengar perkataan angel yang telah menghinanya.


plakkk


Ray pun menampar pipi angel.


"Brengsek kamu Ray, kamu itu tidak punya apa-apa sekarang berani sekali kamu menamparku." Ucap angel sambil memegang pipinya yang terasa panas


"Aku bukan saja menamparmu, sekali lagi kamu menghinaku akan aku robek mulutmu."


"Dasar laki-laki temperamen, tidak berguna, miskin, aku menyesal merebut kamu dari Amara. Harusnya Amara yang merasakan semua ini."


"Amara tidak akan pernah merasakan Seperti ini karena dia perempuan baik-baik."


"Oh ya, lalu kenapa kamu mengkhianatinya."


"Kamu.." Ray mengangkat kembali tangannya di udara 


"Apa?? Kamu mau menampar aku lagi ayo tampar! Tampar sekarang juga. Kamu dengar baik-baik rayen dirgantara semua barang-barang ini aku dapatkan dari kekasihku."


"Apa kamu bilang?"


"Aku bilang KEKASIHKU." Sambil menekan kata terakhirnya


Plakkkkk


Ray kembali melayangkan tamparan yang lebih keras hingga membuat angel jatuh tersungkur.


"Ha..hanya segini kemampuanmu menyakitiku, lakukan lagi Ray lakukan apapun yang ingin kamu lakukan karena ini terakhir kalinya kamu bisa menyiksaku."


"Apa maksudmu??"


"Aku ingin kita bercerai!"


"Jadi kamu lebih memilih laki-laki itu??"

__ADS_1


"Ya! Dia jauh lebih segala-galanya dari kamu. kaya raya, lebih tampan, dan pastinya lebih hebat dari kamu."


"Katakan siapa laki-laki itu." Ray mencengkeram kedua pipi angel


"Nanti kamu juga akan tau siapa dia, karena kita akan segera menikah." Ray melirik handphone angel yang ada tangannya lalu dengan kasar Ray m narik handphone itu dari tangan angel. Ray segera mencari sesuatu di dalamnya angel pun membiarkan apa yang Ray lakukan.


"Jadi namanya micle??"


"Iya! nama yang bagus bukan, kembalikan handphoneku." angel merebut kembali handphonenya


"Sekarang juga kamu angkat kaki dari rumah ini."


"Dengan senang hati aku meninggalkan rumah yang sebentar lagi akan disita oleh bank ini. aku akan segera menikah dengan dia jadi aku tidak akan merasakan hidup miskin bersamamu.


"Dasar perempuan matre cepat pergi dari sini." Angel lantas mengemasi baju-bajunya 


"Keluar kamu dan jangan pernah kembali lagi." Ucap Ray lagi di ambang pintu


"Dengan senang hati." Jawab angel tanpa ragu sedikitpun 


Angel menyeret koper dengan tergesa-gesa saat sampai di ruang tamu angel berpapasan dengan mama ana.


"Angel mau kemana kamu, kenapa bawa koper segala, itu pipi kamu kenapa angel." Tanya mama ana


"Urus baik-baik anak kesayanganmu itu, dasar laki-laki temperamen."


"Angel, tunggu angel ini ada apa dulu." Mama ana berusaha mencegah angel


"Biarkan dia pergi ma!" Ucap Ray dari atas tangga


Angel pun lantas benar-benar pergi.


"Ya Allah ada apa ini." Gumam mama ana lalu menyusul Ray di kamarnya


Mama ana masuk ke dalam kamar Ray, terlihat Ray berdiri di dekat jendela perlahan mama ana mendekati Ray.


"Ray ini sebenarnya ada apa?"


"Dia sudah berkhianat ma, dia berselingkuh." Mama ana menutup mulutnya tidak percaya dengan apa yang ia dengar


"Dia sudah merendahkan harga diri Ray ma, Ray tidak akan pernah memaafkan angel."


"Tapi Ray, siapa laki-laki yang sudah membuat angel berpaling dari kamu?"


"Ray akan mencari tahu siapa laki-laki itu, Ray tidak terima dihina seperti ini ma."


"Apa kamu punya bukti angel berselingkuh, jangan sampai kamu menyesal karena salah menduga."

__ADS_1


"Angel sendiri yang mengakuinya ma, bahkan angel membandingkan Ray dengan selingkuhannya. Angel benar-benar sudah menjatuhkan harga diri Ray. Ray akan mencari siapa laki-laki itu sampai ketemu. Ray memilih orang yang salah ma..Ray sudah kehilangan semuanya." Ray menangis dan terduduk di lantai kakinya seolah tidak mampu lagi menopang tubuhnya. Ray menangis bukan karena angel meninggalkannya tetapi Ray menangis karena Amara. Ia teringat dengan Amara yang ia tinggalkan dulu karena angel.


"Sabar nak, sabar semua pasti ada hikmahnya."


"Ray bodoh ma, Ray bodoh. Ray lebih memilih sampah dan melepaskan berlian.


Andai dulu Ray tidak berpaling hidup Ray tidak akan seperti ini. Ray kehilangan Amara dan kedua anak Ray. Ray tidak punya siapa-siapa lagi ma."


"Kamu masih punya mama Ray, kamu tidak sendiri."


Ray lantas teringat dengan kontak kekasih angel Ray lantas mengambil handphonenya dan mendial nomor tersebut tak lama sambungan pun terhubung.


Kemudian Ray berbicara dengan micle dan mengajak micle untuk bertemu. Micle pun menyanggupi permintaan Ray.


Pukul sebelas saat jam makan siang Ray menuju cafe xxx tempat dimana dirinya dan micle atau Mike akan bertemu.


Sampai di cafe Ray kemudian masuk dan mencari keberadaan micle karena micle telah memberi kabar jika ia telah sampai di cafe. Handphone Ray bergetar ternyata pesan dari micle yang memberitahu bahwa ia berada di ruang VIP 1. Ray lantas menuju dimana micle berada.


Begitu Ray membuka pintu seorang pria yang tak lain adalah micle memakai kemeja putih dan topi hitam duduk menunduk kedua tangannya memegang satu gelas minuman. Ray mengepalkan kedua tangannya menatap nanar pria dihadapannya. Dengan langkah tegas Ray menghampiri micle.


"Jadi kamu adalah micle." Ucap Ray sarkas


"Duduklah." Ucap Mike tenang


"Tidak perlu basa-basi tunjukan wajahmu sekarang juga jangan menjadi pengecut, aku hanya ingin tahu seperti apa laki-laki yang sudah menjadi selingkuhan angel." Mike menarik sudut bibirnya


"Hati-hati kalau bicara, aku dan angel tidak memiliki hubungan apapun." Mike masih enggan menunjukkan wajahnya, perlahan Mike menunjukkan tangan kanannya yang sudah melingkar sebuah cincin.


"Aku sudah menikah istriku jauh lebih cantik dan lebih segalanya dari angel. Angel tidak ada apa-apanya dibandingkan istriku."


"Kurang ajar, jadi kamu hanya mempermainkan angel." Ray naik pitam dengan kasar Ray menarik topi Mike hingga topi itu berhasil terlepas dari kepala Mike. Mike memang sengaja tidak melakukan perlawanan. Mata Ray membelalak melihat wajah micle


"Kamu!!" Mike lantas berdiri


"Apa kabar tuan rayen dirgantara." Ucap Mike dengan senyum licik.


"Dasar brengsek kamu Mike." Ray hendak memukul wajah Mike tapi dengan cepat Mike menangkap tangan Ray. Wajah Mike berubah serius tatapan matanya tajam menatap Ray.


"Kamu tidak akan bisa melawanku, bagiku kamu hanyalah seekor tikus yang sangat mudah untuk disingkirkan."


Mike mendorong tangan Ray hingga Ray sedikit terhuyung ke belakang kemudian pergi.


"Jauhi angel! Dan tinggalkan Amara." Teriak Ray


"Dengan senang hati aku akan menjauhi angel dan dengan senang hati pula aku akan menjaga dan melindungi Amara istriku tercinta." Lalu Mike benar-benar pergi.


"Aa..dasar licik kamu Mike. Aku harus menemui Amara, dia harus tahu apa yang sudah dilakukan Mike, dengan begitu Amara akan benci dengan Mike. Gumam Ray.

__ADS_1


🌹🌹🌹 Bersambung 🌹🌹🌹


__ADS_2