
Akhirnya Amara dan Mike pun selesai berbelanja mereka pun segera pulang.
Sampai di parkiran mall di seberang jalan seseorang tengah mengintai mereka.
Ia tak sendiri rupanya di dalam mobil ada seseorang yang memerintah pengintai itu.
Melihat mobil Mike meninggalkan mall mereka lantas mengikutinya.
Di pertengahan jalan Mike merasakan jika tengah diikuti, berkali-kali Mike melihat melalui spion.
"Kenapa bee dari tadi lihat spion terus?"
"Kayaknya ada yang mengikuti kita sayang."
"Beneran bee??"
"Coba kamu lihat mobil hitam di belakang kita, dari tadi mobil itu mengikuti kita."
Amara pun lantas menoleh
"Iya bee aku udah lihat, terus gimana bee aku takut."
"Kamu tenang ya ada aku."
"Sari, Eny kalian jaga jesen ya peluk dia."
"Iya non, emangnya ada non?
"Sepertinya mobil kita diikuti."
"Ya Allah, semoga kita semua dilindungi."
"Iya, kalian berdoa saja peluk jesen erat."
"Iya nona."
Sementara Mike menghubungi Dion dan Gerry dan memberitahu bahwa mobil mereka tengah diikuti seseorang. Mike juga men-share lokasinya.
Tiba dijalan sepi pengintai itu mulai beraksi.
Mobil itu memepet mobil mike hingga mobil Mike keluar dari jalan. Suara jeritan dari mobil Mike terdengar oleh mobil pengintai, lalu pengintai itu membuka jendela mobilnya dan mengacungkan jempol ke bawah kepada Mike. Dua pengintai itu memakai masker dan baju berwarna hitam. Satu perempuan dan satu laki-laki.
Lalu ia melaju meninggalkan mobil Mike."
Mobil Mike berhenti sejenak.
"Sayang kamu tidak apa-apa?"
"Nggak bee, cuma kaget aja."
"Kalian gimana, jesen aman kan?"
"Jesen takut pa."
__ADS_1
"Jangan takut sayang mereka sudah pergi, kita sudah aman sekarang. Kita harus cepat-cepat sampai rumah jangan sampai mobil itu mengikuti kita lagi."
Namun salah, dugaan Mike salah mereka belumlah aman ternyata mobil pengintai itu tidaklah pergi saat Mike kembali melajukan mobilnya, tiba-tiba saja mobil itu berada kembali di belakang mobil Mike.
Tiiiin tiiiiiin
Mobil itu membunyikan klakson sangat keras.
"Sial dari mana mereka kenapa bisa ada di belakang lagi."
"Mereka muncul lagi bee?"
"Iya, kamu tenang ya."
"Ya Allah lindungilah kami." Amara berdoa dalam hati sambil tangannya mengelus perutnya.
Mike menambah kecepatan mobilnya tapi mobil di belakang tidak mau kalah mereka terus mengejar mike dengan kecepatan tinggi juga mereka seperti sedang beradu balap.
Pengintai itu sangat ahli mengemudikan mobilnya seperti seorang pembalap.
Kini mobil mereka sejajar. Mike menambah kecepatan mobilnya lagi, pengintai itu tersenyum melihat mobil Mike melesat jauh. Ketika mobil Mike cukup jauh mereka lalu menambah kecepatan mobilnya juga ia mengejar kembali mobil Mike dari sisi kiri dan memepet mobil Mike hingga mobil Mike keluar jalur ke sisi kanan suara tangis jesen semakin kencang, juga Amara mulai meringis sambil memegang perutnya karena guncangan keras Mike panik melihat anak dan istrinya dan dari arah berlawanan mobil truk melaju dengan kencang pula.
"Awas bee!!!" Teriak Amara sambil memegang perutnya, mata Mike membulat sempurna lalu membanting stir ke kiri hingga menabrak trotoar jalan hingga keluar jalur cukup jauh dan menabrak pohon besar.
Dari jauh pengintai itu tersenyum tapi seorang perempuan yang tak lain adalah bos laki-laki itu terlihat sangat syok.
"Anda tidak apa-apa nona"
"Cepat kita pergi dari sini, jangan sampai ada yang melihat kita." Ucap perempuan itu gugup.
Amara tidak sadarkan diri, kepalanya terbentur mobil hingga mengeluarkan cairan merah yang cukup banyak.
Sedangkan Mike juga terbentur setir kemudi namun tidak terlalu parah karena terlindungi dengan kedua tangannya.
Perlahan Mike membuka matanya, perlahan mata itu terbuka sempurna mata Mike membelalak dengan suara yang tercekat melihat istrinya memejamkan mata dengan cairan merah yang ada di kepalanya. Mike melihat lagi kebelakang Eny dan sari juga pingsan dan jesen juga pingsan. Dalam pelukan eny.
Mike menatap lagi istrinya perlahan tangannya bergerak menyentuh tubuh Amara
"Sayang..sayang bangun..sayang!!! Jangan tinggalkan aku sayang, aaaa!!!" Teriak Mike sambil memeluk Amara dan menangis sejadi-jadinya.
Mike melihat kanan kiri tidak ada kendaraan satupun yang melintas karena jalanan sangat sepi. Lalu mata Mike tidak sengaja melihat handphone Amara yang keluar dari dalam tasnya tergeletak di bawah kaki Amara, Mike lantas mengambil handphone tersebut dan mendial nomor Gerry.
Panggilan pun langsung terhubung
"Brengsek! Kamu dimana Gerry kamu dimana, kenapa tidak datang."
"Tenang Mike kita sedang mencari mu di jalan sesuai arahan mu, ada apa Mike kenapa kamu menangis?"
"Cepat kesini brengsek istriku terluka."
Gerry dan Dion saling menatap terkejut
"Katakan kamu dimana Mike??"
__ADS_1
"Dijalan xxx sebelah kiri, cepat telpon ambulans." Lalu Mike mematikan sambungan teleponnya. Mike kembali memeluk Amara
"Bertahanlah sayang sebentar lagi bantuan datang, jangan tinggalkan aku kalian tidak boleh meninggalkan aku."
Tak lama mobil Gerry dan Dion sampai di lokasi bersama mobil ambulans.
"Mike!!" Teriak Gerry dan Dion. Mereka lantas membuka pintu depan Gerry disebelah kanan dan Dion di sebelah kiri.
"Amara!!" Teriak Dion syok melihat keadaan Amara.
"Ayo cepat Mike kita bawa Amara kerumah sakit." Dion lantas membuka set bell Amara dan berniat menggendong tubuh Amara tetapi Mike tidak mengizinkan.
"Jangan sentuh istriku!" Dion pun tidak jadi menggendong Amara.
Dengan sekuat tenaga Mike turun dari mobil dan memutar arah menuju Amara lalu menggendongnya naik di mobil Gerry karena ambulans hanya satu.
Dan dengan cepat petugas ambulance membawa sari, Eny dan jesen untuk dinaikan ambulans
Dengan kecepatan tinggi mobil Gerry menuju rumah sakit terdekat mengikuti mobil ambulans di depannya.
Suara sirine ambulans membuat mobil-mobil yang ada di depannya membukakan jalan untuk mereka.
Dion dan Gerry pun sama paniknya tapi mereka berusaha setenang mungkin.
Mike sudah berhenti menangis ia tak melepaskan pelukannya dari tubuh istrinya satu tangannya memegang kepala Amara dan satu tangannya lagi mengelus perut buncit Amara dan tatapan lurus kedepan dengan pandangan kosong.
Dua puluh menit perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah sakit xxx.
Dengan cepat Mike turun membopong tubuh istrinya sambil berlari dan berteriak memanggil dokter.
Beberapa perawat berlari mendorong brankar menghampiri Mike. Sedangkan Dion menggendong tubuh mungil jesen. akhirnya mereka semua pun masuk ke ruang UGD.
"Mari tuan anda juga harus diperiksa." Ucap dokter
"Selamatkan istri dan anak-anakku dok, selamatkan mereka jangan pedulikan aku, aku baik-baik saja."
"Tapi anda juga harus diperiksa tuan."
"Selamatkan istriku dokter!!!" Bentak mike
""Ba..baik tuan, akan berusaha semaksimal mungkin tuan."
Gerry dan Dion menghampiri Mike
"Tenang Mike, tenang. Kamu juga harus diperiksa."
Dengan lemah Mike mengatakan
"Istri dan anakku sedang berjuang, mereka sedang berjuang."
"Iya Mike kita tahu, kita doakan mereka."
"Kenapa bukan aku saja yang terluka, kenapa harus mereka, brengsek." Mike memukul tembok berulang kali.
__ADS_1
Mata Gerry dan Dion juga berkaca-kaca mereka ikut merasakan kesedihan yang Mike rasakan.
🌹🌹🌹Bersambung🌹🌹🌹