
di kos
Amara masih memikirkan perubahan sifat Ray,Amara ingin menghubungi Ray. baru Amara mencari kontak Ray, Kevin sudah lebih dulu menghubunginya.
"Kevin..mau apa lagi dia?"
👸"iya,,kenapa?" jawab Amara tanpa basa basi
🧝"Ra tolongin aku, dada aku sakit Ra tolong.." ucap Kevin dengan suara pelan dan dalam disebarang telfon
👸"Kevin..kamu kenapa?dimana?" Amara panik
🧝"aku dikafe xxx tolong Amara dada aku sakit banget
👸" iya iya, kamu tunggu ya aku kesana sekarang."
Amara menuju kafe xxx menggunakan taxi, bahkan Amara masih memakai baju yang sama yang ia kenakan saat bekerja.
sedangkan Kevin tersenyum penuh kemenangan karena rencananya berhasil untuk membuatnya dekat dengan amara.
"aku yakin Amara, kamu masih mencintaiku"batin Kevin
kini Kevin bersiap siap untuk berakting sesuai dengan rencananya.
sesampainya dikafe xxx Amara menyuruh supir taxi itu untuk menunggunya lalu ia buru buru masuk untuk mencari keberadaan Kevin. setelah melihat keberadaan Kevin yang lemah sambil memegangi dadanya Amara langsung berlari menghampiri Kevin.
"Kevin..kamu kenapa Vin?"
"dada aku sakit Ra, bawa aku pulang!"
"iya..kita kedokter ya!"
" nggak Ra..aku mau pulang aja, aku ada obat dirumah."
tanpa pikir panjang Amara pun meng iyakan perkataan Kevin, Amara meminta bantuan pada pegawai kafe itu untuk membantunya membopong kevin kemobil taxi. setelah itu Amara langsung menyuruh sopir taxi itu menjalankan mobilnya menuju alamat yang Kevin tunjukan. Amara menemani Kevin duduk dibelakang karena kondisi Kevin yang lemah. (Kevin sangat pandai berakting😡 bahkan Amara sama sekali tidak curiga)
"uhuk uhuk..sakit Ra.." keluh Kevin dengan suara dibuat selemah mungkin dan kepala yang ia sandarkan dikursi serta satu tangan memegangi dadanya.
"iya Vin..tahan ya, sebentar lagi kita sampai kog. pak tolong lebih cepat sedikit!"
" iya neng." jawab supir taxi itu, lalu menambah kecepatannya, baru 10 menit menambah kecepatan jalanan sudah kembali macet.
"maaf mbak sepertinya didepan ada kecelakaan, pasti akan lumayan lama ini macetnya,kalo kita puter balik juga tidak mungkin mbak." ucap supir taxi
"ya Allah ada ada aja sih, Vin gimana ini kamu denger kan apa kata pak supir, kamu masih kuat kan?" Kevin mengangguk.
saat menunggu kemacetan Kevin tidak sengaja melihat mobil Ray yang berada tepat disebelahnya, dan ide baru pun muncul diotak licik Kevin.
"ah..Amara,," satu tangan Kevin memegang tangan Amara kuat dan satu tanganya memegangi dadanya seolah ingin memberi tau Amara bahwa dia sangat kesakitan.
"Vin tahan ya,, aku juga nggak tau kita harus gimana?" bahkan Amara sudah ingin menangis saking takutnya.
"boleh aku..me..minta ah..sssh bahumu.."
__ADS_1
"iya.." Amara langsung mengerti maksud Kevin dan menyandarkan Kevin dipundaknya masih dengan tangan Kevin yang memegangi tangan Amara, bahan Kevin mengarahkan tangan Amara untuk memegangi dadanya juga, Kevin tersenyum kecil.
dan benar saja Ray melihat semuanya Kevin dan Amara sedang bermesraan, Ray melihat Amara yang sangat menyayangi Kevin.
tidak terasa Ray menitikan air mata, begitu sakit hatinya, begitu hancur perasaanya baru dia merasakan jatuh cinta seketika itu juga dia merasakan rasanya patah hati.
Ray memukul kemudi dan melajukan mobilnya kencang,karena jalanan sudah lancar kembali.
sesampainya dirumah Kevin,Amara meminta pak supir untuk membantunya membopong tubuh Kevin masuk kedalam rumahnya.
"tok tok tok.."
"ceklek" bik Susi membuka pintu
" ya Allah Aden..den Kevin kenapa?" tanya bik Susi panik
"bik tolong ini dimana kamar Kevin?"
"ada diatas non, biar saya panggilkan pak Joko dulu." bik Susi berlari memanggil Joko tukang kebun Kevin untuk membopong Kevin kekamarnya yang ada diatas,karena Amara tidak mungkin kuat menaiki tangga meski dibantu pak supir.
dengan bantuan pak supir dan pak Joko akhirnya Kevin sampai dikamarnya dan dibaringkan,
" maaf neng, saya harus pamit saya harus ngejar setoran lagi." ucap supir taxi paruh baya itu'.
" iya pak, saya juga mau pamit bapak anterin saya lagi ya?" kata Amara. Kevin memegang tangan Amara,
"Ra.." Kevin menggelengkan kepala
"aku mohon.." lagi lagi Amara tidak tega dengan suara lemah Kevin,Amara mengangguk.
"bik..ambilkan dompet saya!"
"dimana den?"
"dilaci bik." lalu Kevin mengeluarkan 20 lembar uang seratus ribuan dan memberikannya pada supir taxi itu.
"maaf den tapi ini kebanyakan.." kata pak supir,Kevin menggeleng.
"nggak papa pak..anggap saja ini Rizki bapak." tambah Amara
"makasih den, neng cantik..kalau begitu saya pamit, marii,,"
" mari saya antar kedepan pak!" ucap bik Susi.
"Vin dimana obat kamu, biar aku ambilkan?"
"ada di..ahh sa..kit Ra.." ucap Kevin terbata dan berakting lagi seperti orang kesakitan.
"Vin..kita kerumah sakit aja ya,aku bingung harus apa,," Kevin menggeleng
" biik..su..si" Amara yang mengerti maksud kevin langsung memanggil bik Susi yang sedang mengantar supir taxi didepan
"bik..bik Susi.."
__ADS_1
"iya neng..ada apa?"
"cepet bik Kevin panggil bibik.."
"i..iya neng." amara dan bik Susi segera kembali kekamar kevin
"iya den Kevin, Aden butuh apa den? tanya bik Susi sedih,dan hampir menangis
"telfon dokter Anwar bik..."
"iya den baik." bik Susi pun segera menghubungi dokter Anwar, dan dalam 15 menit dokter Anwar pun sudah tiba dirumah Kevin dan bik Susi pun sudah berada didepepan menunggu kedatangan dokter Anwar.
"tuan..anda sakit apa?" tanya dokter Anwar
" da..da saya sa..kit dok" jawab Kevin terbata
" tolong semuanya keluar dulu biar saya periksa tuan kevin. setelah semuanya keluar, Kevin menarik tangan dokter Anwar dan meminta tolong agar mau bekerja sama dengannya.
"dokter, anda adalah dokter kepercayaan keluarga saya, anda juga sudah lama bekerja dengan keluarga saya,saya mohon dokter kali ini tolong saya.." Kevin mengatupkan kedua tangannya untuk memohon pada dokter Anwar
"ada apa ini tuan, saya tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi?"
" Anda hanya perlu mengikuti perintah saya, dan jangan banyak bertanya, jika anda tidak mau saya pastikan nama baik anda menjadi taruhannya!"
"jangan tuan, jangan lakukan itu..baik saya akan mengikuti perintah anda, apa yang harus saya lakukan?"
kevinpun membisikan sesuatu pada dokter Anwar sesuai dengan rencananya.
" ingat jangan sampai ada orang yang tau siapapun itu."
" baik tuan saya mengerti."
"sekarang keluar,panggil pacar saya kemari beri tau keadaan saya,sesuai yang kita rencanakan!"
"ceklek" suara pintu terbuka
"dokter..bagaimana keadaan Kevin?"tanya amara
"Anda.."
"saya Amara teman Kevin."
"ah baik, nona Amara..tuan kevin menderita sakit jantung, jadi tolong jangan sampai tuan kevin stress atau kecapek an karena itu sangat berpengaruh,saya sudah menyuntikan obat pereda nyerinya.selanjutnya nona bisa menebus obatnya diapotik, ini resepnya."
"iya, terima kasih dok,,"
"sama sama nona, kalau begitu saya permisi." Amara mengangguk
"mari dokter saya antar kedepan.."ucap bik Susi.
"sakit jantung..sejak kapan Kevin mempunyai riwayat sakit jantung, kenapa aku merasa ada sesuatu ya.." batin Amara
****Hay..dears happy reading ya🥰🥰****
__ADS_1