Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 155 : Salah paham


__ADS_3

Mike tersenyum menatap Amara.


"Kenapa kamu senyum-senyum aku terlihat aneh ya?"


"Perfek, kamu sangat sempurna." Amara memutar bola matanya malas


"Gombal aja terus." 


"Ayo!" Mike menyodorkan tangannya untuk digandeng Amara, namun Amara yang tidak mengerti hanya mengerutkan dahinya kemudian Mike mengambil tangan Amara dan melingkarkan di bahu Mike.


_


_


Amara dan Mike menuruni tangga masih dengan tangan Amara yang melingkar di bahu Mike mesra, raut bahagia tampak sekali di wajah mike. Sari dan Eny yang ada di ruang tamu tersenyum melihat kemesraan tuan dan nona muda mereka.


"Sari, Eny katakan pada yang lain malam ini kami tidak pulang jadi untuk malam ini kalian tidur disini."


"Siap tuan."


"Mike kenapa kita tidak pulang , kita mau kemana?"


"Kamu panggil aku apa tadi?" Protes Mike merasa tidak suka dengan panggilan Amara.


"Mike! memangnya kenapa ada yang salah?"


"Apa kamu lupa siapa aku?"


"Hehe maaf ya aku lupa, kita mau kemana pak Mike?"


"Bukan itu maksudku Amara!" Mike sedikit emosi


"Terus apa?"


"Kita ini pasangan masak panggil pak, panggil aku sayang."


"Apa? Nggak mau."


"Kok nggak mau, masak nggak mau panggil calon suaminya sayang."


"Pokoknya nggak mau." Sari dan Eny tersenyum melihat tingkah konyol tuan mudanya.


"Kalian juga kenapa tersenyum?"


"Ti..tidak tuan, kamu permisi." Jawab sari gelagapan kemudian pergi.


Mike berjalan mendahului Amara menuju sofa dan duduk disana.


"Mike kok malah duduk sih kamu bilang mau membawa aku bertemu dengan jesen dan ibu."


"Nggak jadi."


"Mike!! Aku marah nih."


"Silahkan, salah sendiri kenapa kamu tidak mau memanggilku sayang."


"Ya ampun..dasar bocah masak gitu aja marah bener-bener ya kamu Mike. Sabar Amara sabar kamu harus sabar menghadapi bocah ingusan seperti Mike." Batin Amara kesal.


Amara kemudian duduk disamping Mike dan mencoba merayunya.


"Yaudah aku minta maaf, aku bukannya nggak mau tapi aku takut menyakiti hatimu. Aku bisa saja memanggilmu sayang tapi percuma saja jika tidak dari hati itu hanya akan menyakiti kamu."


Amara bicara sangat hati-hati jangan sampai membuat Mike tersinggung.

__ADS_1


Amara meraih satu tangan mike lalu menggenggamnya Mike menatap wajah Amara.


"Kamu tidak perlu memintamu untuk memanggilmu sayang karena panggilan itu akan datang dengan sendirinya ketika aku sudah benar-benar mencintaimu."


Seketika Mike tersenyum.


"Benarkah?"


"Em..tapi kamu harus sabar sampai hari itu tiba karena semuanya butuh proses."


seketika raut wajah Mike berubah senang, lantas berdiri


"Ayo kita berangkat nanti kemalaman."


"Ck..dasar sinting ini udah malam kali." Ingin rasanya Amara mengatakan itu langsung.


_


_


Di dalam mobil tangan Amara tak lepas dari genggaman tangan Mike sedangkan tangan satunya memegang setir kemudi.


Bukan hanya digenggam, Mike sesekali juga mencium punggung tangan Amara.


Amara ingin protes tapi takut membuat Mike marah lagi dan akan membuatnya gagal bertemu dengan jesen dan ibunya.


"Aku tidak peduli kamu terpaksa atau tidak, yang penting kamu menjadi milikku urusan cinta aku yakin suatu saat nanti kamu akan mencintaiku dengan tulus." Batin mike 


Mike dan Amara sampai di tempat jesen dan ibu Jumiati berada.


Amara terpukau melihat gedung megah pencakar langit di depannya bertuliskan Ritz Carlton hotel.


Mike mengajak Amara masuk hotel tersebut dan lagi-lagi Amara terpukau dengan kemewahan yang ada didalamnya. Ritz Carlton hotel adalah hotel bintang 5 yang memiliki fasilitas kamar inap yang lengkap juga tersedia restoran dengan berbagai masakan internasional maupun tradisional.


"Kenapa bengong, ayo." Ajak Mike setelah melakukan reservasi.


Dengan memakai lift Mike menuju kamarnya.


"Kamu kedinginan?" Tanya Mike sambil tangannya merangkul pinggang ramping Amara.


"Sedikit."jawab Amara.


Kemudian Mike melepas jasnya dan memakaikannya untuk Amara.


"Sebentar lagi kita sampai."


"Iya." Amara tersenyum rasa rindunya terhadap jesen akan segera terobati.


"Thing"


Mereka sampai di lantai yang mereka tuju lalu menuju kamarnya.


Setelah Sampai di depan kamar Mike lantas membuka pintu tersebut.


Amara tidak berhenti tersenyum ketika Mike membuka pintu kamarnya.


"Ceklek"


Pintu terbuka namun suasana terlihat sepi tidak ada siapapun disana.


"Ayo masuk." ajak Mike melihat Amara hanya berdiam diri


"Mike kenapa sepi sekali."

__ADS_1


"Iya ayo masuk dulu."


"Kamu bohong kan Mike."


"Aku nggak bohong sayang..masuk dulu ya." Mike mencoba meraih tangan Amara tapi dengan cepat Amara menarik tangannya


"Aku tau kamu sedang mempermainkan aku kan Mike, aku sudah menuruti semua kata-kata kamu, Mike aku mencoba ikhlas menerima kamu tapi apa yang kamu lakukan? ini yang kamu sebut dengan cinta, kamu memang tidak bisa dipercaya." Ucap Amara menggebu-gebu


"Aku benci denganmu Mike!" tambahnya lagi


"Mama…" panggil jesen dari belakang Amara pun sontak menoleh..


"Jesen." Jesen berlari menghampiri Amara


"Mama lama sekali jesen kangen."


"Kamu dari mana nak?"


"Jesen nunggu mama lama telus jesen jadi lapal, telus jesen makan sama nenek sama om itu." Tunjuk jesen pada ibu Jumiati dan Gery sahabat Mike.


"Kata papa cuma sebentar jemput mama tapi kok lama?" Ucap jesen polos, Amara menatap Mike yang juga menatapnya namun dengan tatapan yang berbeda. Ibu Jumiati dan Gery menghampiri Amara


"Nduk..kenapa lama sekali?"


"Maaf Bu tadi Amara ada sedikit urusan."


"Ya sudah tidak apa kamu belum makan kan ajak nak Mike makan ya kasihan dia dari tadi menemani ibu dan jesen sampai lupa makan."


"Iya Bu."


"Ibu ini kuncinya saya permisi dulu, ayo gery." Mike menyerahkan kunci pintu kamar ibu Jumiati kemudian pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada Amara.


Amara tidak enak dengan Mike karena sudah menuduhnya.


"Mike pasti marah, gimana nih." Batin Amara


"Nduk ayo kita masuk."


"Iya Bu."


"Kamu sudah makan nduk?"


"Belum bu tadi Amara panik ibu sama jesen tidak ada dirumah, kalian pergi nggak pamit."


"Iya nduk tadi tiba-tiba saja nak Mike ngajak jalan-jalan ibu mau menolak tapi nak Mike bilang sedang ada masalah jadi ibu tidak enak untuk menolak, maaf ya nduk."


"Iya Bu nggak apa-apa kok, jesen tadi seneng nggak jalan-jalan sama papa?"


"Seneng ma tempatnya bagus. Ma jesen mau nonton TV."


"Ya udah bentar ya mama nyalain tv-nya."


Kemudian Amara menyalakan tv untuk jesen, melihat jesen anteng Amara pun pamit kepada ibunya untuk keluar sebentar.


"Em..Bu Amara keluar sebentar ya."


"Mau cari makan ya nduk." Amara hanya tersenyum


"Sebentar ya Bu."


Amara keluar dari kamarnya, berdiri bersandar pada tembok dan menunduk Amara bingung bagaimana cara menemui Mike Amara tidak tau dimana kamar Mike, mau menghubungi mike pun tidak bisa ponsel saja Amara tidak punya.


"Amara!!" Tiba-tiba terdengar suara Mike memanggilnya, Amara mendongak

__ADS_1


"Mike.." lirih Amara kemudian tersenyum.


🌹🌹🌹 Bersambung 🌹🌹🌹


__ADS_2