
Tidak terasa hubungan Amara dan Kevin sudah berjalan selama 4 bulan, Amara sudah cukup tau kebiasaan Kevin, sifat Kevin, apa yang Kevin suka dan tidak suka.dan sejauh ini yang Amara tau Kevin begitu mencintainya terbukti dari perlakuan Kevin selama ini. perhatiannya yang begitu besar dan Kevin tidak pernah absen mengucapkan kata l love you padanya.
tapi Kevin tidak pernah bercerita tentang pekerjaanya, bahkan Amara masih belum tau Kevin adalah bosnya, entah apa maksud Kevin menyembunyikan identitasnya pada Amara hanya Kevin yang tau,,
hari ini Amara sif siang dia masuk pukul 14.00 dan pulang pukul22.00.
"Rum...kok aku merasa ada yang Kevin sembunyiin ya dari aku,," tanya Amara pada Arum sambil berjalan memasuki area pabrik.
"hah..sembunyiin apa?"
"aku juga nggak tau rum,,tapi aku merasa ada yang aneh dari Kevin"
"Halah perasaan kamu aja kali, udah nggak usah mikir yang aneh aneh. aku duluan ya Bae Amara sayang,,"
mereka berpisah karena bagian kerja mereka tidak sama.
"Amara.."panggil pak damar selaku karu Amara, ternyata sedari tadi pak damar ada dibelakang Amara dan memperhatikan nya.
"iya pak,,"
"nggak papakan aku jalan bareng kamu begini?"
"sebenarnya saya nggak enak pak, bapak kan atasan saya,nanti dikira bapak sama saya ada apa apa"
"amiiin.."
"hah..amin? kog amin pak?"
"maksud saya kita kan cuma jalan aja udah kamu tenang aja, nanti pulang nya aku tunggu didepan, aku Anter kamu!"
"eh jangan pak nggak usah saya pulang bareng Arum kog,,"
"nggak ada penolakan..saya duluan .." mengusap pelan rambut Amara lalu pergi.banyak karyawan lain yang melihat interaksi antara pak damar dan Amara,,
**didalam pabrik**
"cieee..ada yang sok kecakepan nih!" kata karyawan yang tidak menyukai amara namanya sherli, Amara hanya diam dan melewatinya
"Songsong banget lo ya..anak baru ae belagu,,"tapj Amara tetap diam
"sial gue dicuekin, kog dia nggak marah sih" batin karyawan itu.
"gimana kalo kita kerjain dia?"kata teman sherli yang bernama zia
"gimana caranya?"
"gue punya roti, kita taruh aja di sela sela ditumpukan oilnya, terus kita aduin ke lider biar mampus tuh anak. anak baru ae songong,,"
"pinter Lo..udah cepet biyar gue alihin perhatiannya, cuzz.."
"Amara..angkatin gue box mie itu cepet! terus Lo susun juga tu box kosong gue." perintah sherli. mereka semua satu line dengan Amara tapi tidak satu mesin.
Amara tidak menjawab tapi dia tetap melakukan perintah sherli, sherli melirik Zia temannya yang sedang melakukan tugasnya menjebak Amara, tanda ok dari Zia artinya beres sherli pun menyuruh Amara pergi.
" udah udah balik sana Lo, gitu aja lama banget.."
" Amara..kamu itu jangan mau disuruh suruh, itu bukan tugas kamu,kamu boleh menolaknya karena kita tidak satu mesin dengan ya,," kata mbk ana karyawan satu mesin dengan Amara yang bertugas sebagai checker. Amara anak baru di line itu meski sudah 4 bulan bekerja dan melewati masa training tapi dia masih juga dianggap anak baru yang layak disuruh suruh. dalam satu noodle atau packing ada 20 line dan dalam satu line ada 3 mesin, dan 1 mesin ada 10 orang.
10 menit kemudian Lider line datang menghampiri Amara namanya mbk Susi,dia langsung memeriksa tumpukan oil disamping Amara berdiri dan menemukan 2 bungkus roti coklat.
__ADS_1
"Amara..ikut kemeja saya"
Amara menurut, dia tau apa maksud mbk Susi,dia juga tau ada yang menjebaknya.
"eh itu Amara kan kenapa dia..?"
"cari sensasi tu pasti"
"kasian Amara kenapa ya dia"
"yah..sayangku kenapa tuh"kata salah satu karyawan cowok
"Amara aku padamu,,"teriak karyawan cowok yang lainnya
dan masih banyak lagi bisik bisik karyawan yang lain, karena Amara di line 14 jadi untuk kemeja mbk Susi dia melewati banyak line.
semua karyawan melihat mbk susi menghampiri Amara, mereka tau jika mbk Susi sudah memanggil karyawan untuk kemejanya itu artinya terjadi masalah.
" kamu tau kenapa kamu saya panggil kesini?" tanya mbk Susi
"tau mbk.."
"kamu tau apa kesalahan kamu?"
"iya saya tau mbk"
"kamu juga tau kan bahwa tidak diperbolehkan membawa makanan apalagi makan didalam area packing, lalu kenapa kamu melakukanya? apa kamu sudah tidak minat bekerja disini?"
"maafkan saya mbk" Amara tidak membela diri karena dia tau itu akan percuma karena sudah ada barang bukti disana.
"saya akan kasi kamu sp 1 dan untuk hari ini kamu saya tugaskan sebagai cleaning service, tau kan apa tugasnya?"
"bagus sekarang kamu ambil surat ini kamu bawa ke pak damar, dan kerjakan tugas kamu sebagai cleaning service."
Amarapun menuju ruangan pak damar selaku karu.
"tok tok tok..."Amara mengetuk pintu
"masuk"
"maaf pak saya mau ngasi ini"
"sp 1? kamu membawa makanan diarea packing?"
"seperti yang tertulis pak,,"
"kamu tau itu tidak boleh kan, kenapa kamu masih nekat?"
Amara menunjukkan raut wajah tidak bersahabat bahkan dia terlihat marah, dia ingin marah tapi tidak tau pada siapa dia merasa lelah selalu ditindas oleh karyawan lain.
"maaf pak saya permisi."
damar memperhatikan wajah Amara, bahkan disaat wajahnya tidak bersahabat Amara tetap terlihat cantik dan menarik. sebenarnya damar tidak tega pada Amara tapi peraturan tetaplah peraturan dan damar harus profesional.
waktu menunjukan jam 21.45 Amara dan yang lainya bersiap siap untuk pulang,waktunya sif 3 atau sif malam yang bekerja.
dilorong pabrik menuju pulang..
"Amara.."panggil pak damar
__ADS_1
"iya pak,,ada apa?"
"maaf y aku harus ngasih kamu sp 1" sambil berjalan
"memang seharusnya begitu pak, saya salah"
"tapi saya tidak percaya,kalo kamu yang membawa makanan"
Amara menoleh
"kenapa bapak bisa berfikir demikian?"
"kamu anak baru Amara, kamu baru melewati masa training tidak mungkin kamu mempertaruhkan pekerjaan kamu hanya demi makanan." Amara tersenyum
"makasih pak udah percaya sama saya,tanpa saya harus menjelaskan,,"
mereka menjadi lebih akrab bertanya satu sama lain diselingi canda tawa,dan itu yang damar inginkan bisa lebih dekat dengan Amara.
"ternyata pak damar orangnya baik,tapi kenapa ketika bekerja galak banget y..itu namanya profesional Amara,,"batin amara, Amara tersenyum,
"kamu kenapa senyum senyum.."
"kamu sehat kan??"
"enak aja..bapak pikir saya gila??"
"hahaha nggak bukan gila saya pikir kamu kesurupan๐"
"ternyata pak damar bisa konyol juga y,,"
"hmmm saya mah jadi apa aja bisa Ra, coba kamu mau deket sama saya kamu pasti suka sama saya"
"maksud bapak?
"maksud saya...
drttt drttt drttt hp Amara berbunyi," bentar y pak saya angkat telfon dulu"
๐ธ"iya kak,,"
๐ง"kamu udah pulang?"
๐ธ"ini masih dijalan,,"
๐ง"saya tunggu dikost kamu!!"
๐ธ"kenapa di..kos kak" belum selesai Amara bicara tapi sudah dimatikan oleh Kevin.
"aku anterin kamu pulang y Ra?"
"nggak usah pak, saya bareng temen saya Arum udah ditungguin didepan, maaf y pak,,"
"y udah hati hati y saya duluan!"
Amara mengangguk.
sebenarnya Amara pulang sendiri, Arum sudah pulang duluan karena perutnya sakit, dia tidak mau nanti Kevin salah paham jika dia pulang bareng cowok lain.
*****hayyy dear..jangan lupa tinggalkan jejak ya, dukungan kalian sangat berharga bagi kami author supaya lebih semangat๐๐*****
__ADS_1
***mohon maaf jika masih banyak penulisan kata yang salah๐๐๐***