Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 133 : Perasaan aneh


__ADS_3

Eps sebelumnya


Mike menghubungi ajudan untuk membantunya membawa amara pergi dari sini.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Tak lama ajudan Mike datang


"Apa yang terjadi tuan?"


"Aku akan membawanya ke rumah sakit kalian urus laki-laki itu."


"Siap tuan." Laki-laki yang dimaksud adalah bos pemilik klub tersebut, tanpa Mike harus menyebut namanya ajudan tersebut sudah mengerti.


Mike menggendong Amara ala bridal style dengan langkah tergesa-gesa menuju lift, sesampainya di dalam lift Mike tidak mau melepaskan Amara.


"Turunkan aku." Ucap Amaraย  lemah, wajahnya mulai terlihat pucat


"Tidak akan."


"Kamu jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan, dasar laki-laki hidung belang, aku tau kamu cuma modus." Mike tidak menghiraukan celotehan Amara kepadanya.ย 


"Diamlah nanti darahmu semakin banyak."


Mike seakan tidak rela melepaskan Amara dari gendongannya bahkan Mike tidak merasa lelah atau pun keberatan.


Pintu lift terbuka dengan kaki jenjangnya Mike melanjutkan perjalanannya sampai di lantai bawah tempat orang bersenang-senang dengan suara musik yang keras, aksi Mike menggendong Amara menyita perhatian pengunjung apalagi dengan keadaan tangan Amara yang berda*ah, jas yang Mike gunakan untuk menutupi tangan Amara juga sudah basah oleh da*rah amara.


Melihat Mike menggendong Amara bos klub itu menghampiri Mike bersama ajudan bos tersebut.


"Maaf tuan mau dibawa kemana dia?" Tanyanya dengan nada tidak suka.


"Kamu tidak melihat dia terluka aku akan membawanya ke rumah sakit."


"Tidak perlu tuan biarkan kami yang mengurusnya, ajudan!" Bos tersebut memerintahkan ajudannya untuk mengambil Amara dari gendongan mike.


Amara menggeleng menatap Mike yang juga menatapnya matanya berkaca-kaca mengisyaratkan agar Mike tidak melepaskannya


"Tidak bisa! Aku yang telah membuatnya terluka, biarkan aku membawanya."


"Anda tidak berhak membawanya tuan, saya tidak mengizinkan."


"Aku tidak perlu izin darimu untuk membawanya pergi."


Tiba-tiba.. beberapa laki-laki berbadan kekar dengan pakaian serba hitam datang.


Mereka berjumlah sangat banyak lebih dari sepuluh orang.


"Silahkan tuan muda." Ucap salah satu dari mereka kepada Mike, tanpa ba bi Bu Mike pun membawa Amara pergi, bos dan ajudan nya berusaha mencegah Mike tetapi ajudan Mike yang lebih banyak menghalangi mereka. Mike pergi dengan ditemani dua ajudan yang baru datang tadi sedangkan yang lain mengurus bos klub tersebut. Dua ajudan Mike sebelumnya juga masih berada di dalam klub. Mereka semua membawa bos klub dan ajudan nya ke lantai atas entah apa yang akan mereka lakukan.


_


_


Di dalam mobil wajah Amara semakin pucat tiba-tiba Amara tidak sadarkan diri, Mike semakin panik melihat Amara tidak sadarkan diri.


"Sayang bangun..sayang.." tanpa sengaja Mike memanggil Amara sayang, Mike menepuk-nepuk pelan pipi Amara untuk membuatnya bangun.


"Lebih cepat lagi!" Ucap Mike kepada ajudan nya yang mengemudi.


"Siap tuan."ย 

__ADS_1


Mike mendekap tubuh Amara di dadanya, tangan kanannya mengelus pipi Amara.


"Maafkan aku..aku tidak bermaksud melukaimu." Ucap Mike sangat lembut, Mike bahkan tidak pernah meminta maaf kepada seseorang apalagi perempuan kecuali kepada kakaknya.


"Apa kalian tidak bisa lebih cepat, jika terjadi sesuatu dengannya kalian akan tau akibatnya."


"I..iya tuan." Padahal ajudan tersebut melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi tapi rasa panik Mike membuat mobilnya terasa sangat lambat.


ย Mobil mike sampai di depan rumah sakit xxx, ajudan Mike membukakan pintu untuk Mike.


"Biar saya bantu tuan." Ajudan tersebut mencoba untuk membantu Mike agar tidak kelelahan.


" Jangan coba-coba menyentuhnya." Tegas Mike dengan tatapan tajam


"Maaf tuan.


_


_


Amara telah di tangani oleh dokter dan kini sedang di periksa, Mike dan dua ajudanya menunggu di ruang tunggu.


Mike mondar-mandir menunggu Amara.


"Semoga dia baik-baik saja." Batin Mike


"Ceklek" pintu terbuka, dokter yang memeriksa Amara keluar dengan cepat Mike menghampiri dokter tersebut.


"Bagaimana keadaannya dok?"


"Apa anda keluarganya?"


"I..iya dia tunangan saya."


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Ibu Jumiati merasa gelisah menunggu Amara yang tak pulang juga padahal sudah pukul 23.30


"Kenapa Amara belum pulang juga, kemana dia." Ibu Jumiati tidak bisa tidur beliau terus menatap pintu kamar yang tak kunjung terbuka


"Oalah nduk..kamu kemana to, semoga kamu baik-baik saja."


Beruntung jesen tidur dengan nyenyak jadi ibu Jumiati tidak begitu khawatir dengan jesen.


Ibu Jumiati mencoba menghubungi Amara namun tidak ada jawaban ibu Jumiati mengulanginya kembali hingga tiga kali tapi tetap tidak ada jawaban.


"Kenapa tidak diangkat, apa dia sedang bekerja."


Kemudian Ibu Jumiati keluar kamar melihat keadaan di luar melalui jendela ternyata sedang hujan.


"Ya Allah hujan..lindungi anakku ya Allah." Ibu Jumiati semakin gelisah.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


Di rumah sakit


Mike duduk di samping ranjang Amara menggenggam tangan Amara.


"Perasaan apa yang aku rasakan kenapa rasanya aku tidak rela meninggalkannya, jantungku kenapa setiap berdekatan dengannya jantungku berdetak lebih cepat bahkan aku merasa gugup.


Aku belum merasakan ini sebelumnya perasaan apa ini." Gumam Mike dalam hati.

__ADS_1


Jari-jari tangan Amara mulai bergerak dalam genggaman Mike, Mike segera melepaskan tangannya.


Perlahan Amara membuka mata, setelah matanya terbuka sempurna Amara terkejut melihat Mike di sampingnya.


"Kamu wa sadar?" Tanya Mike, Amara teringat apa yang telah terjadi padanya.


"Kenapa kamu membawaku kesini?"


"Karena aku tidak ingin terjadi sesuatu denganmu."


"Kenapa?"


"Karena nanti pasti aku yang disalahkan."


"Dasar pencitraan."


"Apa kamu bilang?.."


"Ponselku..dimana ponselku?"


"Ponsel, ponsel apa aku tidak melihat ponselmu sejak tadi."


"Astaga pasti tertinggal di sana." Mata Amara menatap selang infus yang ada tangannya kemudian Amara menarik jarum yang menusuk di tangannya.


"AW.." ringis Amara


"Apa yang kamu lakukan?" Teriak Mike


"Aku harus pergi dari sini, ibuku pasti khawatir


"Kamu tidak boleh pergi, kamu masih belum pulih."


"Aku harus pergi dari sini ibu dan anakku pasti sedang menungguku."


"Apa? Anak? Kamu sudah punya anak?"


"Iya aku sudah mempunyai seorang anak, sekarang biarkan aku pergi.


Mike terdiam ia sangat terkejut mendengar Amara sudah mempunyai seorang anak, ada rasa ngilu dalam hatinya. Sedetik kemudian Mike tersadar tetapi Amara sudah tidak ada disana.


"Kemana dia.." Mike segera mencari keberadaan Amara


"Dimana dia?" Tanya Mike kepada dua ajudannya yang berjaga-jaga di luar


"Maksud anda nona?"


"Tentu saja siapa lagi."


"Nona keluar tuan."


"Sial." Mike berlari disusul dua ajudannya di belakang.


Sesampainya di luar Mike tidak melihat Amara disana tetapi hujan sangat deras, mata Mike terus berkeliling mencari keberadaan Amara dan berhasil Amara bersandar pada dinding di pelataran rumah sakit. Mike berjalan menghampiri Amara.


"Ayo masuk, disini hujan."


"Aku mau pulang."


"Silahkan jika kamu mau tertangkap oleh pemilik klub itu lagi, aku tidak peduli." Kemudian Mike sendak pergi


"Tolong bantu aku." Pinta Amara

__ADS_1


"Masuklah besok aku antar kamu pulang." Ucap Mike tanpa menoleh kebelakang.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒนBersambung๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


__ADS_2