Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 160 : Usaha meluluhkan hati kakek luwis


__ADS_3

Amara mondar-mandir di dalam kamar sambil mengetuk-ngetuk keningnya dengan handphone.


"Diam to nduk..ibu pusing melihat kamu mondar-mandir."


"Iya ma jesen juga."


"Jesen pusing ya, sama.. mama juga "


"Makanya mama diam biar nggak pusing lagi."


"Gitu ya, bukanya kalau pusing itu minum obat??"


"Tapi mama tidak panas belalti duduk aja."


Amara sengaja menggoda anaknya yang sangat pintar itu.


"Pinter…anak mama memang hebat. Jesen main lagi gih sana."


"Tapi jesen bosan ma main di Kamal, jesen mau main di lual sama Tante Eny."


"Tapi Tante Eny lagi sibuk sayang."


"Mama tau Dali mana, kan belum dipanggil, panggil dulu ma."


Amara menarik nafas dalam percuma anaknya tidak akan bisa dibohongi.


"Jesen main sama nenek aja ya." bujuk ibu jumiati


"Nggak mau jesen maunya sama Tante Eny."


"Gimana nduk??"


"Ya udah ayo kita cari Tante Eny di bawah."


Amara pun membawa jesen mencari Eny di paviliun.


"Sari.." panggil Amara lembut


"Iya nona, ada yang bisa sari bantu?"


"Kamu melihat Eny?"


"Eny ada di dapur nona, tuan besar minta di buatkan kue lapis."


"Kue lapis, ini kesempatanku untuk merebut hati kakek luwis, kalau aku bisa menyenangkannya mungkin kakek bisa sedikit luluh." Batin Amara


"Oh ya, soalnya aku langsung kesini jadi aku tidak tahu kalau Eny ada di dapur."


"Tidak apa nona, apa perlu sari panggilkan."


"Tidak sari terimakasih, kamu lanjutkan saja pekerjaanmu maaf ya mengganggu."


"Tidak apa-apa nona.."


"Nona Amara memang sangat baik tidak heran jika tuan muda ingin menjadikannya istri." Gumam sari dengan senyum yang merekah menatap Amara yang sudah berlalu.


_


_


"Eny.."panggil Amara begitu sampai di dapur.


"Iya nona, ada yang bisa Eny bantu."


"Maaf ya Eny aku mengganggu tapi jesen dari tadi mencari kamu pengen main sama kamu katanya."


"Begitu ya nona, maaf nona bukanya saya tidak mau tapi tuan besar minta dibuatkan kue lapis kesukaan tuan besar."


"Kamu tenang saja biar aku yang membuatnya."


"Nona bisa membuat kue."


"Bisa Tante kue buatan mama sangat enak."

__ADS_1


"Oh ya wah..mama hebat ya jesen."


"Iya kan mamanya jesen."


"Kakek minta dibuatkan kue lapis apa, lapis Surabaya, lapis legit, atau lapis tepung beras??"


"Tepung beras nona itu kesukaan tuan besar."


"Baiklah apa bahan-bahannya sudah ada?"


"Sudah nona."


"Ya udah kamu ajak main jesen ya biar aku yang lanjutin."


"Siap nona!!"


"Yuk jesen kita main."


"Ayo Tante."


Amara mulai mengerjakan step by step membuat adonan kue. dengan sangat cekatan Amara mulai membuat kue tersebut.


_


_


Di tempat lain Gery juga mulai menyiapkan semua berkas-berkas yang diperlukan Mike maupun Amara untuk menikah besok.


Tiba-tiba kekasih Gery menghubunginya.


"Ya sayang.." jawab Gery


"(...)"


"Nggak bisa sayang aku lagi ribet banget nih."


"(...)"


"(...)"


"Iya kok kamu tau?"


"(...)"


"Hehe iya juga sih, biasalah sayang namanya juga sultan."


Dan panggilan pun berakhir. Tadinya kekasih Gery ingin mengajak Gery untuk menemani nya makan siang tapi karena Gery sedang sibuk jadi tidak bisa menemani pacarnya makan siang.


"Nggak apa-apa ya sayang kali ini aku nggak bisa menemani kamu, ayangmu ini sedang berjuang mencari sebongkah berlian untuk masa depan hehe." Gumam gery cekikikan.


Kemudian Gery menghubungi Dion dan memberitahu bahwa Mike akan menikah dengan kekasihnya, Dion sempat tidak percaya Dion pikir Mike akan menikah dengan Cassandra tapi mendengar nama Amara yang Gery sebut membuat Dion terkejut bukan hanya terkejut tapi juga terpukul seketika Dion menjatuhkan ponselnya, hingga Gery memanggilnya berulang-ulang tetap tidak ada sahutan akhirnya Gery pun mengakhiri panggilannya.


Setelah lebih tenang Dion lantas pergi ke rumah Mike untuk menemui Mike dan Amara untuk memastikan apakah benar mereka akan menikah.


_


_


Begitu sampai di mansion Mike, Dion mengetuk pintu dengan tidak sabaran, rasanya Dion ingin cepat-cepat menemui Amara. Tak lama pintu pun terbuka dan sangat tepat yang membuka pintu adalah Amara sendiri.


"Dion.." ucap Amara dengan senyum yang merekah


"Aku boleh masuk?"


"Boleh dong, ayo masuk." Amara membiarkan pintu itu terbuka.


"Silahkan duduk Dion, aku buatkan minum untukmu."


"Tidak perlu aku hanya sebentar."


"Oh begitu, tapi Mike tidak ada di rumah, aku kira dia pergi ke kantor."


"Aku tidak mencari Mike tapi mencarimu."

__ADS_1


"Aku..ada apa?" Kemudian Amara duduk di depan Dion


"Apa benar kamu dan Mike akan menikah besok?"


"Dion sudah tau, apa Mike yang memberitahunya." Batin Amara


"Iya Dion aku dan Mike akan menikah besok."


"Apa yang sebenarnya terjadi Amara kenapa kamu tiba-tiba menikah dengan Mike, apa Mike memaksamu atau mengancammu??"


"Tidak Dion aku sama sekali tidak terpaksa menikah dengan Mike, kami..kami saling mencintai."


"Kamu bohong Amara, bagaimana mungkin kalian saling mencintai hanya dalam beberapa hari dan akan menikah."


"Tapi itu kenyataanya Dion, dan perlu kamu tahu aku dan Mike sudah saling mengenal jauh sebelum aku mengenalmu."


"Jadi kamu mencintainya??"


"Iya."


"Baik..jika kalian saling mencintai. Aku hanya tidak ingin kamu menjalaninya karena terpaksa aku tidak mau kamu terluka."


"Makasih ya Dion kamu memang sangat baik. Aku harap kita tetap bisa berteman meski aku sudah menikah nanti."


Dion tidak mengiyakan permintaan Amara, karena Dion tahu betul siapa Mike, dia paling tidak suka jika salah satu sahabatnya berteman dengan wanitanya apalagi istrinya.


Setelah semuanya jelas Dion pun pamit dan kembali ke kantor.


Kue lapis yang Amara buat juga sudah selesai. Amara pun menyusunnya di piring, Amara juga menyiapkan untuk Mike lalu menyimpannya.


Setelah selesai Amara menemui Eny dan jesen kemudian menyuruh Eny untuk mengantarkan kue itu kepada kakek luwis.


"Jesen udahan ya mainnya jesen harus bobok siang, Tante Eny juga harus istirahat sayang."


"Iya ma." jesen menurut kemudian menghampiri Amara.


"Eny kuenya sudah jadi sudah aku siapkan juga di piring tolong kamu antarkan kepada kakek ya."


"Siap nona."


Amara tau jika Amara sendiri yang mengantarkannya kakek Luwis pasti tidak mau memakannya.


_


_


Eny mengantarkan kue tersebut untuk kakek Luwis.


"Tok tok..permisi tuan saya Eny mau mengantar kue."


"Masuklah Eny pintu tidak di kunci."


Eny pun masuk membawa nampan berisi kue yang tertata cantik diatas piring saji.


Kemudian menaruhnya di atas meja.


"Wah.. tampilannya menarik, saya coba ya Eny."


"Silahkan tuan besar." Eny berdiri agak jauh dari kakek Luwis


"Hem..ternyata bukan hanya tampilan saja yang menarik tapi rasanya juga sangat enak. Sekarang kamu sudah pandai membuat kue Eny, kalau kamu mau saya bisa membuatkan toko kue untukmu, ini benar-benar enak Eny saya tidak pernah memakan kue seenak ini."


"Benarkah tuan, tapi mohon maaf tuan bukan saya yang membuat kue itu tapi nona Amara."


" Uhuk..uhuk..." Seketika kakek luwis tersedak oleh kue yang ia makan.


Eny segera memberikan minum untuk kakek.


"Jadi kue ini buatan perempuan itu, pantas saja rasanya tidak enak. bawa kembali kue itu aku jadi tidak berselera."


"Iya tuan, siap."


🌹🌹🌹Bersambung🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2