Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 188 : Rencana mike


__ADS_3

" Selamat pagi pak Mike." Ucap Dion sambil berdiri melihat Mike datang


"Pagi Dion. Bagaimana kamu sudah mendapatkan data-data yang lengkap tentang Ray."


"Sudah pak."


"Kerja bagus Dion, apa jadwalku hari ini?"


"Tidak begitu padat pak, hanya ada meeting penting bersama dua client hari ini, jam 09.00 dan 11.00 selebihnya pekerjaan kantor biasa pak."


"Baiklah kita berangkat sekarang."


"Siap pak."


_


_


Di dalam mobil Mike membaca data-data yang diberikan Dion mengenai rayen dirgantara beserta seluruh keluarganya.


"Dion."


"Siap pak."


"Aku jadi penasaran bagaimana wajah istri Ray itu, sampai-sampai Ray bisa meninggalkan Amara dan jesen hanya demi perempuan lain. Apa kamu punya fotonya?"


"Punya pak, sebentar." Lalu Dion mengotak-atik ponselnya.


"Ini pak." Dion menyerahkan ponselnya yang berisi gambar dari angel istri Ray.


"Angel Erlangga.. Erlangga sepertinya nama itu tidak asing di telingaku."


"Benar sekali pak, Erlangga adalah nama ayah dari angel. Dan perusahaan ayahnya bekerja sama dengan perusahaan kita. Perusahaan Erlangga memang perusahaan kecil pak wajar jika anda kurang mengingatnya."


"Luar biasa, ini kebetulan yang sangat luar biasa."


"Ada satu lagi pak anak pertama mereka yang seumuran dengan jesen meninggal dunia pak."


"Anak?? Laki-laki atau perempuan?"


"Perempuan pak."


"Perempuan seumuran dengan jesen apa dia.." Mike teringat dengan cerita Amara jika kembaran jesen dibawa oleh Ray sejak baru lahir yang berjenis kelamin perempuan.


"Apa dia mempunyai anak lagi?"


"Tidak pak, Ray hanya memiliki satu anak."


"Tidak..tidak Dion, bagaimana jika Amara mendengar semua ini. Apa yang harus aku lakukan Dion?"


"Memangnya kenapa pak."


Lalu Mike menceritakan jika jesen itu sebenarnya anak kembar dan kembarannya dibawa oleh Ray.


"Jadi jesen mempunyai saudara kembar?"

__ADS_1


"Iya, dan kembarannya juga perempuan.. yang dibawa kabur oleh Ray sejak lahir. Bertahun-tahun Amara mencari keberadaan Ray dan anaknya. Kalau Ray tidak mempunyai anak lagi itu artinya yang meninggal adalah putri Amara yang ia cari selama ini. Jika benar ini bisa membuat Amara terpukul Dion aku tidak mau terjadi sesuatu dengan istriku."


"Lalu apa yang harus kita lakukan pak?"


"Cepat atau lambat Amara pasti akan tau, dia tidak mungkin tinggal diam setelah mengetahui keberadaan Ray. Yang bisa aku lakukan hanyalah menjaga dan memberinya semangat. Karena bagaimanapun juga Amara berhak tau dimana anaknya meski itu menyakitkan. Kita tidak perlu memberitahunya biarkan dia tau dengan sendirinya."


"Benar sekali pak."


"Aku ingin Ray merasakan bagaimana rasanya kehilangan istri sekaligus anak, dia harus merasakan apa yang Amara rasakan."


"Maksud kamu apa Mike, kamu akan membunu*nya??" Mike menatap tajam Dion, bukan karena ucapannya tetapi karena panggilannya, bukan apa-apa tapi menurut Mike ini adalah jam kerja.


"Maaf pak." Dion lantas meminta maaf atas kelancangan nya.


"Aku tidak akan membunu*nya itu sama saja aku menghancurkan hidupku dan keluargaku sendiri. Tapi aku punya rencana yang jauh lebih menarik daripada itu dan lebih menyakitkan untuk Ray ataupun angel."


"Maksudnya??" Mike tersenyum miring penuh rencana


"Jangan bilang anda akan.." 


"Tepat sekali Dion, aku akan mendekati angel membuatnya jatuh cinta denganku hingga angel meninggalkan Ray. Dan jika itu terjadi aku akan membuangnya seperti sampah. Sekali tepuk dua nyamuk pun mati."


"Anda jangan nekat pak, jika Amara sampai tahu anda akan mendapat masalah besar. Amara akan berpikir anda menghianatinya seperti yang telah Ray lakukan apalagi dengan perempuan yang sama."


"Maka kamu yang harus membantuku untuk meyakinkan amara agar dia percaya padaku."


"Hadeh sudah bisa ditebak sih giliran yang susah pasti diserahkan padaku." Batin Dion.


"Lebih cepat lagi, dari tadi nggak sampai-sampai mau sampai kantor jam berapa kamu."


"Siap pak."


_


_


Di dalam kamar mewah dua gadis cantik sedang bersatu. Ralat bukan dua gadis tapi satu gadis dan satu perempuan. Amara kan bukan gadis lagi udah emak-emak. asal bukan emak-emak rempong aja hehe🤭🤣


"Gimana keadaan kamu Ra?" Tanya arum yang mengunjungi amara


"Aku baik Arum, kamu jangan khawatir. Kamu nggak kerja?"


"Aku nggak boleh kerja lagi sama gerry. Katanya aku harus belajar menjadi ibu rumah tangga yang baik. Ngeselin banget nggak sih."


"Kok ngeselin sih. Itu tandanya gerry sayang banget sama kamu dia nggak mau kamu capek kerja Arum."


"Apaan sayang, kalau sayang itu cepet dilamar terus dihalalkan, ini malah disuruh berhenti kerja dapat uang dari mana coba."


"Heh,,jangan neting dulu dong, mungkin dia punya surprise yang luar biasa untuk kamu."


"Menurut kamu Gitu??"


"Iyalah."


"Iya deh iya..btw gimana kelanjutannya Ray, gagal dong kamu dapat informasi."

__ADS_1


"Kalau soal Ray aku nggak akan menyerah, aku akan tetap berjuang agar aku bisa bertemu anakku."


"Dan aku siap membantu kapanpun kamu butuh bantuan."


"Bosen nih dirumah jalan-jalan yuk.."


"Jalan kemana kamu kan lagi sakit. Nanti pak Mike marah loh."


"Nggak apa-apa, lagian aku nggak sakit ini lebay banget. Mike nggak akan marah kalau aku minta izin. Bentar aku telpon dulu." Lalu Amara melakukan panggilan video call dengan Mike.


"Iya sayang ada apa, kamu butuh sesuatu?" tanya Mike dengan tatapan penuh cinta.


"Sayang boleh nggak aku pergi jalan-jalan sebentar aku bosan dirumah, aku pengen cari udara segar."


"Sayang kamu kan lagi sakit, tapi baiklah kalau kamu pengen jalan-jalan aku pulang sekarang."


"Jangan! Nggak usah sayang aku perginya Sama Arum. Nih lihat Arum udah disini." Lalu Amara mengarahkan kameranya kepada Arum.


"Se..selamat pagi pak Mike." Sapa Arum. tatapan Mike tiba-tiba berubah menjadi tajam.


"Arum kalian mau pergi kemana?" tanyanya dengan suara tegas.


"Be..belum tau pak."


"Belum tahu, tapi sudah berani mengajak jalan-jalan."


"Mike! kok gitu sih nanya nya. lihat nih anak orang sampai ketakutan. lagian bukan Arum yang ngajak tapi aku, aku bosan. Kok malah marah sama arum sih kalau nggak boleh ya udah nggak apa-apa jangan marah-marah dong."


"Iya..ya. sayang maaf ya. Yaudah kamu boleh pergi tapi hati-hati ya. Kalau ada apa-apa cepat hubungi aku."


"Bener boleh, nggak marah lagi nih??"


"iya sayang.."


"Gitu doang makasih ya sayang.."


"Hati-hati berangkatnya jangan ngebut."


"Siap suamiku, i love you."


"I love you to sayang. Ingat ya selalu memberi kabar."


"Hmmmmmm."


"Belanja lah sesukamu, terserah mau beli apa saja dan untuk siapapun. kamu juga boleh membelikan untuk Arum."


"Beneran sayang??"


"Iya sayang terserah kamu."


"Ya udah aku siap-siap dulu ya.."


"Iya."


"Daa…sayang."

__ADS_1


"Bereskan, apa aku bilang kalau aku izin nggak akan marah dia."


🌹🌹🌹Bersambung🌹🌹🌹


__ADS_2