Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 192 : lebih tenang, Rasa yang berbeda


__ADS_3

Sesampainya di mansion Amara turun lebih dulu dari mobil dan meninggalkan Mike dan Dion begitu saja tanpa mengucapkan apapun.


"Amara pasti sangat terpukul." Ucap Dion menatap kepergian Amara


"Pasti, untuk beberapa hari ke depan aku akan merepotkan mu, aku akan menemani Amara di rumah aku ingin menghabiskan waktu untuk menghiburnya. Untuk itu tugas kantor aku serahkan padamu 


"Baiklah aku mengerti, kamu fokuslah pada Amara jangan khawatir urusan kantor."


"Kamu memang bisa diandalkan Dion. Kalau begitu kamu bawa mobilnya, istirahat lah."


"Oke." Ya Mike dan Dion memang sahabat baik bahkan lebih dari sekedar sahabat keluarga besar Mike sudah menganggap Dion keluarga mereka juga.


Setelah Dion pergi mike pun menyusul Amara di kamar. namun tidak ada Amara disana di kamar mandi pun tidak ada.


"Dimana Amara, apa dikamar jesen." Gumam Mike lalu pergi ke kamar jesen.


Ternyata di kamar jesen pun sama, tidak ada Amara disana hanya ada jesen yang sedang tidur pulas.


Mike menghampiri jesen lalu mencium keningnya sebentar lalu Mike kembali mencari Amara.


Mike kembali turun ke bawah sambil terus memanggil Amara.


"Sayang..Amara kamu dimana, sayang.." teriak Mike


"Maaf tuan muda nona Amara ada di kamar ibu Jumiati." Jelas sari


"Terimakasih sari."


"Sama-sama tuan muda." Mike pun bergegas ke kamar ibu Jumiati. Langkah Mike terhenti saat melihat istrinya duduk bersimpuh kepalanya ia letakkan dipangkuan ibu Jumiati sambil menangis tersedu-sedu sementara ibu Jumiati duduk sambil tangannya mengelus puncak kepala Amara sambil menangis juga.


"Sabar nduk..ini ujian kamu pasti bisa melewati ini semua. Kamu sudah melangkah sejauh ini kamu pasti bisa nduk."


"Kenapa Bu, kenapa ini semua harus terjadi padaku apa salahku Bu. Aku tidak pernah jahat pada siapapun tapi kenapa aku selalu disakiti, aku lelah Bu."


"Jangan bicara seperti itu nduk..ingat jesen dan bayi yang kamu kandung yang terjadi biarlah terjadi ikhlaskan kepergian Laura Allah punya rencana yang jauh lebih indah dari ini. Allah lebih menyayangi Laura biarkan dia kembali nduk."


"Iya Bu Amara tahu, tapi yang membuat Amara sakit Amara baru Menggendongnya sebentar Bu bahkan Amara belum puas memandang wajahnya kini kita berpisah untuk selamanya."


"Ibu pun sama nduk tapi sesedih apapun kita tidak akan bisa mengembalikan keadaan. yang harus kita lakukan sekarang berdua untuk Laura dan fokus menjalani masa depan. Kalau kamu seperti ini ibu jadi ikut sedih. Hanya kamu dan jesen kekuatan ibu selama ini. Berjanjilah nduk jangan bersedih lagi jangan biarkan orang-orang yang menyakitimu bersorak diluar sana." Amara mengangguk dalam pangkuan ibu Jumiati.


"Sayang…" panggil Mike lembut. Amara lalu mengangkat kepalanya 


"Mike.." lirih Amara. Mike berlutut menyamakan tingginya dengan Amara lalu memeluk Amara erat.


"Aku sangat mencintaimu sayang jangan bersedih lagi aku sakit melihatmu seperti ini. Aku tidak bisa melihatmu menangis tangisanmu adalah kelemahan ku. Tolong jangan menangis lagi."


Amara tersenyum dalam pelukan Mike dan mengangguk cepat.

__ADS_1


_


_


Siang berganti malam Amara sudah lebih tenang kini Amara sedang bermain bersama jesen di kamar jesen.


Sedangkan Mike berada di ruang kerja.


Setelah puas bermain akhirnya jesen pun tertidur lalu Amara menyelimuti jesen dan mencium keningnya sebelum pergi, tak lupa Amara juga mematikan lampu dan menggantinya dengan lampu tidur setelah itu barulah Amara keluar.


"Nona..selamat malam." Sapa Eny ketika hendak ke kamar jesen.


"Malam Eny, jesen baru saja tidur."


"Iya nona terimakasih kalau begitu saya masuk dulu."


"Iya, selamat beristirahat Eny."


"Selamat beristirahat juga nona."


Amara lantas masuk ke dalam kamar yang masih terlihat sepi.


"Mike masih belum kembali, aku buatin kopi dan cemilan aja deh." Gumam Amara lalu bergegas ke dapur.


Amara membawakan kopi dan kue untuk menemani Mike bekerja.


"Lakukan sesuai yang aku perintahkan tapi ingat disini kita harus bermain rapi jangan sampai ada yang tau aku ingin melihat kehancurannya."


Dahi Amara berkerut.


"Siapa yang Mike maksud bicara dengan siapa dia." Lirih Amara


Ceklekk


Amara membuka pintu


"Sayang.." panggil Amara


"Nanti aku telpon lagi." Ucap Mike pada seseorang yang ia hubungi


"Sayang kenapa belum tidur." Mike menghampiri Amara


"Kamu sedang sibuk?"


"Nggak kok, kenapa belum tidur sayang?"


"Aku nunggu kamu lagipula aku juga belum mengantuk. Ini aku buatin kopi."

__ADS_1


"Makasih ya sayang."


"Aku boleh disini aja nggak nemenin kamu."


"Tentu saja boleh."


"Kalau gitu aku tunggu di sana." Sambil menunjuk sofa panjang.


"Baiklah kalau sudah mengantuk bilang ya.."


Amara mengangguk.


Amara memperhatikan wajah Mike yang sangat serius.


"Kenapa Mike terlihat lebih tampan ya kalau sedang serius gitu, astaga kok aku baru sadar ya kalau Mike memang sangat tampan. Ya ampun apa yang aku lihat selama ini kenapa aku tidak sadar suamiku setampan itu jauh lebih tampan dari Kevin dan Ray. Mereka tidak ada apa-apanya. Ya ampun aku seperti ABG yang sedang jatuh cinta." Batin amara mengagumi Mike.


"Hayo..lagi mikir apa senyum-senyum gitu??" Goda Mike yang sudah berada di depan Amara


"Apaan sih siapa yang senyum-senyum nggak kok."


"Halah nggak mau ngaku jelas-jelas kamu senyum-senyum sendiri."


"Ih ngaco, sudah selesai?"


"Belum! Kamu membuatku tidak fokus."


"Hah, kok bisa aku kan nggak bersuara aku juga anteng-anteng aja kenapa kamu tidak fokus??"


"Karena wajah cantikmu aku jadi tidak bisa berpikir jernih."


"Maksudnya??" Mike langsung mencium b*b*r Amara, Amara pun membalas ciuman Mike hingga ciuman itu berubah menjadi lum*tan. Mike menarik Amara agar berdiri dan berganti Mike yang duduk lalu menarik Amara dalam pangku*nnya masih dengan b*b*r mereka yang menempel. Setelah Amara berada dalam pangkuannya tangan Mike mengel*s pungg*ng Amara dan merapatkan tubuhnya.


C**man Mike turun di leher jenjang Amara dan meninggalkan jejak disana.


"Ahh.." leng*h Amara kala tangan Mike berada di atas d*d*nya dengan sedikit merem*snya.


"Sayang aku pengen." Ucap Mike dengan mata sayu menahan hasratnya yang menggebu."


"Jangan disini." Jawab amara sambil kedua tangannya berada di leher Mike.


Mike tersenyum lalu menggendong amara ke kamarnya.


Begitu sampai di kamar Mike merebahkan tubuh Amara di atas ranjang dan Mike segera menanggalkan seluruh pakaiannya juga pakaian Amara dan terjadilah pergulatan panas di antara keduanya.


Suara heningnya malam berganti dengan suara des*han dari mereka berdua. Dinginnya AC tak mampu menghentikan keringat yang keluar dari keduanya. Hingga keduanya mencapai pelepasan tapi Mike seakan tidak ada lelahnya Mike mengulang kembali hingga beberapa ronde membuat Amara terkapar tidak berdaya tapi Mike melakukannya dengan sangat lembut agar tidak menyakiti Mike junior."


🌹🌹🌹Bersambung🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2