
Ray memegang kepalanya dengan kedua tangannya tubuhnya seketika terasa lemas Ray terduduk dengan mata berkaca-kaca.
Andi asisten pribadi Ray mendekati Ray lalu berkata..
"Anda tidak apa-apa pak?"
Ray tidak menjawab.
"Ayo bangun pak." Andi membantu Ray untuk berdiri lalu membukakan pintu mobil agar Ray segera masuk ke dalam mobil.
_
_
Arum mengejar Mike dan Amara menggunakan mobil Amara. Lalu Arum menghubungi Gerry pacar sekaligus sahabat Mike.
"Iya sayang ada apa?" Jawab Gerry begitu panggilan terhubung."
"Kak tolong aku, aku takut." Ucap Arum panik
"Sayang kamu kenapa, tenang dulu ya coba ceritakan pelan-pelan ada apa?"
"Amara..Amara pingsan. Aku takut."
"Pingsan?? Kok bisa?"
"Ceritanya panjang kak, sekarang Amara sedang dibawa ke rumah sakit bersama Mike, ini aku sedang mengikuti mereka."
"Kamu lagi dijalan?"
"Iya.."
"Yaudah aku kesana sekarang kamu share Lok ya."
"Oke.."
"Kamu hati-hati.." panggilan berakhir. Mobil Mike berhenti di sebuah rumah sakit xxx.
Arum kemudian men share Lok kepada Gerry.
_
_
Mobil Mike memasuki pelataran rumah sakit xxx. Dengan cepat Dion membukakan pintu untuk Mike. Lalu Mike menggendong tubuh Amara dengan tergesa-gesa masuk ke dalam rumah sakit.
Dion berteriak memanggil dokter. Dengan cepat petugas rumah sakit datang dengan mendorong brankar. Dengan Pelang Mike membaringkan tubuh Amara di atas brankar. Lalu dengan cepat mereka mendorong brankar menuju UGD.
Lalu seorang dokter perempuan segera memeriksa Amara sedangkan Mike dan Dion menunggu di depan ruang UGD.
Mike mondar-mandir gelisah.
"Duduklah Mike, aku yakin Amara pasti akan baik-baik saja."
"Ya..kalau sampai terjadi sesuatu dengan istriku akan aku buat dia menyesal seumur hidupnya."
Arum datang dengan tergopoh-gopoh dengan wajah yang cemas.
"Pak Mike..pak Dion..dimana keadaan Amara?"tanya arum cemas.
"Amara masih diperiksa oleh dokter." Jawab Dion. Tak lama kemudian dokter keluar.
__ADS_1
"Dimana keadaan istri saya dok?"
Dokter perempuan yang bernama gina itu tersenyum lalu mengulurkan tangannya kepada Mike.
"Selamat ya pak istri anda tengah hamil tiga Minggu." Ucap dokter gina.
"Apa?? Hamil, maksud dokter istri saya hamil, dia sedang mengandung anak saya dok??" Seketika Mike menjadi bodoh
"Iya pak selamat ya…" mata Mike berkaca-kaca dengan semangat Mike menyalami dokter gina.
"Terimakasih dok, terimakasih.. apa saya boleh masuk?"
"Begini pak karena keadaan nona…"
"Amara dok."
"Iya karena keadaan nona Amara sangat lemah jadi nona harus dirawat dulu sampai keadaannya benar-benar sehat."
"Tentu dok lakukan yang terbaik untuk istri saya."
"Baiklah pak silahkan diisi formulir pendaftarannya agar kami dapat langsung memindahkan pasien."
"Dion!!" Panggil Mike
"Siap pak." Tanpa Mike harus menjelaskan Dion sudah mengerti maksud Mike.
_
_
Amara sudah dipindahkan di ruang rawat inap dengan fasilitas VIP.
Mike duduk disamping Amara sambil menggenggam satu tangan Amara yang masih belum sadarkan diri.
Dion dan Arum duduk di sebuah kursi yang ada di dalam ruangan menatap Mike dan Amara dari jauh.
"Arum apa kamu ada disana saat kejadian?"
Arum mengangguk pelan.
"Apa yang sebenarnya terjadi, apa kalian mengenal pak Ray?" Arum mengangguk lagi.
"Jika kalian mengenal..tunggu apa kalian sengaja ingin menemui dia?" Lagi-lagi Arum mengangguk.
"Arum tolong ceritakan ada hubungan apa kalian bertiga."
"Maaf pak Dion untuk masalah itu saya tidak bisa memberitahu tanpa seizin Amara. Saya yakin Amara pasti akan memberitahu anda siapa pak Ray sebenarnya.
"Baiklah aku mengerti."
Jari-jari tangan Amara mulai bergerak perlahan Amara membuka matanya.
"Sayang kamu sudah bangun?" Mike berdiri merunduk di depan wajah amara.
Amara melihat Mike lalu melihat sekeliling.
"Aku dimana?"
"Kamu dirumah sakit sayang. Tadi kamu tidak sadarkan diri." Lalu Amara teringat tentang kejadian tadi.
"Kenapa jadi begini, kenapa aku harus pingsan segala sih, kalau Mike tanya yang nggak-nggak aku harus jawab apa, bagaimana jika Mike marah." Batin amara cemas
__ADS_1
"Amara kamu sudah sadar."
"Arum.." Amara merentangkan tangannya lalu Arum memeluk Amara.
Amara menyalurkan rasa takutnya kepada Arum.
"Sudah-sudah.." Mike menarik tubuh Arum pelan.
"Arum..Dion..bisakah kalian tinggalkan kami berdua."
Dion mengangguk lalu pergi, sedangkan Arum masih enggan untuk pergi.
"Arum.." panggil Dion
Sebenarnya Arum berat untuk meninggalkan Amara sendiri bersama Mike. Arum takut Mike akan marah dengan Amara, tapi Arum tidak bisa membantah ucapan Mike. Arum dan Dion pun keluar meninggalkan Amara dan Mike di dalam ruangan.
Seketika suasana menjadi hening. Mike diam mematung menatap Amara sedangkan Amara perasaanya campur aduk. Rasa takut dan gugup menjadi satu. Terlihat sekali wajah Amara yang gelisah.
"Sayang..kamu kenapa?" Akhirnya Mike bersuara
"Ng…nggak apa-apa kok." Jawab amara gugup
"Tapi kamu terlihat gelisah."
"Masak sih, tapi aku biasa saja." Mike meraih satu tangan Amara lalu menciumnya.
"Aku sangat bahagia sayang kamu tau kenapa?" Amara menggeleng pelan.
"Aku akan segera menjadi papa."
"Papa..maksud kamu?"
"Iya papa, kamu hamil sayang, aku akan segera menjadi seorang papa dari darah dagingku sendiri."
"Benarkah aku hamil.." mata Amara pun berkaca-kaca
"Iya sayang kamu hamil." Amara langsung memeluk Mike.
"Aku sangat bahagia sayang.." ucap Amara di sela pelukan dan tangisannya
"Apa lagi aku, jika ada yang bisa menggambarkan kebahagiaanku saat ini pasti sudah aku ungkapkan. Terimakasih sayang.."
Mike melepas pelukannya lalu mencium perut Amara yang masih rata.
"Kata dokter kandungan kamu lemah jadi aku minta setelah keluar dari sini kamu tidak boleh kemana-mana."
"Iya sayang kamu jangan khawatir aku tidak akan kemana-mana."
"Oh ya..kamu tidak bohong. Tadi pagi saja aku suruh kamu istirahat dirumah kamu malah keluyuran."
"Aku nggak keluyuran sayang, aku tidak mungkin keluar kalau tidak ada hal yang penting."
"Penting?? Siapa dia kenapa dia penting bagimu?"
"Dia siapa yang kamu maksud sayang, aku nggak tahu siapa yang kamu maksud."
"Orang yang membuatmu berada di cafe itu. Aku tidak bodoh Amara aku tahu kamu sedang berbohong. Sejak kalian bertemu di kantor kemarin aku sudah curiga dan ternyata kecurigaanku benar kamu diam-diam menemui dia di belakangku. Sekarang katakan siapa dia." Amara masih diam dengan mata berkaca-kaca
"Jadi kamu tidak mau jujur, baik aku akan mencari tau sendiri tapi jangan salahkan aku jika terjadi hal-hal yang tidak pernah kamu bayangkan sebelumnya." Mike langsung berdiri setelah mengatakan itu dan hendak pergi.
"Dia mantan suamiku." Ucap Amara tiba-tiba, seketika Mike berhenti dan kembali menoleh kepada Amara.
__ADS_1
"Jadi dia mantan suamimu,,"
🌹🌹🌹 Bersambung 🌹🌹🌹