
"Kringggg…." Bunyi alarm yang sudah Mike setting berdering. Sambil memegang kepalanya yang terasa berat Mike bangun dari tidurnya. maklum Mike baru tidur pukul 02.15 dan sekarang pukul 04.00. hanya dua jam kurang lima belas menit Mike tidur. Mike tidak bisa tidur karena semalaman menjaga Amara. Mike enggan memejamkan matanya melihat gadis cantik pengisi hatinya ralat bukan gadis tapi perempuan, perempuan cantik yang memenuhi hatinya berbaring di sampingnya. Ya..Mike menggendong Amara tidur di kamarnya. Sebelumnya Mike meminta izin kepada ibu Jumiati Mike juga berjanji tidak akan macam-macam kepada Amara. Melihat keyakinan Mike juga mereka sebentar lagi menikah ibu Jumiati pun mengijinkannya.
Bukan hanya menjaga Amara tapi Mike juga mengecek persiapan untuk pernikahannya. Mike menyerahkan semuanya kepada Gery alhasil Gery harus bekerja keras demi kelancaran pernikahan Mike.
Mike segera mematikan alarm tersebut takut mengganggu tidur Amara.
Mike memiringkan tubuhnya menghadap amara, senyum bahagia terukir di bibirnya yang tipis sungguh pemandangan yang luar biasa menatap wajah ayu Amara ketika bangun tidur kini menjadi kenyataan. Mike menyibak rambut Amara yang menutupi wajah polosnya kemudian mencium keningnya.
Amara terbangun merasakan sesuatu yang hangat menyentuh keningnya perlahan Amara membuka mata, Amara terkejut melihat wajah Mike tepat di depannya sontak Amara mendorong tubuh Mike pelan.
"Kamu ngapain Mike??" Tanya Amara dengan nada tinggi. Amara menyentuh tubuhnya dan melihat bajunya juga baju Mike yang masih lengkap, Amara pun bernafas lega.
"Kamu kenapa, apa yang kamu pikirkan?"
"Menurutmu,??" Lalu Amara melihat sekeliling, Amara sadar jika ini bukan kamarnya.
"Kenapa aku ada disini?"
"Iya aku minta maaf, tadi malam kamu ketiduran di sofa lalu aku menggendongmu ke kamarku." Seketika Amara teringat
"Iya aku ingat aku menunggumu pulang, sampai aku ketiduran. Tapi kenapa ke kamarmu?"
"Karena aku sangat merindukanmu."
"Tetap saja tidak boleh, kita masih belum muhrim."
Mike tersenyum tipis lalu mendekatkan wajahnya dan berkata
"Tapi hari ini kita akan menjadi muhrim." Mata Amara membulat, Amara lupa jika hari ini adalah hari pernikahannya.
"Maaf Mike aku lupa jika hari ini kita akan menikah."
"Aku tau itu akan terjadi, makanya aku membawamu tidur disini."
"Astaga, ibu pasti mencariku." Amara hendak bangun tapi dicegah oleh Mike.
"Ibu sudah tau kamu tidur disini."
"Kamu yang memberitahunya?"
"Iya, aku juga minta izin sebelum membawamu kesini."
Mike meraih tangan amara.
"Terimakasih sayang kamu sudah menunggu ku sampai ketiduran, aku sangat bahagia ada yang perhatian denganku dari kecil aku sudah ditinggalkan kedua orang tuaku, tidak ada lagi yang perhatian denganku kecuali kakek dan bi darmi. Tapi saat aku melihatmu menungguku aku sadar jika aku sudah menemukan orang yang sangat tepat. Orang yang bisa memberiku perhatian lebih."
Amara tersenyum, hanya tersenyum karena Amara tidak tau apa yang harus dia lakukan juga masih sedikit sungkan.
"Ternyata Mike hanya butuh kasih sayang yang tulus, ya Allah semoga aku bisa menjadi orang yang Mike harapkan." Batin Amara
__ADS_1
"Mike aku kembali ke kamarku ya."
"Iya..cepat kamu membersihkan diri setelah adzan subuh periasnya akan datang."
"Iya,kamu juga jangan lupa sholat subuh dulu."
"Iya." Mike benar-benar kagum dengan Amara selama ini tidak ada yang mengingatkannya untuk sholat.
_
_
Amara dan ibunya sudah selesai membersihkan diri juga menunaikan shalat subuh tinggal menunggu perias datang dan jesen bangun.
Selang beberapa menit pintu kamar Amara diketuk ternyata sari bersama dua orang perias wanita.
"Nona periasnya sudah datang." Ucap sari
"Iya sari terimakasih ya, silahkan masuk mbak."
"Iya nona." Kedua perias itu pun masuk. Amara duduk di depan meja rias pun ibu Jumiati.
"Sebelumnya perkenalkan nona nama saya maya dan ini rekan saya melati."
"Aku Amara dan ini ibuku, ibu Jumiati."
"Kita mulai ya nona."
_
_
Mike menghubungi Gery ternyata Gery sudah berada di lokasi dan melihat persiapan disana bersama Dion.
Dion sudah meminta maaf kepada Mike saat Gery sudah pergi Dion kembali menghubungi Mike karenanya Mike pulang larut malam.
Dion tidak ingin kehilangan Mike sahabat yang selalu ada untuknya selama ini
_
_
Kakek luwis menghubungi jeny yang masih berada di Amerika. Kakek luwis juga meminta pada jeni untuk tidak usah ikut campur urusan pribadi Mike dan merestui pernikahan mereka.
Jeni memang sudah tau tentang hubungan Mike dengan Amara jeni juga lah yang memberitahu kakek luwis dan menyuruhnya untuk pulang agar bisa memisahkan mereka, tapi sayang mereka justru akan menikah.
Jeni tahu tentang hubungan Mike dan Amara dari foto-foto yang dikirimkan oleh Cassandra dan soal pernikahan mereka tentu dari kakek Luwis.
"Jen..kakek rasa biarkan saja Mike bersama amara dia juga terlihat baik."
__ADS_1
"Jadi kakek berpihak pada mereka sekarang, kek ingat Cassandra dia sudah banyak membantu kita, apa kakek tidak kasihan dengannya."
"Tapi cinta tidak bisa dipaksa Jen."
"Terserah kakek saja tapi aku tidak akan pernah merestui hubungan mereka."
Begitulah percakapan kakek luwis dan jeny lewat sambungan telepon
_
_
Amara telah selesai dirias begitu juga Mike dan yang lainya.
Para maid pun juga dirias mereka juga akan ikut serta dalam acara pernikahan tuan nya.
Semua orang berkumpul di ruang tamu dan sudah siap untuk berangkat ke masjid xxx dimana ijab Qabul akan dilakukan.
Mike sangat gagah dan tampan mengenakan jas berwarna hitam sama dengan yang dipakai jesen.
Dua laki-laki yang sangat tampan duduk bersama menunggu sang putri yang masih berada di dalam kamar.
Mike merasa tegang, berkali-kali Mike meneguk air mineral yang ada di atas meja, keringat dingin juga membasahi keningnya padahal AC sangat dingin.
"Tak tak tak" suara high heel menuruni anak tangga sontak semua orang menoleh.
Tuan putri yang mereka tunggu-tunggu akhirnya menampakkan dirinya.
Amara di gandeng oleh ibu Jumiati di sebelah kanan dan Maya di sebelah kiri.
Semua orang terpana melihat kecantikan Amara yang luar biasa.
Wajah cantik, kulit putih, hidung mancung serta bentuk tubuh yang nyaris sempurna membuat Mike dan yang lain tidak bisa berkedip.
"Mama…" ucap jesen sambil berlari menghampiri Amara
"Mama cantik."
Mike pun juga menghampiri Amara.
"Sempurna.." satu kata yang keluar dari mulut Mike." Mike kemudian menyerahkan bahunya untuk digandeng amara.
Dengan senyum yang merekah Amara menyambut tangan Mike.
"Baiklah semuanya sudah siap, ayo kita berangkat." ucap kakek luwis.
"Jesen bersama ibu Jumiati dan eny
dalam satu mobil, maid yang lain juga satu mobil, dan yang ditunggu-tunggu Amara dan Mike duduk dalam satu mobil, tangan Mike terus menggenggam tangan Amara.
__ADS_1
🌹🌹🌹Bersambung🌹🌹🌹