Kisah Cinta Amara

Kisah Cinta Amara
Bab 173 : Gara-gara Cassandra


__ADS_3

Amara selesai membersihkan diri kemudian ber-make up dengan wajah yang terlihat kesal.


Mike keluar dari kamar mandi kemudian menghampiri Amara lalu mencium puncak kepala Amara


"Ih..pake baju dulu Mike." Amara mendorong tubuh Mike pelan. Pasalnya Mike hanya memakai handuk kecil yang melingkar di pinggangnya. Amara takut Mike akan meminta jatah lagi


"Iya..ya sayang.


Mike sudah selesai memakai baju tetapi Amara belum juga selesai ber-make up


"Masih belum selesai sayang??"


"Gimana mau selesai lihat nih." Amara menunjukan lehernya yang hampir penuh dengan tanda merah siapa lagi pelakunya kalau bukan Mike."


"Aku udah kaya orang gatal-gatal tau nggak."


"Itu kan tanda cintaku sayang."


"Ya tapi nggak sebanyak ini yakin juga Mike."


"Ya maaf sayang habis kamu nikmat sih."


"Auah, nyebelin."


"Haha jangan cemberut terus dong sayang, sini aku bantu pakaikan foundation."


"Yaudah nih."


Mike lantas mengoleskan foundation di leher Amara.


Hanya melihat leher putih istrinya Mike kembali reaksi.


"Tahan Mike tahan..jangan sampai istrimu marah lagi. Dasar dedek somplak udah dikasih jatah masih saja kurang.


"Udah belum lama banget sih."


"Iya sedikit lagi sayang. Sayang aku pengen buatin jesen kamar sendiri kalau menurut kamu gimana?"


"Ibu pasti nggak mau Mike, alasan ibu ikut aku ke jakarta memang mau menjaga jesen, kalau jesen punya kamar sendiri ibu pasti sedih Mike."


"Tunggu, ibu ikut kamu kejakarta berarti kamu bukan asli Jakarta??"


"Kamu gimana sih Mike masak nggak ngerti asal usul istrinya, katanya cinta. Cinta beneran nggak sih?"


"Kalau soal cinta jangan ditanyakan lagi sayang, udah pasti aku cinta banget. Iya aku minta maaf aku belum tau banyak tentang kamu. Kamu tidak perlu menjawab aku akan mencari tahunya sendiri. Sudah selesai ayo kita sarapan."


"Tapi kamu harus janji jangan marah sama para maid."


"Nggak sayang..aku kan sudah berjanji tidak akan mengekang mu lagi."


"Ya udah yuk."


" Gitu dong senyum kan makin cantik jadinya."


Mike membuka pintu bersamaan dengan sari yang juga berada di depan pintu kamar Mike, sari hendak memanggil Mike dan Amara untuk segera maka.


"Sari ada apa?"


"Maaf tuan muda nona Amara..tuan dan nona sudah ditunggu di ruang makan untuk sarapan bersama."

__ADS_1


"Iya sari ini juga kita mau turun."


"Iya nona kalau begitu saya permisi."


"Iya terimakasih ya sari."


"Sama-sama nona."


Sari pun lantas pergi


"Memang harus bilang makasih?" Tanya Mike sambil menuruni anak tangga.


"Harus dong itu namanya tatakrama emang kamu nggak pernah bilang makasih?"


"Untuk apa, aku sudah memberi mereka uang."


"Tidak semua bisa diselesaikan dengan uang. Sudah ayo nanti aku jelaskan sepertinya kamu memang perlu diceramahi."


"Iya sayang..aku suka diceramahi sama kamu." Amara dan Mike sampai di ruang makan. Semua sudah berkumpul di ruang makan ada kakek luwis, ibu Jumiati, kak jenny, jesen juga Eric.


"Pagi semuanya.." sapa Amara


Namun tidak ada yang menjawab baik jenny maupun kakek luwis.


"Pagi nduk.."


"Good morning aunty."


"Good morning Eric."


"Lama banget sih kamu, apa kamu tidak tau kakek sudah lapar dari tadi."


"Maaf ya kek, Amara membuat kakek menunggu."


"Jenny cukup. Kita disini untuk sarapan jika ingin membicarakan hal lain kita bisa bicara nanti. Amara silahkan duduk."


"Iya kek."


Amara lantas duduk di samping Mike. Baru saja Amara duduk Amara dikejutkan dengan kedatangan Cassandra.


"Pagi semua.." sapa Cassandra


"Pagi kakek, pagi Mike."


"Sandra kamu sudah datang, ayo sini kita sarapan bareng." Jenny berdiri lantas menyambut kedatangan Cassandra. Amara menatap interaksi mereka berdua. Terlihat sekali jika kak jenny sangat menyayangi Cassandra.4


Mike melirik istrinya make tahu Amara pasti juga ingin disayangi juga oleh kakaknya jenny.


Di bawah meja Mike menggenggam tangan Amara. Amara menatap tangannya kemudian menatap mike.


Mike masih diam melihat kelakuan kakaknya.


"Ayo jenny silahkan duduk."


"Kak aku pengen duduk disebelah Mike, biasanya kan aku juga duduk disebelah Mike."


"Amara kamu bisa pindah nggak soalnya itu tempat duduk jenny kalau makan disini."


"Iya kak." Amara hendak berdiri namun Mike mencegahnya

__ADS_1


"Kenapa Amara harus pindah, dia istriku. Dulu ini memang tempatmu tapi sekarang Amara istriku dia lebih berhak."


Sakitt..Cassandra merasa sakit hati juga malu, Mike terang-terangan membela Amara di depan semuanya.


"Oh,, oke aku cari tempat duduk lain."


"Sial, awas kamu amara." Batin jenny


"Yaudah kamu duduk sini aja Sandra biar kakak yang pindah." Jenny yang juga duduk di samping Mike memberikan tempat duduknya untuk Sandra agar Sandra tetap bisa dekat dengan Mike.


"Sudah semuanya ayo kita makan." Ucap kakek luwis


"Mike aku ambilkan nasi ya."


"Tidak perlu sudah ada istriku yang akan melayaniku."


"Oh iya..biar aku ambilkan." Amara justru bengong melihat Cassandra saat Mike menyebut dirinya barulah Amara sadar.


"Mau makan pake apa?"


"Apa saja." Jawab Mike. Lalu Amara menyendokan beberapa lauk untuk Mike.


Semuanya pun makan dengan tenang tiba-tiba Mike tersedak.


Uhukk uhukk


"Minum dulu Mike." Amara dan Cassandra bersamaan memberikan minum untuk Mike. Karena Mike merasakan sakit Mike pun tidak sengaja mengambil minuman dari Cassandra. Jenny tersenyum melihat itu.


"Hati-hati Mike." Ucap kakek. Tapi batuk Mike tidak juga berhenti wajah Mike berubah merah sambil memegang tenggorokannya Mike merintih kesakitan


"Mike kamu kenapa?" Amara panik melihat perubahan Mike.


"Jangan-jangan alerginya kambuh kak coba aku lihat makannya." Sandra lantas melihat nasi yang ada dipiring Mike


"Astaga udang..Mike kan alergi udang."


"Apa udang??" Seketika kakek luwis berdiri dan menghampiri Mike, semua orang dibuat panik disana.


"Bagaimana ini??" Panik ibu Jumiati


"Astaga apa yang aku lakukan amara." batin Amara dengan mata yang berkaca-kaca.


"Panggil BI darmi. Dia harus bertanggung jawab atas semua ini." Perintah jenny


"Kak sebenarnya aku yang memasak bukan bidarmi."


"Jadi kamu yang memasak." Bentak Cassandra


Plakkkk


Cassandra tiba-tiba menampar pipi Amara sangat keras.


Mata Mike membulat Mike ingin berteriak tapi tidak bisa karena tenggorokannya sakit, ingin marah juga tidak bisa. Mike hanya bisa menahan amarah juga sakit.


"Amara…mama.." ibu Jumiati dan jesen memeluk Amara. Amara memegang pipinya yang terasa perih.


"Ayo nak kita ke kamar saja." Suara ibu Jumiati bergetar menahan sakit hati karena putrinya diperlakukan tidak adil.


"Mau kemana kamu, kamu harus bertanggung jawab Amara."

__ADS_1


"Bukankah Mike sudah ada Cassandra yang mengurusnya, saya rasa anak saya tidak dibutuhkan lagi." Kemudian ibu Jumiati kembali menuntun Amara untuk pergi ke kamar. Mike ingin mengejar istrinya tapi jenny dan Cassandra menarik tangannya.


🌹🌹🌹Bersambung🌹🌹🌹


__ADS_2