
Amara ketakutan dan menangis lalu keluar dari kamar Mike.
Amara menghampiri ibunya di dalam kamar lalu menangis disana.
"Kamu kenapa nduk..?? Tanya ibu Jumiati panik. Putrinya tiba-tiba menangis
"Maafkan Amara ibu Amara bingung harus apa, maafkan Amara."
"Kamu kenapa to nduk..jangan membuat ibu bingung. Tenangkan dirimu, minum dulu ya." Ibu Jumiati lantas memberikan minum untuk amara
"Tarik nafas dulu nduk, sekarang kamu cerita ada apa?"
"Mike marah Bu sama Amara."
"Marah karena kamu sudah membuatnya alergi? Keterlaluan Mike kamu kan tidak tau jika Mike alergi dengan udang."
"Bukan soal itu Bu, tapi..hiks hiks" Amara kembali menangis
"Tapi apa nduk."
"Tapi karena Amara minta agar Mike meninggalkan Amara bu."
"Astaghfirullah Amara.. istighfar nduk apa yang kamu lakukan. Perceraian itu adalah hal yang dibenci oleh Allah apalagi tanpa alasan atau masalah yang jelas. Apa yang kamu pikirkan Amara kamu jangan main-main dengan pernikahan. Kamu baru beberapa hari menikah sudah minta cerai apa yang ada di otak kamu."
"Maaf Bu Amara salah, tadi Amara melihat Cassandra menyuapkan obat untuk Mike, Cassandra terlihat sangat perhatian, sayang dan dia juga tau banyak tentang Mike. Amara merasa tidak pantas untuk Mike Bu. Sebagai seorang istri seharusnya aku bisa membahagiakan suamiku bukanya malah mencelakainya. Aku merasa gagal Bu. Ditambah lagi kakek Luwis dan kak jenny yang tidak menyukai kita semakin membuatku merasa tidak pantas Bu."
Dan di depan pintu kamar Mike mendengar percakapan Amara dengan ibunya. Tadinya Mike ingin meminta maaf dan meminta penjelasan kepada Amara tapi sekarang Mike tahu semuanya. Mike mengepalkan kedua tangannya
"Jadi ini semua karena Cassandra dan kak jenny." Mike pun tidak jadi masuk ke kamar ibu Jumiati Mike lantas turun ke bawah mencari Cassandra dan kakaknya jenny.
"Sandra!! Sandra dimana kamu?" teriak mike
"Mike ada apa teriak-teriak, aku disini."
Melihat Cassandra di hadapannya emosi Mike semakin memuncak Mike menyeret Sandra keluar dari rumahnya.
"Keluar kamu sandra." Dengan kasar Mike menarik tangan Cassandra
"Mike ini ada apa jangan seperti ini, sakit Mike, tolong lepaskan. Kak jenny tolong aku.." Sandra memberontak dan berteriak minta tolong. Suara Cassandra mengagetkan semua orang, semua orang berlari ke arah sumber suara
"Mike! Apa yang kamu lakukan, lepaskan Sandra." Jenny mencoba melepaskan Cassandra dari cekalan tangan Mike.
__ADS_1
"Jangan ikut campur urusanku kak!"
"Mike ini ada apa, kenapa kamu marah nak."
"Kakek juga sama saja, kakek tidak suka pada istriku."
"Mike kita bicarakan baik-baik, ini pasti ada kesalah pahaman."
"Tidak ada salah paham. Gara-gara kalian istriku minta berpisah dan jika itu sampai terjadi akan ku bunuh kalian semua."
"Mike!! Tega kamu mengatakan itu kepada kami keluargamu. Hanya demi perempuan itu kamu akan menghabisi kami."
"Iya! Aku akan melakukan apapun untuk istriku jadi jangan pernah macam-macam. Ayo kamu harus keluar dari sini." Mike kembali menyeret Sandra keluar dan sampai di teras Mike lantas melepas tangan Sandra hingga membuatnya jatuh tersungkur.
"Auw..sakit." ringis Sandra
"Mike! Kamu apa-apaan sih, ayo bangun Sandra." Jenny membantu Sandra untuk berdiri
Kalau begitu kakAk pergi dari sini dan tinggal bersama Sandra."
"Kamu ngusir Kakak Mike?"
"Iya! Aku tidak akan segan-segan menyakiti kalian semua, jika ada yang berani mengusik hidupku."
"Iya tuan saya disini?"
"Masukkan semua barang-barang kak jenny kedalam koper dan bawa kesini. Cepat!!"
"Siap tuan." Sari lantas berlari menuju kamar jenny
"Apa yang kalian lihat, cepat bantu sari!" Ucap Mike menatap Eny dan darmi."
"I..iya tuan."
"Kamu jahat Mike, kamu tega dengan kakakmu sendiri."
"Kakak yang tega, berapa kali harus ku bilang jangan ikut campur urusan pribadiku."
"Aku tidak mencampuri urusan pribadimu Mike."
"Jangan berpura-pura lagi, kalian semua sekongkol ingin menyakiti istriku kan, gara-gara kelakuan kalian istriku meminta untuk berpisah."
__ADS_1
"Hentikan Mike, dia itu kakakmu."
"Seorang kakak seharusnya bahagia melihat adik satu-satunya bahagia. Selama ini aku selalu menuruti kemauan kalian sekalipun aku tidak pernah membangkang hanya satu yang aku inginkan jangan pernah mencampuri urusan pribadiku tapi apa yang kalian lakukan, kalian telah menyakitiku."
"Kakek minta maaf Mike, kakek sayang denganmu melihatmu kesakitan kakek ikut sakit itu sebabnya kakek emosi. Kakek tidak bermaksud menyakiti Amara."
Suara Mike terdengar sampai di kamar ibu Jumiati membuat Amara semakin takut. Amara lantas menyuruh ibu Jumiati untuk menjaga jesen dan eric yang tengah bermain bersama.
Dengan tergesa-gesa Amara menghampiri Mike.
Suara Mike semakin keras terdengar dari dekat. Bukan hanya Mike tapi juga suara jenny dan kakek luwis.
"Kakek tahu sendiri bagaimana kehidupanku dulu aku sering bermain perempuan bahkan saat aku masih bersama Sandra tapi kakek lihat sendiri sejak bersama Amara sekalipun aku tidak pernah bermain perempuan lagi itu semua karena aku cinta dengan Amara kek. Dan Dengan sekejap kalian menghancurkan hubungan kami."
"Mike cukup!!" Ucap Amara dari belakang
Mike dan semua orang menoleh ke arah Amara.
"Amara.." lirih Mike
Amara lantas berlari memeluk mike
"Maafkan aku mike, aku tidak mau kita pisah. Aku mohon jangan seperti ini. Aku yang salah." Sambil menangis Amara meminta maaf kepada Mike.
Mike memeluk erat Amara
"Jangan tinggalkan aku, aku sangat mencintaimu. Aku rela melakukan apapun untukmu."
"Aku percaya, untuk itu aku minta maaf." Amara melepas pelukannya lalu menyentuh kedua pipi Mike dan menyeka air mata Mike.
"Terimakasih sudah menjadikan aku perempuan paling bahagia, aku sangat beruntung. Tapi kamu harus tahu walau bagaimanapun kak jenny adalah kakak kamu dan kakek luwis adalah kakek kamu. Jangan sampai karena aku hubungan kalian menjadi pecah. Aku ingin menjadi penyemangat untukmu menjalani hidup ini untuk lebih baik lagi bukan memecah belah. Aku tidak akan meninggalkan kamu tidak akan pernah Mike."
"Kalian lihat betapa mulianya hati istriku. Kali ini aku akan memaafkan kakak tapi tidak untuk lain kali. Dan kamu Sandra cepat pergi dari sini jangan pernah mengganggu kehidupanku lagi."
Mike lantas menarik tangan Amara untuk pergi ke kamar meninggalkan mereka semua yang masih terpaku dengan apa yang telah Mike lakukan.
"Ini pelajaran untukmu jenny, sebagai kakak agar bisa lebih mengalah demi kebahagiaan adikmu. Ingat janjimu kepada mendiang papa dan mamamu untuk menjaga dan menyayangi adikmu."
Jenny hanya bisa diam dan menunduk.
"Sial kakek sekarang juga ada di pihak perempuan itu. Lebih baik aku pergi dari sini dan memikirkan kembali nanti apa yang harus aku lakukan selanjutnya.
__ADS_1
🌹🌹🌹Bersambung🌹🌹🌹